
Kendrick menemui para Tetua dan menanyakan pendapat mereka tentang pertarungan Tetua Hermes dengan Rey dan Asgar.
Kendrick dan para Tetua lain memaklumi Tetua Hermes yang tidak berani menyerang penuh pada mereka.
Mereka kagum dengan kerjasama Rey dan Asgar yang bisa saling melindungi walaupun kekuatan Rey dan Asgar berbeda. Mereka percaya ke depannya akan mampu mengalahkan Destraco.
Sementara itu di barak para prajurit penyihir petarung sedang berunding menentukan siapa saja yang akan bertarung. Mereka sangat bersemangat karena baru kali ini diadakan pertarungan melawan petinggi Kerajaan Astraco.
Mereka merasa bangga terpilih sebagai lawan bertarung. Mereka sepakat memilih 5 prajurit petarung terbaik dengan elemen yang berbeda-beda.
Ertho prajurit elemen tanah.
Aquados prajurit elemen air.
Firemon prajurit elemen api.
__ADS_1
Erodis prajurit elemen udara.
Irron prajurit elemen logam.
Untuk prajurit elemen tumbuhan, mereka sangat tidak suka bertarung, mereka biasanya bekerja sebagai tabib penyembuh.
Sehabis makan siang, Rey menemui Asgar untuk membicarakan rencana pertarungan. Rey berencana akan menguasai elemen air(darah) untuk mengontrol gerakan mereka. Dalam hal ini berarti Asgar harus bisa mengalahkan mereka menggunakan pedangnya saat mereka tidak bisa bergerak.
Kemudian Rey mengajak Asgar ke pelataran. Ia membuat lapisan pelindung tertutup agar tak ada yang melihat latihan mereka.
Rey meminta Asgar duduk menyiapkan diri untuk dikendalikan Rey. Lalu Rey juga duduk bersila dan memejamkan mata. Ia akan mencoba mengendalikan air (darah) di tubuh Asgar. Asgar sudah mengerti tujuan latihan ini. Ia membiarkan darahnya dikendalikan Rey.
" Asgar, berpikirlah seolah kau bisa melayang dan bergerak sesukamu. Aku akan melepas kendali pada tangan dan kakimu perlahan "
" B...baik.... Nona "
__ADS_1
Asgar memejamkan matanya berkonsentrasi pada pikiran " melayang " . Ia melebarkan tangannya, mencoba meliuk kesana-kemari. Lalu membuka matanya dan dengan hati mantap menghentakkan badannya agar melayang lebih tinggi.
Rey tersenyum melihat Asgar. Ia melihat tekad kuat dalam diri Asgar. Jadi tekad itulah yang Rey pakai untuk membangkitkan elemen sihir Asgar. Ya, Asgar adalah seorang Ksatria. Dan ksatria sejati selalu mempunyai tekad pantang menyerah atau kalah, tidak perduli seberapa kuat musuhnya.
" Jaga keseimbangan dan kecepatanmu "
Rey berteriak dari bawah. Ia masih menopang sedikit tenaga pada kaki Asgar . Asgar hanya mengangguk mendengarkan Rey tapi tidak berani menyahut.
Seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
" Kau hebat sayang, bisa membangkitkan elemen sihir Asgar. Tapi kau juga harus berlatih. Mereka mengajukan prajurit dengan elemen yang berbeda-beda. Kau harus memikirkan cara untuk melawan mereka secara bersamaan. Aku akan membantu Asgar, ia masih punya elemen satu lagi yang harus dibangkitkan "
" Apa ....... ?! benarkah ? "
" Ya, tanah "
__ADS_1
Kendrick melayang mendekati Asgar. Ia berbicara sambil mengikuti gerakan Asgar agar tidak terganggu. Asgar bahkan tidak menyadari jika Kendrick sedang melatihnya memecah kekuatan. Ia melakukan semua yang diinstruksikan Kendrick kepadanya meski dengan gerakan lambat.
Rey menatap mereka sebentar kemudian duduk bersila dilantai. Ia memikirkan cara menghadapi prajurit petarung. Jika mereka masing-masing satu elemen, maka ia akan menggunakan elemen yang mereka tidak punya. Rey tersenyum, ia akan membicarakan nanti dengan Asgar. Sekarang ia akan menyerap banyak energi dulu. Dan menyimpannya dalam kalung dan cincinnya.