
Yang lain segera mendekat untuk ikut menyentuh gelang itu.
" Aaaah..... benar, itu panas "
" Tolong lepaskan........sakiiitt...... "
" Ouwh.... panas "
" Sakiiitt........... "
" Pecahkan dengan batu, cepat "
" Duk...duk...duk........"
" Tidak bisa..... ! gelang apa ini, bukankah hanya giok ? "
" Pukul lagi lebih keras.... ! "
" Duukk...duukk...duukkk....... ! "
" Tidak bisa..... ! "
" Tolong......... panas sekali... ! "
" Mungkin itu gelang sihir ? "
Mereka semua saling berpandangan.
" Bodoh.... ! kau benar-benar bodoh, berani bermain dengan penyihir.... ! "
" Kembalikan, cepat.... ! "
Wanita itu tertegun, lalu segera berlari mengejar Rey yang sudah tidak terlihat. Ia kebingungan dan menangis. Tangannya mulai melepuh.
" Nona penyihiiiiiirrr........ aku minta maaaaaafff........ " Ia berteriak putus asa.
" Ini peringatan untukmu yang selalu menginginkan milik orang lain " terdengar suara Rey diudara.
Lalu gelang ditangan wanita itu bercahaya terang, membesar dan keluar dari pergelangan tangannya. Wanita itu segera berlari pergi kembali ke kelompoknya.
" Ia bahkan tidak mengucapkan terima kasih ? " Zigaz menggerutu.
" Sebagai hukumannya, bekas ditangannya tak akan menghilang " kata Rey.
" Lihat Nona, pemukiman disana lebih ramai " tunjuk Asgar ke depan.
__ADS_1
" Mungkin itu kota, semoga ada penginapan " kata Rey.
Mereka berjalan setengah melayang. Turun sekali-kali ketika berpapasan dengan seseorang. Asgar dan Rey berjalan disepanjang pertokoan. Tiba-tiba seseorang terlempar keluar dari sebuah rumah makan.
" Bruukk....... ! "
" Aaaah........ "
Beberapa pengunjung lain segera berebut keluar.
Orang itu bangkit terhuyung-huyung dan kembali masuk ke dalam. Terlihat seorang gadis cantik meronta-ronta dipelukan pria setengah baya yang kaya.
" Tuan, tolong bebaskan kekasihku. Kami akan segera menikah. Mohon jangan merusaknya " pemuda itu dihalangi para pengawal pria kaya itu.
" Bodoh..... ! siapa yang mau merusaknya. Tuan hanya ingin menikmatinya beberapa hari saja. Ambillah uang ini untuk biaya pernikahan kalian nanti " kata pengawalnya sambil melemparkan sekantong koin.
" Aku tidak mauuuuu.....! "
Laki-laki itu mengambil kursi dan memukulkannya ke salah satu pengawal. Namun para pengawal itu tentu saja lebih baik. Merekalah yang akhirnya memukul dan menendang laki-laki itu. Kemudian menginjak dadanya dengan keras.
Sementara gadis cantik dipelukan pria itu hanya bisa berteriak dan menangis. Pria tua itu marah dan merobek baju dibagian dadanya sehingga terbuka. Kemudian menciuminya dengan tak tahu malu.
Asgar yang marah berkelebat cepat dan memukul kepala pria itu hingga terjatuh ke samping.
" Oouuuggh......... "
Gadis itu menyusut air matanya.
Asgar bergegas menyingkirkan dua pengawal itu. Ia bermaksud menolong pemuda yang terinjak. Tapi tentu saja dua pengawal itu tak membiarkannya. Akhirnya mereka saling pukul. Asgar memukul sebagai manusia biasa, tidak menggunakan sihir.
Sementara Rey berdiri di depan pria tua itu sambil menyeringai. Ia akan menghajar tua bangka itu dengan caranya sendiri. Pria tua itu bangkit sambil memegangi kepalanya. Ia tadi tidak melihat Asgar karena Asgar datang dari belakangnya.
Setelah duduk di kursinya, barulah ia menyadari bahwa Mikha ( nama gadis itu ) tidak ada lagi. Malah ia melihat seorang gadis lain yang lebih cantik berdiri dihadapannya sambil tersenyum ( lebih tepatnya menyeringai tipis ).
Bibirnya mengerucut senang mengagumi keindahan alami. Ia memang pemangsa gadis-gadis polos. Ia tidak menyukai gadis penghibur karena sudah tidak suci lagi.
