
...Disclaimer...
...Go by Flow...
...Released April 28, 2004...
...Genre Pop punk, rap rock...
...Label Ki/oon Records...
...
Tokyo, 00.01 am...
Tepat pergantian hari, band ke sembilan baru saja menyelesaikan aksinya. Di belakang panggung, Nara dan kawan-kawan sudah bersiap dengan segala hal yang telah direncanakan.
"Kita pasti bisa memenangkan perlombaan ini, yakinlah!" Ken menepuk pundak Nara dan Sai serta memegang erat tangan sang kekasih.
Sementara di atas panggung...
"Mari kita sambut ...," Daru memberi aba-aba untuk D'Justice agar bersiap naik ke atas panggung.
__ADS_1
"D ... Jus ... tice!!!" Daru berseru dan keempat personil band D'Justice pun naik ke atas panggung.
Sorak-sorai menyertai kedatangan mereka dan seketika lampu panggung dimatikan. Saat lighting dimatikan, Ken segera menuju drum yang berada di tengah panggung. Sai ke sisi kanan, tempat di mana keyboard berada. Dan Nara memegang gitar listriknya yang sudah tersedia di sisi kiri panggung. Cherry sendiri sudah bersiap sambil memegang sesuatu.
Tak lama, Ken memberi aba-aba dengan memukul stik drum-nya tiga kali. Lalu Nara mulai masuk—memainkan intro, diikuti Sai yang menambah irama lagu dengan menggunakan keyboard-nya.
Inilah D'Justice!!!
Nara, Ken dan Sai kompak bermain intro dengan memperpanjang irama lebih lama, tidak seperti lagu aslinya. Perpanjangan intro itu digunakan Cherry untuk performance tak biasa. Ia meluncur menggunakan skateboard dari sisi kanan panggung sambil membawa bendera kampusnya, lalu mengitari seluruh sisi panggung. Sontak hal itu membuat para penonton bertepuk tangan dengan riuhnya, bersorak-sorai dengan keras, terutama Kazuo beserta para pasukan.
Band terakhir membuat rasa kantuk juri hilang seketika. Bendera kampus itupun ditancapkan ke dalam sebuah lubang tiang yang ada di sisi kanan panggung. Tiang itu memang sengaja dibuat oleh Nara dan Ken saat gladi resik dilakukan.
Performance mereka berbeda dan gila, para penonton pun serempak mengangkat tangannya. Dan lagu pun mulai dinyanyikan...
...
Cherry : "Takami wo mezashite." Cherry berjalan ke tengah panggung, dekat penonton dengan penuh semangat.
D'Justice : "We are fighting dreamers!"
Cherry : "Narifuri kamawazu." Cherry mengepalkan tangannya ke atas.
__ADS_1
D'Justice : "We are fighting dreamers!"
Cherry : "Shinjiru ga mama ni—" Cherry mengarahkan mic ke penonton.
Penonton : "Oli oli oli oh!" Penonton serempak bernyanyi.
Cherry : "Just go my way ...!" Cherry menendang ke depan.
Nara : "Right here right now!" Kamera menyorot Nara yang memainkan gitarnya.
Penonton : "Bang!" Penonton serempak menjawab.
Nara : "Buppanase like a dangan liner! Right here right now!" Pemuda bermata biru itu terlihat di layar lebar panggung.
Penonton : "Burn!"
Nara : "Buttakitteku ze get the fire!" Nara tersenyum penuh semangat.
Lagu terus dinyanyikan oleh D'Justice. Pertunjukan yang mereka tampilkan benar-benar dapat menghidupkan suasana gedung buatan Sony Music Entertainment Jepang ini. Tak ayal, rasa kantuk para penonton dan dewan juri pun hilang saat Nara dan kawan-kawan mempersembahkan lagu pembuka dari band mereka.
Lampu berkerlip-kerlip mengikuti irama lagu ciptaan dari band terkemuka asal Jepang ini. Lagu yang berjudul Go membakar semangat siapapun yang mendengarnya. Tak terkecuali Shena yang melihat penampilan Nara dari balik layar TV 29 inchi. Ia tampak terharu dengan keberhasilan Nara.
__ADS_1
Nara ... selamat atas kesuksesanmu. Walaupun bukan bersamaku, kau harus tetap meraih mimpi. Tetap semangat! Doaku menyertaimu.
Shena terharu, air matanya menetes melihat pertunjukan Nara di atas panggung. Sang mantan terlihat begitu bersemangat membawakan lagu ciptaan dari Flow ini. Dan akhirnya lagu pun dibawakan dengan baik oleh D'Justice. Aksi panggung mereka begitu memukau bak band yang sudah lama terjun di dunia permusikan.