
Hari mulai gelap. Carol sudah berdandan sedari tadi. Ia menyuruh pelayannya untuk mengingatkan teman-temannya agar tidak terlambat datang ke restoran Trezzy. Carol mengenakan gaun dengan bahu dan lengan terbuka berwarna pink keunguan. Pelayan mendandaninya dengan cermat. Carol berencana membawa 2 pelayan perempuan nanti.
Ketika bulan sudah muncul, Carol berangkat naik kereta bersama 2 pelayannya. Ia disambut teman-temannya yang sudah sampai lebih dulu.
" Ooouuuh Carooool.............. Gaunmu sangat baguuus....... kau terlihat menggoda memakai gaun itu " ucap Katty sambil membelai-belai gaun itu.
" Ya, Carol...... Kau sungguh berani " ucap Martha kagum. Ia juga mengitari Carol dengan senyum menggoda.
Carol tersenyum lebar mendengar pujian teman-temannya. Ia memang berniat menggoda Asgar agar semakin terpesona padanya.
" Kalian pesanlah makanan lebih dulu, aku yang akan membayarnya. Tapi kalian jangan menggangguku ya...... ? " ucap Carol mengedipkan matanya.
" Tentu sajaaaa.......... " jawab Katty.
" Jangan khawatir nona cantiiiik.......... " ucap Karen sedikit genit.
Teman-teman Carol segera masuk dan memesan makanan. Mereka memilih makanan yang mahal-mahal untuk dinikmati sambil menunggu waktu. Carol memilih meja di tengah. Beberapa pria menatapnya penuh minat. Carol sengaja menebar senyum.
Tak lama Asgar datang. Carol melambaikan tangannya. Teman-teman Carol saling berbisik terpesona melihat perawakan Asgar yang tinggi dan gagah.
Asgar hanya tersenyum kecil dan langsung duduk. Ia tidak menyambut Carol yang merentangkan kedua tangan ( bermaksud memeluknya ).
( " Asgar...... sabarlah...... jangan sampai dia merajuk sebelum memberitahu informasinya " ) kata Rey. Ternyata Rey sudah duduk di pojokan sehingga Carol tak menyadarinya.
Asgar terpaksa tersenyum lebar pada Carol. Ia hanya menjabat tangan Carol sebentar saja. Carol segera melambai pada pelayan restoran.
" Tuan dan Nona, anda ingin dihidangkan apa ? " tanya pelayan dengan sopan.
" Sediakan makanan terbaik disini " pesan Carol.
" Baik Nona, minumannya ? "
" Aku ingin anggur merah " jawab Carol.
" Dan Tuan.... ? "
" Arak manis " jawab Asgar singkat.
Carol tercengang, biasanya para pria lebih menyukai minuman yang memabukkan. Tapi pria ini malah memesan arak manis ? Carol menutup mulutnya. Ia tersenyum mengira Asgar pria baik-baik yang tidak suka mabuk.
" Tuan Asgar..... apakah anda akan tinggal lama disini ? " tanya Carol lembut.
" Maaf Nona, aku di sini hanya sebagai pengunjung sementara. Tuanku mempunyai keperluan dikota ini "
__ADS_1
" Oh..... apakah wanita tua yang bersama anda kemarin adalah nenek anda ? "
" Hmm..... "
" Lalu, siapa yang dimaksud tuan anda ? "
" Apakah itu penting bagimu ? " tanya Asgar tidak suka.
" Oh tidak..... M...Maafkan saya...... " Carol buru-buru minta maaf.
Makanan dan minuman datang dibawa pelayan. Asgar segera menikmatinya karena lapar. Carol menggigit bibirnya karena tidak merasakan Asgar tertarik padanya. Padahal ia sudah mengeluarkan uang banyak untuk membeli gaun ini. Apakah hati Asgar seperti batu ?
" Nona Carol...... ? "
" Eh..... Y...ya......? Ada apa tuaaan......? " tanyanya dengan suara mendayu.
" Apakah anda tidak ingin makan ? "
" Oh... ya, tentu "
Carol segera makan perlahan. Asgar sudah hampir selesai. Ia menunggu sambil minum arak manis. Sepuluh hitungan kemudian, Carol sudah selesai. Tapi banyak makanan yang tersisa. Teman-teman Carol dimeja lain terus berbisik-bisik sambil tersenyum.
" Katakan padaku informasi apa yang ingin anda sampaikan..... " tanya Asgar.
" Ehm...... tak perlu buru-buru, tuan. Kita bisa berbicara sambil menikmati waktu bersama " tawar Carol tersenyum legit.
" Oh..... tunggu dulu tuan. Akan saya katakan. Duduklah........ " Carol panik.
