GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Hukuman Ringan


__ADS_3

Kendrick mengerutkan alisnya melihat Rey yang menatapnya tidak suka. Ia mencoba bersabar.


" Ada apa denganmu, sayang ? " tanya Kendrick.


" Apa kau bermaksud mengintipku mandi ?! " Rey langsung berlalu.


Kendrick tertegun. Kelihatan sekali Rey sangat marah padanya. Tapi kenapa ? Apa kesalahannya ? ................. Oh.... ! Kendrick menepuk dahinya. Barusan Rey bilang ia berniat mengintipnya ? Ya, Rey marah karena ia datang saat Rey seharusnya sedang mandi.


Kendrick terkekeh. Ternyata gadis itu tidak mandi, hanya ingin mengujinya. Dan betapa bodohnya dia telah melakukan kesalahan. Padahal memang disengaja olehnya. Sialan.... ! Gadis itu ternyata tidak bodoh.


Ia kembali mencari Rey. Tapi Rey tidak ada di rumah kayu.


" Tccck..... ! Kemana lagi sih..... ? " Kendrick kembali merasa kesal. Gadis ini sering pergi tanpa pamit. Walaupun tidak pernah menampakkan kekuatannya, tapi ia yakin gadis itu bisa sihir seperti Xenia.


Setelah menunggu selama 10 hitungan Rey tak juga muncul. Ia mulai marah.


" Rey......... ?! Kau ada dimana ? " teriaknya agak keras.


Sunyi........ tak ada jawaban. Kendrick mengerutkan alisnya. Apa sebenarnya gadis ini tak begitu mencintai Lord Astraco ? Ia ingat sedari awal Rey selalu menolak dipeluk atau dicium olehnya. Juga seperti menjaga jarak. Jadi untuk apa ia menyamar jadi Lord Kendrick jika Rey tak menyukainya ? Lebih baik ia kembali menjadi dirinya sendiri.


Rey ada di ruang dimensi. Ia malu dan jijik karena laki-laki ini berniat mengintipnya mandi. Untunglah ia sudah mandi di danau jiwa.


Ia ingin tahu siapa laki-laki ini. Rey duduk diam di teras gubuk nenek Wilma. Tiba-tiba ia ingat perkataan nenek Wilma tentang melihatnya memakai mahkota cahaya lewat cermin pelihat.


Segera dikeluarkannya cermin pelihat dan melihat ke luar dimensi.


" Aah........ !! " hampir saja cermin itu dibuangnya. Rey terkejut melihat siapa laki-laki itu. Ternyata Pangeran Axel.... !


Rey memejamkan mata menahan amarah di hatinya. Laki-laki ini licik dan mudah emosi. Dan ia telah berani menyamar sebagai Kendrick untuk menyentuhnya. Ia akan memberinya pelajaran. Tapi harus menghadapinya dengan akal cerdik.


" Reeeyyyyy........ !!! "

__ADS_1


Terdengar teriakan keras Axel di luar dimensi. Rey hanya tersenyum miring melihat lewat cermin. Ia sengaja ingin membuat Axel marah. Rey muncul dan duduk di batu sungai sambil makan apel.


Sementara Axel masih terus berteriak memanggil namanya. Axel hampir saja terbang kembali ke Trexodia saat matanya melihat Rey duduk di batu sungai. Ternyata Rey tidak pergi meninggalkannya.


Ia berhenti dan menatap diam. Ia bingung apakah masih tetap menyamar jadi Lord Kendrick atau menjadi dirinya sendiri ? Pelan-pelan ia terbang mendekat. Duduk di batu di hadapan Rey. Darimana gadis itu mendapatkan apel ?


Ditatapnya wajah gadis yang berhasil memikat hatinya. Wajahnya lembut tapi cantik. Axel tidak tahu bagaimana cara menyenangkan wanita, karena hatinya dingin ( tidak romantis ). Tapi ia ingin segera memiliki gadis ini bagaimanapun caranya.


" Kita harus segera pergi ke kuil HERA untuk menikah " kata Axel tanpa basa-basi.


Rey terkekeh pelan.


" Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak kucintai " jawab Rey santai.


" Kau...... tidak mencintaiku ? " tanya Axel tak percaya. Bukankah Rey adalah takdir penguasa Astraco ?


" Tidak....... " jawab Rey yakin dengan tersenyum misterius. Tentu saja Rey tidak mencintai Axel. Yang ia cintai adalah Kendrick asli, Lord Astraco.


Ia tak menyangka bahwa Rey tidak mencintai Lord Kendrick. Jadi untuk apa ia menyamar jadi Lord Kendrick ? Sia-sia saja.


