Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Kabar Buruk


__ADS_3

Sore harinya...


Waktu istirahat tiba. Nara keluar dari studio musik sambil menghidupkan ponsel yang sengaja ia matikan saat latihan. Tak lama berselang, ponselnya berdering. Nomor tak dikenal pun menghubunginya sore ini.


"Siapa, ya?"


Nara tidak mengenali nomor tersebut sehingga ia mengabaikan panggilan teleponnya. Tapi, nomor itu terus saja menghubungi sampai berulang kali. Karena kesal dan juga penasaran, akhirnya Nara mengangkatnya.


"Halo!" ucapnya saat mengangkat telepon.


Tidak ada suara dari seberang, hanya ada suara desiran angin. Setelah menunggu beberapa detik, masih juga tidak ada suara. Ia merasa kesal sehingga mematikan telepon tersebut. Tapi, lagi-lagi nomor yang sama menghubunginya kembali.


"Hei, kau siapa?!" Ia berseru saat mengangkat telepon itu untuk yang ke dua kalinya.


"Santailah, Nara Shimura." Dengan cepat suara dari seberang membalas.


"Siapa kau?! Ada urusan apa kau menghubungiku?!" tanyanya kesal.


Sosok itu kemudian menjawab, "Em, bagaimana ya. Kau masih terkesan emosi mengangkat telepon ini. Apa aku harus melanjutkannya?" jawab sosok dari seberang.


"Hei! Jika kau seorang laki-laki, sebaiknya jangan terlalu banyak basa-basi. Tapi jika perempuan, kau salah orang!" seru Nara lagi.

__ADS_1


"Huahahahaha." Sosok itu tertawa, membuat Nara semakin kesal kepalang.


"Nara-nara, kau masih seperti yang dulu. Sudah lama kita tidak berbicara seperti ini. Satu tahun? Tidak. Dua tahun lamanya semenjak kau merebut Shena dariku!"


Sosok itu meninggikan intonasi bicaranya di kalimat akhir. Sontak Nara pun terkejut.


"Kau!"


"Kau pasti masih ingat denganku yang datang menghampiri Shena di parkiran sekolahmu dulu," sambung sosok itu.


Nara mencoba mengingatnya.


"Ya, aku adalah Yudo. Dan kau tahu saat ini aku sedang bersama siapa?" tanyanya picik.


"Nara ... tolong aku ...." Suara itu meminta pertolongan dari Nara dengan nada yang lemah.


"Shena?!!" Nara menyadari jika itu adalah suara Shena, mantan kekasihnya. "Shena! Kau di mana?!" Nara berteriak, membuat orang-orang yang melintas melihat ke arahnya.


"Hei, hei." Tiba-tiba suara sudah berganti. "Kau tidak perlu tahu di mana Shena berada, Nara. Tapi jika kau ingin tahu, maka carilah sebisamu." Suara dari seberang itu memang benar adalah Yudo.


"Keparat!"

__ADS_1


Seketika itu juga Nara naik pitam. Ia mengepalkan tangannya.


"Huahahahaha. Aku akan mengambil apa yang aku punya. Menikmati setiap inchi dari manisnya tubuh Shena. Kasihan sekali dirimu yang harus merana karena dikhianati Rie. Huahahahaha." Yudo mengejek Nara.


Semakin lama obrolan itu semakin membuat Nara kesal bukan main.


"Katakan apa yang kau mau, Yudo! Jangan sekali-sekali menyentuh Shena! Jika kau berani melakukannya, maka jangan salahkan aku jika kepalamu terputus!" Nara geram bukan main.


"Ahahahahaha." Lagi-lagi Yudo tertawa. "Coba saja jika kau ingin kehilangan Shena untuk selama-selamanya, Nara Shimura. Huahahahaha."


Yudo terus tertawa di atas penderitaan Nara yang begitu khawatir dengan keadaan Shena. Dan tak lama, sambungan telepon itu pun terputus.


"Halo!"


Nara bicara, tapi tidak ada jawaban dari seberang. Ia kemudian melihat layar di ponselnya.


"Sial!"


Ia menendang dinding lorong yang ada di depannya. Kini pikirannya terganggu saat mengetahui keadaan Shena tengah bersama Yudo. Terlebih kata-kata yang Shena ucapkan seperti sedang kesakitan.


"Shena ...."

__ADS_1


Nara panik, ia kemudian menyandarkan punggungnya di dinding lorong ruangan. Jiwanya melayang entah ke mana karena memikirkan keadaan sang mantan.


Aku tak menyangka jika Yudo akan senekat ini. Nara tak habis pikir akan kabar yang didengarnya.


__ADS_2