Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Malam Final


__ADS_3

Sabtu, 08.00 pm, di Zepp Tokyo Hall...


Sebuah gedung atau aula pentas buatan Sony Music Entertainment Jepang ini sengaja dipakai dalam malam final festival musik dan drama kampus seantero Jepang. Gedung ini sendiri mampu menampung hingga 2.700 penonton dalam sekali pentasnya. Lighting yang mewah pun membuat suasana panggung tampak atraktif. Ditambah lagi dengan sound system yang tidak perlu diragukan kualitasnya.


Ya, akhirnya mimpi sang pemuda bermata biru akan dimulai malam ini. Berada di antara ribuan penonton untuk mempertunjukkan aksi panggungnya.


Di belakang panggung, terlihat keempatnya sedang berdoa sambil berangkulan. Mereka kompak mengenakan kaus putih berlambang timbangan hitam sebagai simbol utama band, jeans dan juga sepatu sport yang berwarna hitam. Keempatnya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertunjukan malam ini. Dan tibalah saatnya...


THREE...


TWO...


ONE...


Suara layar lebar di tiga sudut panggung memberi isyarat bahwa pentas musik akan segera dimulai.

__ADS_1


"SELAMAT DATANG DI FESTIVAL MUSIK DAN DRAMA KAMPUS TAHUN KE DUA JEPANG. MARI KITA SAMBUT PEMBAWA ACARA MALAM INI ... KEREN DAN DARU!"


Suara layar lebar yang gegap gempita terhenti bersamaan dengan masuknya sepasang pembawa cara malam ini. Keduanya tampak mengenakan pakaian yanv kasual. Mereka adalah Keren dan Daru. Host yang sudah menjadi langganan ajang festival musik dan drama kampus Jepang. Sorak-sorai dan tepuk tangan pun mengiringi kedatangan keduanya ke atas panggung.


"Whats Up, Jepang!"


Daru menyapa sambil mengangkat mic-nya ke atas. Sontak para penonton memberikan jawaban dengan teriakan histeris mereka. Banyak penonton wanita berteriak histeris memeriahkan suasana malam ini.


"Luar biasa, hampir saja kacamataku terjatuh."


"Ya, baiklah. Akhirnya tiba juga saat yang ditunggu-tunggu setelah hampir dua bulan ini kita melewati proses yang sangat panjang," ucap Keren seraya menoleh ke arah Daru.


"Itu benar, Keren. Malam ini juga lebih dari dua ribu penonton telah hadir dan akan menyaksikan secara langsung lahirnya band kampus kenamaan yang akan dijadikan The Next Generation of Japanese Band!" seru Daru bersemangat yang disambut teriakan penonton.


"Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami karena telah diperkenankan kembali untuk membawakan acara ini." Keren tersenyum ke arah kamera.

__ADS_1


"Memperebutkan beasiswa S2 di Eropa, dan beasiswa S1 di Jepang. Dan berbagai macam hadiah istimewa lainnya. Sangat fantastis!" seru Daru bersemangat.


"Baiklah, langsung saja kita perkenalkan kesepuluh dewan juri yang akan menilai cikal bakal The Next Japanese Band tahun ke dua ini. Here they are!" Daru mempersilakan layar lebar mengambil alih.


Layar lebar itu kemudian mengulas singkat satu per satu data personal para dewan juri yang akan menilai penampilan kesepuluh nominasi. Sementara di belakang panggung, Nara dan kawan-kawan berlatih singkat.


"Baiklah. Kita akan tampil secara acak malam ini. Persiapkan diri kalian." Ken memberi semangat kepada personilnya.


"Yup!" Ketiganya menyahut dengan kompak dan bersemangat.


Usai layar lebar itu memperkenalkan data personal para dewan juri, Daru dan Keren kemudian mengambil alih kembali.


"Baiklah, kami ucapkan selamat datang kepada para dewan juri yang telah hadir."


Daru membungkukkan badannya, memberi hormat kepada dewan juri yang hadir. Keren pun mengikuti, ia tersenyum seraya membungkukkan badannya. Kesepuluh dewan juri itu pun berdiri sambil bertepuk tangan dan melambaikan tangannya ke arah penonton.

__ADS_1


__ADS_2