Hehh...... Axel tersenyum kecil. Itu berarti terbuka satu jalan untuknya. Ia akan menjadi dirinya sendiri untuk menikahi Rey. Tapi tidak sekarang. Ia tidak bisa membuka penyamarannya. Rey pasti akan menolaknya jika mengetahui tentang hal ini.


Lebih baik ia membawanya kembali ke Trexodia. Dan ia akan muncul sebagai Axel. Oh...... Axel tersenyum sendiri membayangkan hal yang belum terjadi.


Sejujurnya Rey muak melihat Axel tersenyum. Tapi ia sendiri tersenyum mengejek. Ia tahu apa kira-kira yang sedang dipikirkan Axel. Dan Rey sengaja membiarkannya bermimpi. Ia akan berusaha bermanis-manis dahulu.


Axel tersenyum miring mendapatkan satu ide. Tiba-tiba ia menarik tangan Rey sehingga Rey terjatuh ke pelukannya. Rey tercengang namun Axel segera mencium dan ******* bibir Rey dengan paksa. Mata Rey terbelalak lebar. Namun otaknya berpikir cepat.


" Mmmh...... Mmmh........ " Rey bergumam dan meronta seolah tak berdaya, tapi sebenarnya ia sedang membaca mantra kutukan.


Ketika Axel melepaskan ciumannya Rey berdiri dengan muka memerah. Secepat kilat tangannya menampar pipi Axel dengan emosi penuh.

__ADS_1


"Plaaakkk.......... !!! "



Begitu kerasnya tamparan Rey hingga Axel terjengkang kecebur sungai. Rey segera masuk ke ruang dimensi. Nafasnya terengah-engah. Dadanya naik turun menahan kemarahannya. Senyum miring menghiasi sudut bibirnya.


Rey segera masuk ke danau jiwa dan membasuh bibirnya keras-keras. Ia terpaksa merelakan dicium agar dapat memberi hukuman ringan untuk Axel.


Hukuman ringan....... ?


Yeah..........


Rey nekat melakukan tamparan sihir pada Axel. Bekas tamparan itu takkan hilang jika ia tidak memaafkannya, itu mantra yang ia ucapkan saat Axel menciumnya.


" Kendrick..... maafkan aku terpaksa melakukan itu..... " gumam Rey berkali-kali membasuh bibirnya. Ia merasa jijik dengan bibirnya sendiri.


Sementara Axel terkejut dengan tamparan Rey. Ia segera bangkit dari air. Baju dan rambutnya basah semua. Axel menoleh mencari Rey, tidak ada.


" Tccck....... ! Gadis sialan...... ! "


Axel mengeringkan rambut dan bajunya. Lalu terbang ke sekeliling mencari Rey. Ia kesal tapi agak tersenyum senang. Pada akhirnya ia bisa mencium Rey. Diusapnya bibirnya sendiri mengingat ciuman itu. Ini adalah ciumannya yang pertama. Ada desiran aneh yang ....... menggoda hatinya.


Sebenarnya ia sengaja melakukan itu atas nama " Kendrick " . Ya...... ia pikir Rey masih mengira dirinya adalah Lord Kendrick. Karena Rey tak mencintai Lord Kendrick, maka perbuatannya memeluk dan mencium Rey tentu dianggap kurang ajar. Dan membuat gadis itu semakin benci Lord Kendrick. Dengan begini ia telah mencemarkan nama Lord Kendrick.


" He...he...he...he....... " Axel terkekeh.


Setelah mencari-cari Rey tak ketemu, Axel kembali ke Trexodia. Tak ada gunanya mencari karena Rey pasti sedang marah terkait masalah tadi. Biasanya orang marah itu tak mau bertemu untuk sementara waktu. Axel terbang dengan senyum mengembang...


Sementara Rey masih ingin menenangkan diri. Ia muncul didepan Kendrick dalam keadaan basah. Lalu langsung memeluk Kendrick. Kendrick saat itu sedang mengajar sihir pada Martin. ia memberi isyarat pada Martin agar meninggalkan mereka berdua. Martin mengangguk dan segera pergi.


" Ada apa..... ? " Kendrick bertanya lembut sambil mengeringkan Rey. Tapi Rey tak menjawab, hanya menyembunyikan wajahnya di dada Rey. Kendrick membelai kepala Rey. Diam-diam ia membaca pikiran Rey dengan cara itu. Ia jadi mengetahui apa yang tadi terjadi.

__ADS_1


" Tidak apa.... jangan risau. Kamu akan lebih kuat lagi hatimu dalam menghadapi cobaan perasaan " hibur Kendrick.


__ADS_2