
Zigaz terbang terus berkeliling. Tampaknya ini hanya sebuah kediaman yang agak luas. Hanya ada 10 orang penyihir tingkat menengah laki-laki yang menjadi penjaga. Selebihnya pelayan perempuan ( bukan penyihir ).
Zigaz mendengar percakapan para pelayan perempuan bahwa nanti malam purnama akan ada pernikahan. Ada sedikit kesibukan disana-sini. Mereka mempersiapkan makanan dan minuman arak manis. Zigaz sesekali mencomot makanan dan mencuri 3 guci arak manis.
Beberapa pelayan masih sibuk menghias gaun pengantin dengan banyak permata. Yang lainnya menyiapkan bunga-bunga untuk prosesi mandi calon pengantin.
Sore hari, Darkie memberikan penawar racun penidur kepada pelayan yang biasa mengurus Rey. Setelah itu enam pelayan segera menuju kamar Rey. Dua orang membawa gaun pernikahan dan alat rias. Dua orang menyiapkan permandian. Dan dua lagi menyiapkan makanan dan minuman.
Rey palsu mulai sadar. Ia terheran melihat para pelayan masuk menemuinya. Ada apa ? Ia berusaha bicara namun tenggorokannya terasa sakit. Ia mencoba menggerakkan tangannya untuk memberi isyarat, tentu saja sia-sia, ia sedang lumpuh. Hanya matanya berkedip dan bergerak tak tentu arah memberi isyarat. Tetap saja teman-temannya tidak mengerti.
Mereka benar-benar mengerjakan pekerjaannya tanpa banyak bicara. Seorang membantunya duduk bersandar dan yang satunya memaksanya makan.
Setelah itu gaunnya ditanggalkan dan badannya dibersihkan. Kemudian ia dirias dan dipakaikan gaun hitam indah bertabur permata. Seketika matanya terbelalak menyadari itu adalah gaun pengantin calon mempelai Tuan Darkie.
Oh tidak....... Sebenarnya apa yang terjadi padaku ? Mengapa aku yang jadi calon pengantinnya. Rey palsu semakin resah. Ia tak tahu harus bagaimana memberitahu teman-temannya bahwa mereka telah salah mengira. Kemana gadis cantik itu ?
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Darkie masuk mendekati Rey palsu. Para pelayan segera menepi dan menundukkan kepala. Ia membelai pipi Rey palsu, membuat gadis itu terbelalak ketakutan. Ia tahu bagaimana Darkie jika marah, tak segan menyiksa dan mengutuk.
" Jangan takut sayang....... Kita akan bersatu malam ini. Menjadi pasangan penguasa yang hebat " Darkie berusaha menghiburnya. Lalu berdiri menatap para pelayan.
" Jaga dia. Nanti saat tiba waktunya, aku sendiri yang akan menjemputnya "
Kemudian Darkie keluar mempersiapkan ritual pernikahan. Ia memanggil semua penjaga kediamannya. Sebentar lagi bulan naik. Mereka semua masing-masing diberi tugas.
__ADS_1
Setelah itu Darkie memanggil 2 orang pelayan dan 2 penjaga untuk pergi ke sebuah ruangan yang terbuka. Ini berada di tepi tebing. Ada altar persegi panjang di tengah-tengah ruangan. Meja panjang di kiri dan kanan berisi guci anggur besar, cawan-cawan kecil, mangkok, cawan besar dari emas, lilin-lilin berbagai ukuran dan belati emas kecil. Sepertinya itu sudah biasa digunakan untuk ritual persembahan.
Dua penjaga itu disuruhnya menaruh lilin-lilin di tempat-tempat tertentu dan menyalakannya. Lalu para pelayan itu menuang Anggur ke dalam semua cawan dan menatanya di altar. Setelah itu mereka mundur. Penjaga berdiri di pintu ruangan.
Darkie berdiri di depan altar dan mengalunkan lagu berbahasa kuno sambil menatap bulan. Suasana terasa mistis. Beberapa jam kemudian ia selesai.
" Penjaga..... panggil semua penghuni kediaman ini. Mereka akan jadi saksi pernikahanku " perintah Darkie.
