Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Pupus


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Nara berjalan lemas ke studio khusus D'Justice. Sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana, ia melihat keadaan sepanjang koridor gedung buatan Sony Music Entertainment Jepang. Rasanya waktu berlalu begitu cepat baginya. Seperti baru kemarin menandatangani kontrak, berlari bersama ketiga temannya memasuki ruang meeting. Namun sekarang ia harus meninggalkan semuanya.


Ya Tuhan, aku tahu banyak sekali berbuat dosa. Tapi aku mohon ampunilah aku. Izinkan aku meraih mimpiku kembali. Rasanya tidak adil jika terus-menerus diterpa bencana. Bukan kah Engkau Maha Penyayang?


Sang pemuda akhirnya tiba di depan studio musik D'Justice. Ia mengetuk pintu lalu masuk ke dalamnya. Ia melihat ketiga temannya sedang latihan tanpanya. Ketiganya pun menyadari jika dirinya telah datang. Mereka akhirnya menghentikan sesi latihan kali ini.


Tak lama Gabril pun ikut masuk, setelah dari toilet. Ia melihat Nara tengah berangkulan dengan teman-temannya. Sontak hatinya terenyuh melihat keakraban di antara mereka. Ia amat menyayangkan jika kebersamaan ini harus segera berakhir.


"Izinkan aku latihan bersama kalian untuk yang terakhir kalinya." Nara berbicara kepada ketiga temannya.


"Kau ini apaan sih, Nara. Kita bisa terus latihan bersama. Jangan berkata seperti itu!" Cherry menahan air matanya.


"Nara, kita adalah satu. Jika kau merasa sakit, kami juga merasa sakit. Tolong jangan katakan sesuatu seperti salam perpisahan." Sai menambahkan.


Nara menahan sesak di dada. "Hah, baiklah. Aku tidak ada niatan untuk seperti itu. Hanya saja statusku sekarang bukan lagi dikontrak label. Aku tidak ingin mengganggu kalian berlatih." Nara mengungkapkan.


"Dasar bodoh! Kita adalah keluarga." Ken meninju perut Nara, seketika Nara pun mulas.


"Ken?!"

__ADS_1


"Itu hukuman untukmu dari kami," tutur Ken lagi.


Percakapan di antara keempat personil D'Justice ini mampu membuat Gabril meneteskan air mata. Ia tidak mampu menahan rasa sesak saat melihat keakraban yang telah terjalin bak keluarga. Ia amat menyayangkan, tapi ia juga tidak dapat membantu mempertahankan Nara di perusahan ayahnya.


Nara, maafkan aku. Maaf ....


Gabril merasa sedih. Ia kemudian memalingkan pandangannya, berbalik lalu melangkahkan kaki keluar studio. Ia biarkan keempat personil D'Justice latihan bersama. Walau mungkin untuk yang terakhir kalinya.


Baik Ken, Sai dan Cherry tidak ingin Nara mengucapkan salam perpisahan. Menurut mereka D'Justice adalah sebuah keluarga. Walaupun kini sang pemuda bermata biru itu tidak lagi berada di naungan Sony Music, tapi bagi mereka D'Justice tetap satu untuk selamanya. Dan hal ini tidak bisa dinilai dengan sebuah kontrak kerja sama.


Hatiku sedih sekali. Ditimpa musibah bertubi-tubi tiada henti. Andai bisa mengulang waktu, aku ingin menjadi Nara yang Shena kenal. Aku ingin bersama Shena menjalani kehidupan ini. Tapi nyatanya, jalan takdir berkata lain. Aku sungguh frustrasi.


...


Gapailah, gapailah, sejauh mungkin.


Kini kupercayakan air mata ini kepadamu.


Karena dari sisi lain pintu ini,


ada hari esok yang akan menghampiri.

__ADS_1


Telah dimulai cerita yang panjang tentang dirimu...


Kehilangan dan menyadarinya.


Berteriak, keseharianku penuh perjuangan.


Di ujung jalan ini, cahaya pasti akan bersinar kembali...


Air mata dan air mata.


Aku ingin meneteskannya di saat bahagia.


Bagaimana jika meneteskannya sebagai genangan yang indah?


Langit selatan berkerlap-kerlip.


Berasal dari semua bintang yang bertemu.


Belajar tentang cinta dan memperoleh peta.


Saling terhubung...

__ADS_1


__ADS_2