
Setelah itu beerapa orang beranjak melanjutkan tugasnya masing-masing. Tapi sebagian masih duduk mengobrol di pelataran. Mereka masih membicarakan tentang pertarungan hari ini. Terutama tentang Asgar yang sudah bisa sihir walaupun di level rendah. Bahkan Putri Rey juga penyihir yang masih baru .
Alice datang dengan tidak malu memeluk Asgar dari belakang sambil mengucapkan selamat.
" Asgar, kau hebat ..... ! "
" Aiiissh Alice.... apa kau tidak malu dilihat banyak orang ?! " bisik Rey.
Alice segera melepaskan pelukannya. Pipinya bersemu merah.
" Jangan lupa , besok dia masih akan melawanku. Kau harus berdoa supaya dia tidak lecet sedikitpun " Kendrick meledek.
Asgar dan Rey tertawa melihat Alice cemberut.
" Ah My Lord.... tolong jangan terlalu keras padanya.... Jika tidak aku takkan membiarkan Nona Rey berduaan denganmu " Alice balas mengancam.
" Ha..ha...ha.... "
"Baiklah, aku akan beristirahat sebentar. Nanti kita akan bertemu lagi, Asgar "
" Baik Nona "
__ADS_1
Rey bangkit dan menggandeng Alice pergi. Rey kembali ke kamar, sebelum mandi ia berpesan pada Alice untuk membuatkan lagi gaun bertarung warna biru muda.
Alice segera menyiapkan gaun ganti di tempat tidur. Lalu mencari gaun biru dan membawanya ke tempat Ibu Penjahit.
Setelah mandi Rey hanya rebahan. Ia sedang memikirkan cara untuk melawan Kendrick besok. Secara tingkat kekuatan, ia pasti kalah jauh dari Kendrick. Jadi dapat dipastikan apapun serangan Rey , pasti Kendrick bisa mengatasinya. Ia tanpa sadar membolak-balikkan badannya.
Karena terlalu resah, Rey bangun keluar mencari Asgar. Ia mencari di pelataran tidak ada. Yang ada malah banyak prajurit berlatih berpasangan. Ia mencari berkeliling tetap tak menemukannya. Akhirnya Rey berteleport ke ruang kerja Kendrick.
Kendrick segera meletakkan pena dan kertasnya menyambut Rey. Ia memeluk dan mencium pipi Rey sekilas.
" Ada apa, mengapa alismu berkerut ? "
" Aku mencari Asgar, tapi tak tahu dia di mana "
" Ketika kau ingin menemuiku secepatnya, apa yang kau lakukan barusan ? "
" Aku teleport ke sini "
" Sebelum teleport ke sini, apa yang kau pikirkan ? "
" Mmm..... Kau, di ruang kerjamu "
__ADS_1
" Jadi ..... ? " Rey menatap Kendrick tak mengerti. Kendrick menghela nafasnya lagi.
" Kau memikirkanku di ruang kerjaku sebelum melakukan teleport. Begitu pun jika kau ingin bertemu Asgar atau yang lainnya "
" Tapi aku tak tahu di mana Asgar "
" Tak masalah. Kau tetap bisa menemui Asgar. Tapi bisa jadi masalah jika dia sedang berada di tempat yang tak seharusnya kau muncul. Misalnya di kamar mandi ....... "
" Oh.... tidak. Jadi bagaimana ? "
" Mungkin lebih aman jika kau teleport ke depan kamarnya, atau di tempat-tempat lain. Tapi itu akan memakan energimu "
" Adakah cara lain yang lebih mudah ? "
" Banyak cara yang lebih mudah, tapi semuanya tetap butuh energi. Misalnya dengan mengirim sinyal udara, tanah, air. Semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tinggal pilih cara yang tepat sesuai keadaan "
" Aaah..... aku mengerti. Terima kasih petunjuknya " Rey mencium pipi Kendrick sekilas dan menghilang.
Rey muncul di depan kamar Asgar. Ia menajamkan pendengarannya mencari Asgar. Rey mendesah karena tidak ada pergerakan siapapun di dalam kamar. Rey melangkah keluar barak. Setelah diam sesaat di halaman, Rey melesat ke atas. Ia menggerakkan angin ke sekitarnya sambil mendengar. Tak lama kemudian Rey tersenyum. Ia melesat ke belakang istana, menuju perkebunan.
Di sana terdengar suara Asgar sedang berlatih. Rey duduk dibawah pohon memperhatikan latihan Asgar. Akhirnya Asgar berhenti setelah tak sengaja matanya melihat Rey duduk bersila dibawah pohon .
__ADS_1
Kemudian Asgar duduk di depan Rey.
" Nona ........ " panggil Asgar pelan. Rey membuka matanya.