Segera pria tua itu bangkit sambil mengulurkan tangannya. Namun Rey menepiskannya. Pria tua itu terkekeh. Inilah yang disukainya dari para gadis polos, mereka selalu tidak mau disentuh. Bersetubuh dengan gadis polos rasanya menggairahkan. Jeritan dan teriakan mereka ditempat tidur membuatnya serasa muda lagi.
" Kakek tua ..... ! " suara Rey menyadarkannya dari lamunan.
Ia terkejut dan mengerutkan alisnya. Gadis muda ini berani memanggilnya " Kakek Tua " ?! . Sialan.... !
Muka kakek itu memerah menahan marah. Harga dirinya serasa terbakar. Tangannya bergerak akan menampar Rey.
" Plaaakkk.... !! "
__ADS_1
Pria tua itu terhuyung-huyung berpegangan pada meja. Tangan kirinya memegang pipinya yang kena tampar Rey lebih dulu.
" Ciiip...cip...cip...cip...cip...ciiiip....... " Zigaz tertawa dalam suara burung. Mikha tercengang melihat Zigaz.
" Kau...... GADIS BODOH ! " pria tua itu kembali menampar Rey dengan sekuat tenaga. Rey mundur sedikit tepat saat tangan itu hampir mengenai pipinya. Akibatnya pria itu terhuyung-huyung ke kiri.
" He..he..he..he.... " Rey terkekeh.
" Ciiip...cip...cip...cip...cip...ciiiip....... " Zigaz kembali tertawa sampai terguling di atas meja. Mikha melotot tak percaya pada burung aneh ini.
Pemilik restoran dan pelayan yang melihat itu juga tertawa dibelakang. Mereka memang tidak menyukai Tuan Manjoy. Pria tua hidung belang yang kesukaan merusak gadis-gadis muda. Bahkan anak pemilik restoran juga pernah dilecehkan olehnya. Beruntung Tuan Manjoy mau digantikan dengan makan gratis seumur hidupnya asal tidak menggangu putrinya. Sungguh harga yang mahal.
Rey yang melihat pria tua itu terhuyung-huyung malah menendangnya lembut di pantat sehingga Tuan Manjoy jatuh terjerembab ke bawah.
" Hi..hi..hi..hi.... " Rey tertawa geli melihat posisinya yang sungguh memalukan.
Tuan Manjoy bangun dan melotot marah pada Rey, namun Rey malah berkedip-kedip genit padanya. Tiba-tiba tubuhnya tertimpa dua pengawalnya yang sudah kalah melawan Asgar.
" Uuuuuh....... Diego..... Bartan......, bangunlah " Tuan Manjoy menyingkirkan mereka dari atas tubuhnya. Setelah bangun Tuan Manjoy langsung menerjang Rey dengan emosi. Tapi tentu saja Rey bisa menghindar dan menjegal kakinya sehingga dia jatuh terjerembab didepan Mikha.
" Bruukk.... ! "
Mikha yang kaget bangkit berdiri, namun segera melepas kedua sepatunya dan memukulkannya ke kepala Tuan Manjoy.
" Plak..plak..plak..plak..plak..plak.... " Mikha memukulnya berkali-kali sampai puas. Ia kembali menangis mengingat hal buruk yang sudah dilakukan Tuan Manjoy padanya. Zigaz turun lalu ikut mencakar berulangkali dengan kakinya.
" Hukuman apa yang pantas untuk pria menjijikkan ini ? " tanya Rey.
" Buat dia "cacat itunya" sehingga tidak bisa lagi merusak wanita " kata Mikha berapi-api sambil menyusut air matanya.
Rey membuka genggaman tangannya dan menaruh cahaya kecil ke tangan Mikha.
" Lakukan padanya "
Zigaz menendang pria itu hingga telentang (dengan kekuatan sihir), Rey menudingnya agar tidak bisa bergerak saat Mikha menghukumnya.
Dengan ragu dan bingung Mikha berjongkok. Ia menatap Rey untuk memastikan. Rey mengangguk. Ditatapnya Tuan Manjoy dan dihempasnya cahaya kecil itu ke arah alat vital Tuan Manjoy.
" Tidaaaaaak......... ! " tuan Manjoy berteriak putus asa.
Mikha terkejut mendengarnya berteriak. Ia berdiri dan menendang pinggangnya.
" Aaaaah...... ! "
__ADS_1
" Dasar tua bangka busuk. Perusak wanita. Tidak tahu malu. Menjijikkaaaan........ ! " Mikha mencaci maki meluapkan kekesalannya.
Asgar memapah kekasih Mikha ke tempat duduk dan menyuruhnya menggenggam kalungnya. Seketika penyembuhan mulai terjadi padanya.