GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
64. Keberangkatan Rey


__ADS_3

Malam ini Kendrick tidur memeluk Rey sepanjang malam. Namun pikirannya tidak tidur. Ada perasaan tak ingin berpisah, tapi keadaan memaksa. Ia tahu Rey pasti mampu menghadapi Destraco. Hanya saja tidak semudah impian untuk mengalahkannya.


Ini berkaitan dengan jiwanya. Bagaimanapun Destraco adalah saudara kembarnya. Ia harus memutuskan tali jiwa mereka berdua sebelum Rey bertarung. Bunda Ratu sudah mengorbankan setengah jiwa untuk mengisi gelang bercahaya. Dia harus kuat....


Saat pagi tiba, Rey mencium pipi Kendrick untuk membangunkannya. Kendrick tersenyum. Hatinya sudah yakin dan mantap sekarang. Rey pasti akan kembali membawa kedamaian.


Setelah berpamitan dengan semua penghuni Astraco, Rey dan Asgar memacu kuda-kuda mereka secepatnya. Mereka tidak melakukan teleportasi karena pasti akan diketahui Destraco. Rey juga tidak berbicara secara langsung pada Asgar untuk hal-hal penting, melainkan dengan isyarat dan telepati.


Masuk desa ketiga, hari sudah sore. Mereka mencari restoran untuk makan malam. Sepanjang makan mereka mendengarkan orang-orang yang membicarakan kematian. Tidak banyak orang yang berani keluar malam sekarang. Rey berbicara telepati pada Asgar. ( " Asgar, setelah makan segera cari penginapan. Aku tidak ingin membuang tenaga untuk mengurusi penyihir-penyihir kurang kerjaan " )


Asgar hanya mengangguk mengerti. Ia bertanya pada pemilik restoran tentang penginapan.


" Tuan , dimana penginapan teraman di kota ini ? "


" Untuk saat ini , penginapan teraman ya yang berada dekat dengan kantor walikota, tuan. Sebab prajurit patroli sering melewatinya " jawab pemilik restoran.

__ADS_1


" Terima kasih " Asgar dan Rey mengangguk sebelum berlalu.


Namun sebelum keluar , masuklah seorang wanita cantik beserta para pelayannya. Wanita itu terpesona pada Asgar yang cakap dan kekar. Ia sengaja menghadang jalan Asgar sehingga Rey menabrak punggung Asgar karena berhenti tiba-tiba.


" Aiiih...... ada apa Asgar ? " tanya Rey sedikit mengintip ke depan. Rey melihat seorang wanita cantik sedang tersenyum memandang Asgar. Kelihatan sekali wanita itu sangat tertarik pada Asgar. Rey tersenyum geli dibelakang punggung Asgar.


Rey menarik tangan Asgar agar mundur sedikit. Lalu berdiri di sampingnya.


" Maaf, nona... ini suamiku. Ada perlu apakah ? " tanya Rey lembut.


Ia menepi untuk memberi jalan pada Rey dan Asgar. Namun matanya tak lepas melirik pada Asgar. Ketika mereka sudah berlalu. Ia cepat menyuruh salah satu pelayannya.


" Ikuti mereka, cari tahu siapa dan dimana mereka tinggal "


Satu pelayan segera berlari keluar. Sementara wanita itu duduk memesan makanan sambil menunggu pelayannya kembali. Ia tersenyum-senyum sendiri membayangkan Asgar akan menjadi miliknya.

__ADS_1


Asgar menuntun 2 kuda ke arah penginapan yang dimaksud. Rey memberi mantra pelindung pada kuda-kuda itu sebelum dibawa petugas ke kandang belakang.


Asgar memesan 2 kamar bersebelahan.


Rey mengamati pelayan yang mengikuti mereka. Ia keluar duduk di teras. Tangannya mengambil kerikil kecil. Ketika pelayan itu melewatinya hendak kembali, Rey melempar kerikil kecil mengenai kepalanya. Pelayan itu menoleh, namun tampak linglung. Rey tersenyum tanpa kata lalu masuk penginapan.


Pelayan itu kembali ke restoran. Ia bergabung bersama pelayan lain disisi wanita itu. Wanita itu melirik heran karena pelayan itu hanya berdiri diam saja, tidak menyampaikan laporannya.


" Mengapa kau tidak mengatakan padaku hasilnya ? " tanya wanita itu.


" Eh..... ? tentang apa nona ? " tanya pelayan itu bingung.


" Apa kau lupa dengan perintahku tadi ? Aku menyuruhmu mengikuti mereka, mencari tahu siapa dan dimana mereka tinggal " jawab wanita itu kesal.


Pelayan itu membelalakkan matanya...

__ADS_1


__ADS_2