" Segera, tuan "
Lalu Darkie kembali ke ruang kerjanya untuk membuat penawar lumpuh Rey. Untuk membuat racun dan penawarnya tak perlu dengan cara tradisional. Ia adalah penyihir hitam, tentu saja tubuhnya mengandung racun. Ia hanya perlu meneteskan darahnya ke dalam cawan air dan mengucapkan mantra pembalik ramuan. Selesai.....
Darkie tersenyum miring. Ia menyihir jubahnya sehingga berkilau selaras dengan gaun mempelainya. Memasukkan pewangi ( bubuk kayu wangi : Cendana, amber,..... ) ke kantong dalam jubahnya. Lalu bergegas ke kamar Rey sambil membawa penawar racun.
Darkie tersenyum lebar saat melihat Rey berbaring namun sudah mengenakan gaun pengantin. Ia meletakkan cawan penawar di meja. Lalu memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan Rey. Kemudian ******* bibir Rey penuh nafsu
Tidak..... ini tidak boleh diteruskan. Ia bukan calon pengantin Tuan Darkie. Tapi bagaimana cara memberitahunya. Lagi pula, dimana calon mempelai yang asli ?
Darkie melihat mata Rey yang menyiratkan perlawanan. Ia melukai jarinya dan mennempelkan setitik darah di kening Rey sambil menggumamkan satu mantra. Tak lama darah itu meresap hilang. Tampak wajah Rey palsu yang linglung.
Darkie tersenyum. Ia mengeluarkan botol racun cinta. Dioleskannya sedikit ramuan itu di alis Rey. Kemudian Darkie membantu Rey duduk dan meminumkan ramuan penawar racun pelumpuh. Rey palsu menatap Darkie penuh cinta sambil tersenyum.
Darkie hampir saja mencium bibir Rey ketika terdengar panggilan penjaga.
" Mohon ampun, Tuan........
__ADS_1
Bulan sudah hampir mencapai puncaknya. Mari segera mulai proses pernikahan Tuan "
" Oh..... "
Karena ramuan penawar masih belum bereaksi, Darkie memutuskan untuk membopong Rey. Penjaga mengikutinya di belakang. Mereka berjalan agak cepat.
Sampai di depan altar, Darkie menurunkan Rey palsu. Gadis itu berdiri meski masih agak limbung. Ia terpaksa berpegangan pada lengan Darkie. Darkie membiarkannya sambil menunggu bulan purnama tepat di atas. Para pelayan berdiri di sekeliling mereka. Sementara penjaga berdiri di titik-titik tertentu. Suasana sunyi.
" Hu...huuuuw............... hu...huuuuw............ " terdengar suara burung hantu di kejauhan seolah memulai prosesi pernikahan. Darkie mengangguk.
Penjaga dan pelayan mulai menyanyikan lagu kuno pernikahan dengan suara pelan. Lalu seorang pelayan paling tua maju memimpin ritual pernikahan. Ia mengangkat kedua tangannya ke atas. Suaranya yang parau terdengar seperti burung gagak.
" Dengan diberkati oleh bulan purnama yang agung, pernikahan ini dilaksanakan dan disaksikan oleh kita semua. Semoga pasangan mempelai bahagia dan tidak terpisahkan. Jika ada yang berani memisahkan, maka ia akan menerima hukuman ( kutukan ) badan terbelah dan bau busuk. Bagaimana jawaban para saksi ? "
" Ya, kami menyaksikannya " jawab para penjaga dan pelayan serempak.
Lalu pelayan tua itu menuang Anggur ke cawan besar dan memberikan pada Darkie. Darkie meminumnya setengah dan setengahnya diminum Rey palsu.
Setelah itu pelayan tua bertanya sedikit berbisik pada Darkie " Apakah Tuan sudah melakukan perjanjian darah dengan mempelai wanita ? "
Darkie tersenyum mengangguk. Pelayan itu mengambil kedua tangan mempelai dan menumpuknya jadi satu dengan tangannya.
" Saya menyetujui dan mengesahkan perjanjian darah yang sudah dilakukan para calon mempelai pada waktu sebelumnya "
Para pelayan bertepuk-tangan sambil menyanyikan lagu-lagu pernikahan. Beberapa pelayan yang dipilih segere menuang anggur ke cawan-cawan kecil dan membagikannya ke semua penjaga dan pelayan.
__ADS_1
Zigaz diam mengamati semua itu sambil tersenyum. Ia berada di pojok, bertengger di bagian siku tiang penyangga.