GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
25. Tamparan Sihir


__ADS_3


Hari ini Rey kembali melanjutkan perjalanan. Saat melewati pasar terlihat ada kegaduhan. Rey menoleh pada Asgar. Asgar segera turun mencari tahu ada apa. Terdengar suara pukulan dan rintihan seseorang.


Ketika melihat apa yang terjadi, Rey memberi isyarat pada Asgar. Segera Asgar mendekat dan merebut salah satu kayu kemudian mendorong mundur para pemukul.


" Hei ..... siapa kau ! mengapa ikut campur urusan kami ? "


Asgar tak memperdulikan teguran itu. Ia berdiri gagah menutupi Rey yang datang menolong wanita itu. Kemudian Rey menyuruh wanita itu pulang. Tak lupa diselipkannya beberapa koin emas ke tangannya.


Lalu Rey berdiri disamping Asgar. Segera mereka mengenalinya sebagai gadis yang kemarin bertemu di depan rumah makan.


" Kamu ...... ! Kalian cepat bunuh pria ini dan tangkap gadis itu "


Asgar segera mengambil pedang dari punggungnya. Rey mengatakan sesuatu pada Asgar. Asgar mengangguk menyeringai. Ia mulai bergerak menyelesaikan para pemukul itu.


Sementara Rey meniup tangannya sambil mendekati pemuda yang telah menyuruh orang-orangnya menganiaya seorang wanita tua. Tangannya menampar kuat ke pipi pemuda itu hingga terpelanting.


" Tanda itu takkan hilang sampai kau berubah lebih baik kepada siapapun "


" Woaahh..... " orang-orang terkejut takjub dengan kekuatan tamparan Rey. Pemuda itu segera bangun duduk. Ia memegang pipinya yang terasa perih. Kelihatannya ia sedikit linglung. (Rey pergi diam-diam dengan Asgar) .


Ketika kesadarannya sudah kembali , pemuda itu segera bangkit dan memandang sekelilingnya mencari Rey. Tapi orang-orang yang melihatnya berbisik-bisik sambil tersenyum. Bahkan ada yang menertawakannya . Dengan marah pemuda itu kembali ke rumahnya.


Saat tiba dirumah ibunya melihat bekas tamparan di pipi anaknya.


" Astaga anakku..... apa yang terjadi padamu nak, siapa yang telah berani menamparmu ? "

__ADS_1


" Hhh..... aku tak tahu siapa dia Bu, rambutnya hitam dan matanya berwarna biru "


" Apa ?! kenapa dia menamparmu ? "


" Aku ............. dia menolakku "


" Tidak mungkin .... ! hanya gadis bodoh yang berani menolakmu. Sudahlah, kau oleskan dulu salep di pipimu supaya bekasnya hilang. Jangan sampai ayahmu melihatnya " .


Saat makan malam keluarga itu berkumpul. Ayahnya melihat bekas telapak tangan di pipi anak laki-lakinya.


" Apa kau membuat masalah hari ini , nak ? "


" T...tidak ayah "


" Lalu mengapa ada tanda tangan di pipimu ? "


" Hanya seorang gadis bodoh saja yang menolak anakmu, suamiku. Kau tak usah khawatir "


" Aku mendengar kejadian di pasar hari ini, apa ada hubungannya denganmu ? "


" T... tidak ayah. Aku hari ini ke taman bersama teman "


" Hmmm........ "


* * * * *


Esoknya para pelayan menggunjingkan bekas tamparan dipipi pemuda itu. Mereka merasa aneh karena sampai hari ini bekasnya masih terlihat sangat jelas. Seharusnya akan terlihat samar setelah lewat sehari.

__ADS_1


Pemuda itupun marah-marah. Ibunya segera menyuruh tabib datang memeriksa.


" Nyonya, sepertinya ini bukanlah tamparan biasa "


" Apa maksudmu ? "


" Saya khawatir ini adalah tamparan sihir "


" Apa ?! " Nyonya Meddy dan puteranya setengah berteriak.


" Katakan lebih jelas "


" Tamparan sihir dilakukan dengan mantra. Yang saya tahu itu takkan hilang kecuali dengan syarat yang disebutkan dalam mantranya. Saya khawatir putera anda telah menyinggung seorang penyihir "


" Apa kau tidak bisa menghilangkannya ? "


" Maafkan saya nyonya, saya bukan keturunan penyihir "


" Jadi maksudmu hanya orang yang menguasai sihir yang bisa menolong anakku ? "


" Benar nyonya "


" Arrrrrggghh....... Gadis bodoh ! aku akan mencari dan membunuhnya kali ini "


" Anakku tenanglah, kau tidak mungkin keluar dalam keadaan seperti itu, orang-orang akan menertawakanmu. Ibu akan menyuruh orang mencarinya "


Tabib pun pamit mengundurkan diri.

__ADS_1


__ADS_2