GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Para Lelaki Tampan Dan Gadis Cantik


__ADS_3

" Hei anak muda....... kau itu tampan, tapi sayang pipimu merah muda. Apa kau habis bertengkar dengan kekasihmu sampai ia menamparmu begitu keras ?! Hi...hi...hi...hi......... " seorang wanita tua berkata sambil tertawa.


" He...he...he...he.....


Ha...ha...ha...ha..... "


Para lelaki tua dan muda disitu tertawa keras. Axel mengerutkan alisnya. Ia menatap Rey yang masih bersembunyi dibelakang pria tampan itu. Axel ingat tadi Rey menamparnya saat di sungai. Oh tidak, pasti bekas tamparan itu masih terlihat sekarang. Pantaslah ia ditertawakan mereka semua. Sialan..... !


Axel melesat pergi dengan rasa malu dan kesal. Ia merubah dirinya kembali seperti semula.


Axel segera kembali ke istana. Dipandangnya wajahnya di kaca rias. Benar..... ada bekas tamparan tangan Rey di pipinya. Axel membuka laci dan mencari salep luka, lalu mengoleskannya.


Axel kembali terbayang ciuman tadi. Bibir Rey terasa lembut dan kenyal. Ia tersenyum-senyum sendiri. Axel segera membersihkan kaki dan naik ke ranjang. Tubuhnya terasa amat lelah.


Perjalanan terbang ke bukit Lovia sangat jauh. Kemarin malam ia terbang agak lambat karena menggendong Rey. Sedang tadi lebih cepat karena sendirian. Ia juga mengerahkan tenaganya untuk membuat perisai telepati dan menyamar jadi Lord Kendrick. Sekarang ia benar-benar kelelahan dan butuh istirahat karena tenaga dalamnya terasa berkurang banyak. Dipejamkannya matanya sambil tersenyum membayangkan Rey. Tak lama ia sudah terlelap.


Asgar kembali setelah mengantar orang-orang tadi. Namun ia bertemu Carol di perjalanan.


" Tuan Asgaaar....... ! " Carol langsung memeluk erat Asgar.


" Eh........ " Asgar terkejut dan berusaha melepaskan Carol. Ia malu karena dilihat beberapa orang di sekitar.


" Nona, bersikaplah yang sopan " tegur Asgar.


" Anda kemana saja selama ini, aku rindu padamu....... " ucap Carol tanpa malu. Wajah Asgar merona merah.


" Maaf nona, saya tidak pantas anda rindukan. Saya sudah bertunangan " kata Asgar tanpa basa-basi.


Carol tercengang mendengar keterangan Asgar. Hatinya seketika hangus berasap. Ia tak bisa berkata-kata.


" Permisi, nona..... " Asgar pamit begitu saja.


" Aaah........ Asgaaar....... Kau terlambat melihat badut...... " Kata Zigaz ketika Asgar muncul.


" Hah...... !? siapa ? ceritakan padaku " Asgar duduk disamping Rey. Ia memberikan kantong berisi kue pie buatan nenek Wilma. Lalu mendengarkan cerita Zigaz tentang Pangeran Axel. Mereka tertawa sambil berbisik-bisik. Sementara Rey menikmati pie dengan senang. Ia juga memberi sepotong-sepotong pada Asgar dan Zigaz.

__ADS_1


Beberapa pemuda pemudi menatap mereka dari jauh. Mereka terpesona dengan kecantikan Rey atau ketampanan Asgar dan Zigaz. Mereka menduga-duga tiga orang itu bersahabat atau bersaudara ? Para pria ragu ingin berkenalan dengan Rey. Sementara para gadis juga ingin menyapa Asgar dan Zigaz.


Seorang gadis cantik berkerudung berdiri didepan Rey. tersenyum sinis pada Rey.


" Jadi ternyata kamu seorang ****** ya ? " katanya tersenyum sinis pada Rey.


Mereka bertiga menatapnya heran sambil mengerutkan alis.


" Apa maksudmu, nona ? " tanya Asgar tidak suka.


" Gadis ini adalah seorang ****** ! Ia sudah merebut kekasihku, sekarang malah bermain cinta dengan laki-laki lain. Dasar ******.... ! "


" Plaaakkk...... ! "


" Ah...... ! "


" Asgar...... ! " Rey dan Zigaz menarik lengan Asgar.


" Jangan berani-beraninya menyebut dia ******. Dia adalah saudaraku ! " Asgar melotot marah pada gadis itu. Zigaz maju ke depan


" Kau siapa ? " tanya Zigaz menampakkan wajah garang.


