
Selesai makan pagi mereka semua segera bersiap-siap. Mereka akan keluar 3 orang tiap satu gerobak. Masing-masing berjarak 10 hitungan. Mereka akan menyebar di sekeliling istana.
Setelah gerobak keluar semua, keluarlah 10 orang menuju toko pemilik senjata. Mereka akan bergabung untuk mengarahkan warga kota agar tidak mendekati area istana.
Lalu Asgar keluar bersama 20 orang yang berjalan terpisah. Rey juga menyusul ke istana. Setelah sampai mereka saling memberi kode. Roti bekal dan Kep dibagikan. Sebentar lagi matahari berada tepat diatas kepala. Keadaan istana tampak sunyi dan seram.
Ketika tiba waktunya, Asgar dan Rey menuju bagian samping istana. Mereka memimpin 10 orang yang membawa peledak bertali. Asgar bertugas memindah-mindahkan mereka karena ia mengenal seluk beluk istana sebelumnya. Sedang Rey bertugas melindungi atau menangani penyihir dan iblis yang datang.
Mereka saling menyentuh tangan atau bahu untuk berpindah tempat secara bersamaan. Asgar mengangguk pada Zacko dan Greg sebelum menghilang. Zacko dan Greg segera berlari ke posisi masing-masing sambil menghitung waktu.
Tempat pertama yang dituju adalah dapur. Mereka menaruh segumpal peledak dengan tali panjang yang dihubungkan pada benda mudah terbakar. Lalu gudang senjata, di situ banyak senjata dan peledak yang dibiarkan sejak istana dikuasai penyihir. Kemudian ke ruang perpustakaan, sudah pasti banyak benda mudah terbakar disitu. Lalu ke ruang pertemuan, ada banyak kursi para menteri disana.
Terdengar suara gemuruh di kejauhan. Asgar menyeringai. Mereka berpindah ke ruang lain yang lebih jauh. Setelah meletakkan peledak Asgar memindahkan semua ke tempat lain lagi dengan bantuan Rey yang memberitahu posisi penyihir yang bergerak dimana. Begitu terus sampai 9 ruangan diberi peledak. Rey merasakan suatu gerakan yang berkekuatan menakutkan. Cepat Asgar disuruh menyelesaikan tugasnya dan ia menyamar sebagai mantel kumal di pojok lorong. Asgar berhasil keluar istana saat terdengar ledakan beruntun di istana bagian dalam.
Mereka langsung bergabung dengan yang lain untuk membantu. Asgar hampir saja masuk lagi ke istana untuk mencari Rey ketika terdengar telepati.
( " Jangan khawatirkan aku, usahakan yang lain memantulkan matahari ke arah istana. Aku akan berusaha mencegah mereka kabur " kata Rey )
Istana bagian tengah mulai terbakar. Greg segera memulai tugasnya. Kebakaran semakin besar dan luas. Suara gemuruh dan raungan terdengar dari dalam istana. Warga kota berbondong-bondong mendatangi istana. Orang-orang Asgar mencegah mereka terlalu dekat. Pemilik toko berteriak-teriak memperingati mereka sambil menjelaskan tentang alasan pembakaran. Warga menyambut senang rencana ini. mereka berdiri menonton agak jauh dari istana.
Rey didalam memperhatikan kepanikan penyihir dan iblis. Ia memutuskan akan mengurung mereka dengan bola api, itu akan membakar mereka yang berusaha lolos dari istana. Segera ia berpindah tempat ke luar dan melayang diatas istana. Ia mengerahkan tenaga untuk menarik api istana agar saling berkaitan menutup istana secara keseluruhan.
Iblis-iblis meraung saat terbakar. Penyihir berteriak dan mencoba melewati api namun itu sia-sia. Kekuatan mereka tidak sebanding dengan Gadis Takdir. Tapi Rey merasa Destraco baik-baik saja. Ia curiga Destraco membunyikan diri.
Asgar dibawah terus mengawasi Rey. Ia khawatir posisi Rey terlalu mudah untuk diserang penyihir yang lolos. Akhirnya Asgar melayang mendekati Rey, berdiri di samping agak ke belakang. Ia menggunakan perisai angin untuk menopang kakinya dan Rey. Dengan begitu Rey cukup konsentrasi pada bola apinya.
__ADS_1
Kira-kira lewat 40 hitungan sudah tak terdengar lagi suara-suara dari dalam istana. Namun Rey tetap membiarkan api menyala sampai semuanya habis. Hanya ada reruntuhan yang menjadi arang.