Asgar kembali duduk dengan tenang. Carol kecewa. Ia berharap bisa berjalan-jalan dengan Asgar setelah makan malam, ternyata Asgar harus kembali bekerja.
" Ehm..... itu...... Tadi siang setelah anda pergi dari kantor kota, ehm....... Hakim Agung datang...... Ia juga menanyakan tentang keluarga penyihir. Terutama gadis yang berusia dewasa tapi belum menikah "
kata Carol pelan takut terdengar orang lain.
Asgar menaikkan alisnya sebentar, lalu kemudian mengerutkan alisnya.
" Apakah anda mengatakan siapa saja nama gadis-gadis itu ? " tanya Asgar ingin tahu.
" Ya, mereka adalah Clarisa dari keluarga Martinoz, berumur 19 tahun dan Griselda dari keluarga Brazon, 21 tahun "
Asgar menghela nafas.
" Nona bilang dia Hakim Agung ? maksud nona, Pangeran Axel ? "
" Benar, Tuan.... "
__ADS_1
" Hmmm...... baiklah saya akan memberitahukan hal ini pada tuanku. Terima kasih atas informasinya, nona. Saya harus segera pergi. Sampai jumpa, selamat malam " Asgar menjabat tangan Carol namun tidak menciumnya ( tanda Asgar tidak tertarik pada Carol ).
Carol terperangah. Ia tak menyangka Asgar akan langsung pergi setelah mendengar informasinya. Teman-teman Carol yang melihat itu juga tercengang. Jadi pria itu bukan kekasih Carol. Mereka saling pandang.
Asgar melangkah keluar tanpa menoleh lagi. Rey juga teleportasi langsung keluar setelah meletakkan beberapa koin di meja. Mereka melangkah bersama kembali ke penginapan.
Teman-teman Carol segera merubung Carol dan ribut bertanya.
" Carol...... ? Apa benar dia kekasihmu ? " tanya Martha.
" Kenapa pergi, katanya mau jalan-jalan ? " tanya Katty.
" Apa dia marah padamu ? " tanya Karen
" Aaaaaah, tidak tahu ah, minggir..... ! "
Carol segera membayar tagihan makan lalu bergegas pergi tanpa peduli teman-temannya. Dua pelayannya berlari mengikutinya.
" Eh...... ? Carol..... ? " Martha memanggil nya.
" Caroool...... ?! " Teriak Katty.
" Apakah mereka bertengkar..... ? tanya Karen.
Martha dan Katty mengangkat bahu. Akhirnya mereka juga pulang dengan bertanya-tanya tentang Carol.
Di dalam kereta,Carol duduk menutup muka dengan kedua tangannya. Ia tak tahu harus menangis atau marah. Ia memang kecewa karena Asgar tak bisa menemaninya jalan-jalan. Tapi ia juga tak bisa marah karena Asgar bukan kekasihnya. Lebih tepatnya belum. Ia malu pada teman-temannya. Ia sudah terlanjur mengakui Asgar sebagai kekasihnya. Seandainya tadi Asgar bisa berjalan-jalan dengannya walaupun sebentar.
Aaah itu dia...... ! Asgar memang sedang bekerja pada seseorang. Tentu saja tak bisa pergi jalan-jalan seenaknya. Salah Carol sendiri yang hanya meminta Asgar menemaninya " makan malam ". Bukan berjalan-jalan.
" Aaaah........... betapa bodohnya aku........ " Carol memukuli kepalanya dan juga menjambak-jambak rambutnya walaupun pelan.
" Eeh..... Nona, jangan lakukan itu. Nanti anda sakit kepala " teriak pelayan pertama terkejut.
" Nona, tenangkan dirimu.... "
Dua pelayannya berusaha menahan kedua tangan Carol agar berhenti memukuli kepalanya sendiri. Mereka mengira nonanya sangat kecewa sehingga berbuat itu. Carol segera berhenti mendengar para pelayannya berteriak heboh.
" He...he...he...he..... Jangan khawatir, aku tidak gila. Hanya saja aku begitu bodoh telah salah mengajaknya jalan-jalan, padahal ia sedang bekerja "
" Oooooh.......... maafkan kami Nona " Kedua pelayannya segera melepaskan tangannya sambil meminta maaf.
" Hmmm....... " Carol hanya tersenyum. Ia mulai memikirkan rencana selanjutnya.
Tanpa mereka sadari kereta sedang berhenti.
__ADS_1
" Nona, apakah anda baik-baik saja ? " tanya kusir kereta. Ia mengira terjadi apa-apa di dalam.
" Eh.... iya...... kami semua baik-baik saja " jawab salah satu pelayannya. Carol dan pelayan satunya menahan tawa. Kereta kembali berjalan.