Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Penengah


__ADS_3

"Shena, tunggu Shena." Nara menahan Shena.


"Nara, kau keterlaluan!" Shena sakit hati.


"Shena, sungguh kau salah paham. Aku akan menjelaskannya padamu."


"Tidak. Tidak perlu. Dia sudah mengatakannya." Shena menolak.


"Shena, tolonglah. Jangan hancurkan jalinan kasih yang sudah terjalin ini. Jangan tinggalkan aku, Shena. Kau salah paham." Nara memohon.


"Nara, aku pikir semuanya bisa berjalan dengan baik. Tapi, nyatanya tidak." Shena mulai menangis.


Melihatnya Nara segera memeluk Shena. "Maafkan aku, Shena. Sungguh aku tidak melakukan apapun padanya." Nara berusaha menjelaskan.


"Lepaskan!" Shena berontak.

__ADS_1


"Tidak, Shena. Tidak." Nara semakin erat memeluk Shena.


Pertengkaran itu terjadi begitu saja hingga tak terasa malam mulai datang. Nara masih mendinginkan keadaan dengan terus memohon kepada Shena. Ia menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi padanya dan juga Gabril. Tapi, entah mengapa hati Shena begitu sedih. Ia terus saja beruraian air mata. Sampai akhirnya, Ken dan yang lain datang dan menengahi permasalahan yang ada.


Satu jam kemudian...


Ken menengahi masalah yang terjadi antara Nara dan Shena. Keduanya didudukkan di ruang tamu dan menjalani diskusi bersama. Ken juga menjelaskan hubungan Nara dan Shena kepada Gabril. Seketika Gabril terkejut saat mendengar Nara sudah bertunangan dengan Shena. Ia pun segera meminta maaf kepada Shena atas sikapnya.


"Maafkan aku, Shena. Aku tidak tahu jika Nara sudah bertunangan denganmu." Gabril tertunduk malu.


"Gabril, aku akan segera menikahi Shena selepas wisuda. Tolong hargai hubungan kami," pinta Nara kepada Shena.


Gabril mengangguk. Ia tidak dapat bicara sepatah katapun karena merasa bersalah dan malu. Ia akhirnya memutuskan untuk pergi dari kediaman Nara.


"Maaf jika mengganggu kalian. Aku permisi."

__ADS_1


Gabril merasa kehadirannya tidak dibutuhkan. Ia lalu bergegas pergi dari kediaman Nara sambil membawa kopernya. Baik Sai maupun Ken juga segan untuk mengantarkannya, karena sang kekasih sedang berada di sana.


"Baru juga tunangan, tapi sudah bertengkar." Sai meledek Nara.


"Diam kau!" Nara membelalakkan matanya ke arah Sai yang berdiri di balik dinding ruang tamu.


"Shena, Nara tidak ada hubungan apapun dengan Gabril. Gadis itu sifatnya memang manja, tidak terkecuali kepada Nara. Aku berharap setelah ini hubungan kalian baik-baik saja. Toh, Nara sudah menjelaskan status hubungan kalian ke Gabril." Ken menengahi.


Shena hanya diam. Ia lalu beranjak masuk ke dalam kamar yang berada di lantai satu. Seperti memberi kode kepada Nara agar mengejarnya.


"Nara." Ken pun meminta Nara untuk mengejar Shena.


Sai, Hima dan Cherry yang berdiri di depan pintu kamar lantai satu pun segera naik ke lantai dua. Ken kemudian mengikuti. Mereka membiarkan Nara dan Shena membicarakan hubungannya terlebih dahulu. Mereka tidak ingin keberangkatan esok hari meninggalkan beban bagi sang gitaris karena masih bertengkar dengan tunangannya.


Ada saja masalah mereka. Dan aku selalu menjadi penengah. Aku terlalu dituakan di sini. Apa aku memang terlihat tua, ya?

__ADS_1


Ken bertanya-tanya sendiri dalam hati sambil menaiki anak tangga menuju lantai dua kediaman Nara. Ia tidak habis pikir akan menengahi permasalahan yang terjadi antara Nara dan tunangannya. Lagi dan lagi ia harus membantu Nara.


__ADS_2