
Esok harinya...
Hari ini hari sabtu, jam di tangan menunjukkan pukul sebelas siang waktu Tokyo dan sekitarnya. Di dalam ruang pertemuan, terlihat keempat personil D'Justice telah berkumpul untuk menunggu instruksi selanjutnya. Tapi ada yang aneh di hari itu, Lusy tidak terlihat mendampingi keempatnya.
"Halo."
Seorang pria berjas hitam datang, memasuki ruangan dan menemui keempat personil D'Justice. Sambil mengangkat tangan kanannya, ia menyapa keempat personil D'Justice yang sedang duduk di barisan paling depan.
"Dia kan?!"
"Di-dia!"
Melihat kedatangannya, sontak saja baik Sai, Cherry maupun Nara terkejut seketika. Mereka seperti mengenal sosok itu sebelumnya, atau mungkin lebih tepatnya pernah melihat sosok itu. Keterkejutan itu terlihat dari roman wajah ketiga personil D'Justice. Terkecuali Ken, ia tampak biasa saja saat pria itu datang menemui personil D'Justice di ruang pertemuan.
"Perkenalkan, namaku Hata. Umur 29 tahun dan berasal dari Tokyo. Sampai di sini ada pertanyaan?" tanya sosok pria yang memegang sebuah map di tangan kirinya.
__ADS_1
Nara, Sai dan Cherry tampak terkesima dengan kedatangan sosok tersebut. Mereka hanya menggelengkan kepala, pertanda tidak ada pertanyaan yang ingin diajukan.
"Baiklah, mulai saat ini aku yang akan menggantikan Lusy dalam mengatur D'Justice," lanjut pria itu.
"Apa?!" Nara pun terkejut mendengarnya.
Sai mengangkat tangannya, ia ingin mengajukan pertanyaan.
"Silakan." Hata mempersilakan Sai untuk bertanya.
"Apa kalian keberatan jika aku yang menggantikannya?" Hata balik bertanya.
"Tidak." Sai menggelengkan kepala.
"Baiklah, di sini aku ditunjuk untuk menggantikan Lusy, tapi tidak untuk alasannya. Aku akan membantu kalian mengomposer sebuah lagu. Semoga saja kita dapat bekerja sama." Hata menuturkan.
__ADS_1
Tidak ada yang dapat ketiganya katakan lagi karena Hata begitu berwibawa di hadapan mereka. Sementara Ken terlihat biasa saja saat mengetahui Hata yang menggantikan Lusy. Sepertinya Ken mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di antara pihak Sony Music dan juga Lusy.
Setelah perkenalan singkat, Hata mulai mengadakan kelas untuk D'Justice dalam mengomposer sebuah lagu. Mini album ke dua mereka akan segera dirilis tanpa menunggu waktu lama. Nara dan kawan-kawan pun mulai disibukkan hari ini.
Apa benar nona Lusy didepak dari Sony Music?
Sebenarnya hal apa yang menyebabkannya sampai dikeluarkan? Entah mengapa aku jadi khawatir memikirkannya. Aku takut jika ikut terkena masalah ini.
Nara khawatir akan kabar didepaknya Lusy dari pihak manajemen Sony Music. Karena setahu Nara, Lusy sangat bertanggung jawab dan bekerja keras menyukseskan band didikannya. Nara pun diliputi prasangka-prasangka buruknya. Ia khawatir ikut terkena dampak dari didepaknya Lusy.
Lain Nara, lain juga Ken. Lead D'Justice ini tampak kalem saat mengikuti kelas yang diadakan Hata, manajer barunya. Ia pun memperhatikan sikap Nara yang terlihat gelisah sendiri.
Apa ada sesuatu yang disembunyikannya? Ken bertanya sendiri.
Bagaimanapun Ken harus dapat membuat personilnya fokus dengan pekerjaan, karena ia adalah lead dari band D'Justice ini. Sehingga permasalahan apapun yang sedang mendera anggotanya, Ken harus tahu. Tapi sepertinya, ia akan mencari tahu sendiri tentang permasalahan yang mendera Nara. Ken tidak akan tinggal diam terhadap masalah yang mendera sahabatnya. Sebisa mungkin Ken akan membantunya.
__ADS_1