Semua anggota dan warga yang menyaksikan bersorak gembira. Ada juga yang melompat-lompat. Namun tiba-tiba Rey menarik nafas dan menatangkan tangannya ke depan.
" Blaaarrr...... ! " satu sosok tak terlihat menabrak keras dinding cahaya yang mendadak dibuat Rey.
Pecahan kaca berhamburan kemana-mana. Asgar reflek membuat perisai angin didepan Rey dan merangkul pergi.
" Pyaaaarrr ...... ! " perisai angin Asgar pecah. Orang-orang dibawah berteriak kaget dan berlarian menyingkir.
Asgar menoleh dan tangannya segera memanipulasi pecahan menjadi angin lagi agar tidak mengenai orang-orang di bawah.
Lalu Asgar menurunkan Rey. Dilihatnya mulut Rey mengeluarkan darah agak banyak. Menetes ke gaun dibagian dadanya.
" Tidak apa, ia sudah pergi " jawab Rey menatap ke arah barat.
Zacko dan yang lainnya berlari mendekat.
" Nona...."
" Tuan Asgar...."
" Tenangkan warga kota, jangan beritahu siapa Nona yang sebenarnya, aku akan membawanya ke markas " Asgar memberi perintah sebelum menghilang.
__ADS_1
Zacko segera memberi perintah pada yang lainnya. Separuh menenangkan warga dan separuh membereskan kekacauan. Ia dan beberapa orang nekat mengecek reruntuhan istana, walau dengan rasa waspada.
Suasana di ibukota terdengar gempar. Kabar tentang pembakaran istana sudah terdengar di seluruh ibukota. Iblis dan penyihir sudah tidak ada lagi. Semua keluar rumah dan bersorak-sorai. Saling tersenyum lebar dan menepuk bahu. Toko roti membagi-bagi roti yang ada di etalase. Banyak laki-laki melompat-lompat dan menari kegirangan. Pemilik toko pakaian melempar banyak uang perak sebagai tanda syukur.
Oh, sungguh pemandangan yang menyenangkan ketika kegembiraan menaungi seluruh kota...
Asgar muncul di lorong markas. Ia membaringkan Rey di salah satu kamar tamu. Tak lama Kendrick muncul bersama Alice. Kendrick memeriksa Rey dan membantu pemulihan. Sementara Alice menyiapkan air bersih untuk membersihkan darah Rey. Kemudian Asgar dan Kendrick keluar untuk membiarkan Alice mengganti baju Rey.
" My Lord.... apakah Nona baik-baik saja ? " tanya Asgar.
" Ya... jangan khawatir. Aku harus segera kembali. Alice akan disini merawatnya " jawab Kendrick sambil menepuk bahu Asgar sebelum menghilang.
Alice keluar dari kamar, dibiarkannya pintu kamar terbuka sedikit. Ia meminta Asgar menjaganya selama Alice memasak ramuan obat. Asgar mengangguk dan bersandar di tiang pintu.
Ketika sore Zacko dan yang lainnya kembali. Mereka semua berwajah ceria. Zacko menemui Asgar.
" Tuan, bagaimana keadaan Nona ? " tanya Zacko.
" Nona baik-baik saja, hanya perlu istirahat untuk pemulihan tenaga " jawab Asgar.
" Zacko.... ajak 30 orang keliling kota. Berikan perintah pada semua orang untuk menyalakan obor di dalam rumah dan sepanjang jalan agar terang. Jika malam ini tak ada lagi penyihir dan iblis, maka selamanya kita akan menyalakan obor di seluruh kota setiap malam " perintah Asgar.
" Baik Tuan " Zacko segera melaksanakan perintah Asgar. Ia harus cepat memberitahu seluruh warga kota agar iblis dan penyihir tidak kembali lagi ke ibukota. Anak-buahnya segera berpencar untuk menyiarkan pesan ke seluruh kota. Tentu saja warga kota menyambut baik hal itu. Mereka segera pulang untuk menyiapkan obor dan memasangnya di tiang-tiang jalan.
Hari sudah hampir gelap ketika anak buah Zacko
__ADS_1
kembali ke markas. Sementara Zacko masih mengecek seluruh ibukota dengan berkuda. Ia kembali tepat 10 hitungan sebelum benar-benar gelap. Tapi obor-obor di jalanan semua sudah dinyalakan sehingga terlihat terang walaupun sepi.