" Aku.... aku Thalia "


" Thalia.... ? " Rey mengintip dari balik tubuh Zigaz. Ia menatap lebih teliti pada wajah gadis berkerudung itu. Ia ingat, gadis ini menyukai Pangeran Axel.


" Ooo....... ternyata kamu. Bukankah kamu tahu Pangeran Axel tidak punya hati untukmu. Jadi mengapa ingin menyalahkan aku ? Atau kamu cemburu melihatku dekat dengan saudaraku ? "


" Iiissh....... " Thalia menahan mulutnya dan segera pergi. Rey hanya mencibir.


Beberapa pemuda yang mendengar itu merasa lega. Ternyata gadis cantik itu punya hubungan saudara dengan kedua lelaki tampan itu, bukan kekasih. Gadis-gadis juga diam-diam tersenyum lega. Kedua lelaki tampan itu belum punya kekasih. Itu berarti ada kesempatan untuk mendekati mereka.


" Nona, kenalkan.... namaku Ergoo " seorang pemuda mengulurkan tangannya pada Rey. Zigaz menarik Rey ke sisinya.


" Ehm, tuan..... namaku Rambo. Bolehkah aku mengenal adikmu ? " pemuda lain juga mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Eh, tuan tampaaan....... aku Sandra. Aku juga ingin mengenalmu " kata seorang gadis dengan gaya genit.


" Astaga........ " Asgar menepuk dahinya.


" M...maaf....... Lain kali saja kita berkenalan. Hari sudah mulai gelap. Kami harus kembali. Mohon maaf........ "


" Yaaah.......... " terdengar banyak gumaman kecewa.


Zigaz sedikit menyeret Rey dan Asgar agar segera pergi. Mereka terus berjalan tanpa tujuan. Akhirnya berbelok masuk sebuah restoran. Beberapa pengunjung menatap kagum pada mereka.


Ketika sedang makan, terdengar suara seorang gadis.


" Jadi, inikah tunanganmu tuan Asgar ? " ternyata itu Carol. Ia datang bersama teman-temannya.


Sebenarnya teman-temannya lah yang memberitahu tentang keberadaan Asgar di restoran ini. Carol yang ingin melihat tunangan Asgar segera datang. Dan memang Rey sangat cantik. Teman-temannya juga mengagumi kecantikan Rey. Mereka juga terpesona dengan Zigaz yang tampan. Kalau bukan karena Carol, mereka sudah pasti ingin berkenalan dengan Zigaz.


Rey, Asgar dan Zigaz hanya menatap mereka dengan heran. Tidak tahu apa tujuan gadis-gadis ini menanyakan tentang tunangan Asgar.



" Ehm...... nona Carol. Ada apa kesini ? Apa nona juga sedang makan malam disini ? " tanya Asgar biasa saja.


" Oh..... aku hanya ingin melihat seperti apa wajah tunangan anda tuan Asgar. Siapa tahu aku mengenalnya " jawab Carol sambil menatap Rey. Entah apa tujuannya. Rey semakin terlihat cantik saat tersenyum.


" Boleh kami bergabung... ? " satu suara berwibawa terdengar. Mereka semua menoleh.


" Silahkan My Lord..... " jawab Zigaz cepat menyiapkan kursi.


Kendrick mencium pipi Rey sebelum duduk. Sedang Alice mencium pipi Asgar setelah duduk. Carol dan teman-temannya tercengang melihat semua itu. Ternyata tunangan Asgar bukan gadis tadi, tapi yang baru saja datang bersama pria tampan satu lagi.


Oh ya ampuuun........... mereka semua adalah orang-orang cantik dan tampan. Apalah dirinya yang berwajah biasa saja ini hendak bersaing ? Carol merasa malu. Ia segera menyeret teman-temannya pergi dari restoran. Tapi teman-temannya memaksa Carol duduk dimeja lain.


Mereka mengamati meja Rey dengan pandangan kagum. Terlihat sekali Katty dan Martha menatap Zigaz terus. Sedang Carol merasa kecewa dan kesal. Pantaslah tuan Asgar tidak menginginkannya. Kekasihnya lebih cantik dan tinggi darinya. Nona cantik yang satu lagi juga sangat cocok dengan pria tampan berwajah teduh itu.


Aaah..... !

__ADS_1


Carol bangkit meninggalkan teman-temannya dengan wajah cemberut. Musnah sudah impiannya untuk memiliki Asgar. Ia berjalan pulang dengan hati penat.


Sementara Rey berlima menikmati makan malam sambil bercanda. Mereka tak perduli lagi pandangan sekitarnya.


__ADS_2