GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
141. Kembali Ke Rumah Richard


__ADS_3

" Dia akan segera sadar. Sebaiknya kita kembali ke kota. Aku akan memberimu kekuatan, gendonglah dia " kata Rey.


Asgar segera memanggulnya. Rey memegang lengannya, mereka keluar dari dimensi. Mereka mencari rumah Richard dengan bertanya pada orang-orang. Sepanjang jalan Rey memegang lengan Asgar seolah-olah nenek yang membutuhkan pegangan saat berjalan. Padahal Rey menyalurkan kekuatan sedikit agar Asgar tidak kelelahan memanggul Richard.


Akhirnya mereka sampai di rumah Richard. Rumahnya cukup mewah karena ia seorang pengusaha. Ada banyak orang yang memang menunggu kembalinya Richard. Mata orang-orang itu takjub melihat seorang kakek mampu memanggul Tuan Richard.


Mereka segera mempersilahkan Rey dan Asgar masuk. Lalu seseorang membimbing Asgar menuju kamar Richard. Asgar meletakkan Richard di pembaringan dan keluar menemani Rey di teras bersama orang-orang.


" Aku dengar nyonya Richard sempat menyerang salah satu pelayannya. Bagaimana keadaannya ? Dimana dia ? " tanya Rey.


Mereka saling bertanya pada yang lain.


" Nek, pelayan itu dirantai oleh Tuan Richard karena dirasuki iblis juga. Apa nenek ingin melihatnya ? " tanya kepala pelayan rumah Richard. Rey mengangguk.


Akhirnya kepala pelayan itu membawa Rey dan Asgar ke deretan kamar pelayan perempuan. Asgar mengekor di belakang. Ketika pintu terbuka, tampak seorang pelayan wanita muda berpenampilan berantakan. Rambutnya tidak disisir. Matanya sedikit merah. Kedua tangan dan kakinya dirantai.


Rey kasihan menatapnya. Ia menghela nafasnya.


" Siapa nama pelayan ini ? " tanya Rey.


" Ramona, nek " jawab kepala pelayan.


" Tolong perintahkan pelayan wanita lain untuk bersiap membersihkan pelayan ini. Aku akan mengusir iblisnya " kata Rey pada pelayan laki-laki itu.

__ADS_1


" Baik nek.... Apakah nenek perlu bantuan yang lain ? " tanya kepala pelayan itu.


" Ya, nanti kau buka rantainya ya.... " kata Rey.


" Baik nek " jawab pelayan itu berlalu memanggil seorang pelayan wanita dan mengambil kunci untuk membuka gembok rantainya.


Rey dan Asgar menunggu sambil mengamati Ramona. Sementara Ramona hanya menyeringai dan melirik tak tentu arah sedari tadi. Ketika pelayan laki-laki itu kembali bersama seorang pelayan lain (wanita), Rey dan Asgar masuk mendekati Ramona yang duduk terikat rantai.


Rey membaca mantra dan meniupkan ke kedua tangan Asgar.


" Tolong nanti tahan dia supaya jangan sampai merusak dirinya sendiri ( tangan terpelintir rantai atau kepala dijedotkan ke dinding ) " katanya pada Asgar. Asgar mengangguk dan bersiap-siap.


Rey mengambil nafas panjang lalu membaca mantra. Dari tangannya terlihat seberkas cahaya terang. Rey menempelkan kedua tangannya di dada Ramona. Ramona melotot padanya sambil menggeram.


" Hrrrrr......... " tangannya bergerak-gerak ingin lepas dari rantai.


Ramona semakin kuat berontak. Kedua tangannya dihentak-hentakkan sehingga mulai lecet berdarah. Mulutnya juga berteriak-teriak keras. Beberapa orang datang mengintip tapi diusir oleh kepala pelayan rumah Richard.



Setelah 20 hitungan satu iblis berwujud asap hitam keluar dari kepala Ramona. Tangannya terulur hendak menyerang kepala Asgar. Rey terpaksa menarik Asgar secepatnya hingga Asgar terjengkang. Kemudian Rey menampar tangan iblis itu hingga buyar ( karena wujudnya asap ). Namun asap itu kembali lagi terbentuk. Rey tak berani menyerangnya sembarangan karena sebagian wujudnya masih berakar ditubuh Ramona.


