Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Menanti Pengumuman


__ADS_3

Kembali ke panggung…


D'Justice sedang mempersiapkan pernampilan lagu ke tiga mereka. Cherry segera mengambil bass lalu mulai mengecek sound bass-nya. Nara pun beralih menjadi vokal di lagu ke tiga ini. Tentunya formasi D'Justice terlihat sangat fantastis jika dilihat dari segi personal, karena keempat personilnya dapat berganti peran.


"Selamat malam Jepang!" Nara mulai menyapa para penonton.


Terdengar sahutan para penonton yang gegap gempita.


"Lagu ke tiga ini adalah jerit hati atas kesengsaraan yang terus-menerus menimpa saudara-saudara kami di Palestina. Sebuah lagu kami persembahkan untuk kalian ...."


Lighting kemudian dimatikan, dua layar lebar yang berada di sisi kanan dan kiri panggung mulai memperlihatkan sesuatu. Sebuah klip tentang pembantaian yang terjadi di Palestina. Tentu saja hal itu membuat para penonton berubah roman wajah dan ekspresi seketika.


Kazuo dan pasukan mulai menyalakan lampu ponsel mereka sebagai bentuk empati atas tragedi yang menimpa saudara-saudara di Palestina, diikuti para penonton yang hadir. Terlihat sinar terang berada di tengah kegelapan.


Lagu itupun mereka nyanyikan bersama. Ditemani tetesan air mata bagi semua yang menghayati lagu dengan baik. Tak terkecuali Nara, ia pun ikut menitikkan air matanya saat berusaha menghayati lagu.

__ADS_1


Banyak dari penonton wanita berulang kali mengusap air mata saat melihat video yang menyayat hati itu, sambil terus mendengarkan lagu, bait demi bait. Suasana haru pun menyelimuti seisi stadion Zepp Hall Tokyo. Hingga pada saat berada di lirik terakhir, terlihat huruf kapital tebal yang muncul di layar panggung.


APA YANG KAU DAPAT DARI PERANG?


Tak lama kemudian, lagu selesai dinyanyikan. Nara mengakhiri lagu sambil menitikkan air matanya. Sontak para penonton bertepuk tangan dan ikut memberikan dukungan.


"Save Palestine!" teriak Nara sambil mengangkat tangan kanannya ke atas, dan lighting pun dihidupkan.


"Wow! Seperti sebuah orasi yang sedang berlangsung!"


Keren datang dan mengambil alih panggung setelah lagu ke tiga selesai D’JUSTICE nyanyikan. Keempat personil D'Justice itu pun segera meletakkan alat musiknya lalu kembali ke belakang panggung.


"Baiklah, kesepuluh band sudah memperlihatkan aksinya dan sebentar lagi kita akan menyaksikan pengumuman pemenang malam final festival musik ini. Siapakah yang akan menjuarai festival di musim ke dua?"


Para penonton mendukung jagoannya masing-masing.

__ADS_1


"Don't go anywhere! We will back." Keren tersenyum ke arah kamera. Intermezo sejenak.


...


Di belakang panggung, kesepuluh dewan juri berdiskusi menentukan siapa pemenang dan runner up terpilih. Hanya ada dua band yang berhak membuat album nantinya.


Terlihat di meja bundar, seorang juri tengah berdiam sambil menopang dagu dengan kedua tangannya. Keputusan berat akan diambilnya malam ini untuk menentukan siapa yang layak menjadi pemenang di musim ke dua, festival musik band kampus seantero Jepang. Kebetulan, selisih poin hanya berbanding tipis.


"Penampilan kita sudah maksimal malam ini. Saatnya memperbanyak doa agar impian kita segera terlaksana." Ken memberi semangat kepada personilnya setelah selesai melakukan aksi pertunjukan di atas panggung.


"Itu benar, Ken. Hanya doa yang mampu merubah segalanya. Tentunya setelah usaha maksimal dilakukan." Sai melanjutkan.


"Tetap semangat!" seru Cherry, tersenyum semringah.


"D'Justice ... for the world!" teriak mereka serempak saat berjalan bersama menuju ruang tunggu.

__ADS_1


Kekompakan D'Justice memang tidak perlu diragukan lagi. Mereka membangun band ini dengan sepenuh hati. Saling melengkapi, berbagi, mendukung, menerima dan memaklumi sifat anggota lain, membuat jalinan persahabatan mereka semakin erat. Bak dilahirkan dari satu rahim yang sama. Sai yang merupakan anggota terakhir dari D'Justice ini pun mulai membuka dirinya. Padahal ia dulunya adalah seorang introvert.


Ternyata lingkungan sekitar dapat merubah sikap dan sifat seseorang. Maka carilah teman yang baik agar ikut menjadi baik. Bak kata pepatah yang mengatakan, kalau berteman dengan tukang minyak wangi, maka akan ikut wanginya.


__ADS_2