Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Pemenang Festival Musik


__ADS_3

"Nara." Cherry mencoba menyapa Nara yang berada di sampingnya.


"Hem, iya. Aku juga sudah merasa bahagia bisa masuk ke dua besar musim ini. Juara atau tidak, bukanlah suatu hal yang aku pusingkan. Karena kita sudah mencapai puncak dan pihak Sony Music akan mendukung pembuatan album. Itu sudah cukup bagiku," ujar Nara, mencoba menutupi keinginannya untuk menjadi juara pertama.


"Ya benar, Nara. Manusia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang didapatkan. Cukup syukuri dan jaga semua yang telah kita raih. Hal itu sudah lebih dari sekedar menjuarai suatu perlombaan. Bukankah kata-kata itu yang dulu kau lontarkan saat kita bertarung di final?" Ken mengingat kembali awal pertemuannya dengan Nara.


"Ehem! Sepertinya masih ada yang dirahasiakan dariku," gerutu Cherry seraya menyilangkan kedua tangan di dada. Ia merasa kesal karena ada sesuatu yang belum sempat diketahui olehnya.


"Eh, sudah. Kita selesaikan nanti. Lihat! Pembawa acara sudah bersiap mengumumkan." Sai tidak sabar menunggu.


Akhirnya ketiga personil lainnya menuruti perkataan Sai. Mereka kembali fokus ke hasil penilaian dewan juri.


"Baiklah, kami ucapkan selamat kepada ketiga penulis terpilih malam ini. Hadiah sudah bisa dibawa pulang, ya?" canda Daru kepada dua penulis wanita dan satu penulis pria yang berhasil masuk di tiga besar.

__ADS_1


"Ya, itu benar. Tapi belum selesai, Daru. Saatnya kita mengumumkan siapa yang menjadi pemenang di musim kedua ini," lanjut Keren. "Perlu diketahui, kesepuluh nominasi akan dibuatkan sebuah album kompilasi. Sedang untuk juara pertama dan runner up terpilihnya, akan dibuatkan mini album langsung dari pihak Sony Music Entertainment Jepang," tukas Keren kemudian.


"Dan bukan hanya itu, Keren. Untuk juara pertama akan mendapatkan bea siswa S2 di Eropa dan runner up-nya akan mendapatkan bea siswa S1 di Jepang. Voucher belanja senilai satu juta yen untuk juara pertama dan tujuh ratus ribu untuk runner up ke dua. Serta sebuah Free Card, makan gratis selama satu tahun di dua restoran cepat saji ternama Jepang." Daru melanjutkan sambil tersenyum.


"Baiklah, langsung saja kita umumkan. Pemenang atau juara pertama festival musik band kampus Jepang di musim ke dua. Selamat kepada ...,"


Kedua band yang sudah berada di depan panggung saling berpegangan tangan.


"Selamat kepada ...!"


"Selamat kepada ... Black Pepper!" seru keduanya, lalu kemudian sebuah lagu selebrasi diputar.


Lagu selebrasi mewarnai kemenangan band bernama Black Pepper dari Institute Teknologi Tokyo. Hal ini juga menandakan bahwa D'Justice asal Universitas Tokyo berhasil menyabet gelar runner up, di ajang festival band kampus Jepang musim ke dua.

__ADS_1


"Selamat kepada Black Pepper yang berhasil meraih poin sebanyak 989 dari kesepuluh dewan juri kita malam ini. Dan juga kami ucapkan selamat kepada D'Justice yang berhasil menjadi runner up dengan perolehan skor 984 dari kesepuluh dewan juri." Daru menuturkan.


D'Justice harus berbangga hati dan berpuas diri atas pencapaian yang telah mereka raih. Bagaimanapun D'Justice meraih skor tertinggi di malam final dari kesepuluh dewan juri. Tapi penilaian dilakukan sejak awal audisi, membuat mereka harus puas menjadi runner up di malam final ini.


"Baiklah pemirsa dan para penonton di stadion, mari kita sambut juara pertama dan runner up di musim ke dua ini."


Keren mengajak semuanya bertepuk tangan. Kedua band itu lalu mengangkat tangannya, memberikan salam ke arah penonton.


"Tak ada gading yang tak retak, begitu pun dengan kami. Sampai jumpa di musim ke tiga—"


"Festival Musik dan Drama Kampus se-Jepang!" seru Keren dan Daru kompak.


"Sampai jumpa!" Keren menutup perjumpaan.

__ADS_1


Lagu Haruka Kanata kembali diputar sebagai penutup. Kesepuluh band dan ketiga penulis pun saling bersalaman. Tak lama, kesepuluh dewan juri ikut naik ke atas panggung, memberikan selamat kepada pemenang dan runner up terpilih. Begitupun dengan Harajuku Band yang menjadi juara pada musim pertama.


__ADS_2