Kepala pelayan segera membantu Asgar bangun. Rey membentuk bola di sekeliling Ramona dan memantrainya, jadi iblis itupun ikut terkurung. Iblis itu masih berusaha bertahan agar tidak lepas dari tubuh Ramona. Tapi kekuatan cahaya yang dimasukkan Rey masih bekerja mendorong iblis itu keluar. Rey berdiri diam menunggu proses pengeluaran selesai. Asgar mendorong pak kepala pelayan agar tetap diluar, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

__ADS_1


Terlihat bagian lutut iblis itu sudah keluar dari kepala Ramona. Iblis itu menjambak rambut Ramona demi usahanya menahan tubuhnya agar tidak terus keluar. Rey tersenyum miring melihat hal itu. Ternyata iblis ini benar-benar membutuhkan tempat tinggal. Selama 5 hitungan tubuh iblis sudah keluar mencapai tumit kaki.


Kepala pelayan dan pelayan wanita itu menatap ngeri dan kasihan melihat iblis itu menjambak dan memukuli kepala Ramona. Asgar berkali-kali menghela nafas menahan kekesalannya. Baginya lebih nyaman membunuh langsung daripada seperti itu.


Sedikit lagi iblis itu keluar dari tubuh Ramona. Rey berputar ke samping dan menempelkan kedua tangannya di bola kaca yang menempel dengan bagian kaki Ramona. Rey membaca suatu mantra dan meneruskannya langsung ke kaki Ramona tepat saat iblis itu keluar sepenuhnya.


Benar sesuai dugaannya. Iblis itu berusaha masuk kembali ke tubuh Ramona. Ia menabrak berkali-kali di dada, kepala dan wajah Ramona (mata dan mulut juga jalan masuk roh gelap atau iblis.


( " Asgar, cepat uraikan tubuh iblis itu sekarang " )


Asgar maju dan menempelkan kedua tangannya di bola kaca. Ia mulai berkonsentrasi merasakan pergerakan iblis dalam kaca. Rey mengamati sambil melindungi tubuh Ramona dengan kekuatan yang disalurkan.


Iblis itu terus saja menabrakkan dirinya ke tubuh Ramona berkali-kali, berusaha masuk. Namun tubuh Ramona seperti terlindungi sesuatu. Ia melihat Rey dan Asgar yang sedang menyentuh kaca. Tahulah dia bahwa kedua orang ini penyebab kegagalannya.


Iblis itu menabrak dinding tepat dihadapan Asgar hingga Asgar terkejut dan tanpa sadar melangkah mundur. Tangannya tak sengaja terlepas. Tapi Asgar cepat-cepat maju lagi dan menempelkan kedua telapak tangannya. Kali ini ia berusaha lebih konsentrasi dan tak terpancing dengan ulah iblis itu.


Iblis itu kembali menabrakkan dirinya di depan Asgar lagi, tapi Asgar tidak terkejut. Iblis itu beralih mengganggu konsentrasi Rey. Rey hanya mencibir atau menyeringai. Iblis itu semakin marah. Ia mencoba menyakiti Ramona, tidak bisa. Rey sudah melindunginya dengan kekuatannya. Tubuh Ramona takkan luka atau tercabik sama sekali.


Ia meraung sekuat-kuatnya, namun suaranya tidak terdengar dari luar. Tiba-tiba iblis itu tertegun. Ia menatap Rey, Rey mengejek. Lalu ia menatap Asgar yang matanya memancarkan sinar kemenangan. Iblis itu marah dan menggedor-gedor bola kaca di hadapan wajah Asgar.


" Duaaarrr... Duaaarrr.... Duaaarrr....... "


Tapi usahanya sia-sia karena Rey menciptakannya dari elemen cahaya campur jiwa. Ini diciptakan karena ada Ramona yang tidak bersalah namun ikut terkurung . Tidak akan dapat dipecahkan kecuali Rey sendiri atau Ramona yang ingin keluar.

__ADS_1


Iblis itu menyadari ada serangan dalam tubuhnya yang berwujud asap. Ia merasakan pergerakan tak sama pada setiap unsur asapnya. Ia tahu Asgarlah pelakunya. Ia meraung dan berputar-putar tak tentu arah. Ditabraknya setiap sisi bola kaca.


Kepala pelayan menggeleng-geleng karena pusing melihatnya berputar-putar. Kadang kala ia terkejut juga saat iblis itu menabrak kaca. Sedang pelayan wanita itu menutup mulutnya agar tidak ribut.


__ADS_2