
Sementara Kendrick sendiri masih mencoba meredam hasratnya. Ia sempat terhanyut gairahnya tadi. Dipejamkannya matanya mengingat apa saja yang sudah dilakukannya.
" Tidak.... tidak...... ini berbahaya ! Aku harus segera menikahinya " gumam Kendrick.
Kendrick masuk ke kamar mandi dan menyiram kepalannya. Bahkan ia mencelupkan kepalanya beberapa lama dalam bak air mandi. Berharap bayangan-bayangan menggairahkan itu terhilang dari kepalanya.
\* \* \* \* \*
Sedang Rey lebih banyak melamun di kamar. Ia juga merasakan gairah bercampur malu mengingat hal tadi. Matanya terpejam.
" Tok-tok-tok........ Tuan Putri, saatnya makan siang "
Rey segera membuka pintu.
" Tolong bawakan makan siangku ke kamar ya... "
" Baik, Tuan Putri "
Segera para pelayan menyiapkan makan siang di kamar Rey.
\* \* \* \* \*
__ADS_1
Seorang pelayan menemui Kendrick di ruang kerjanya.
" Maaf Yang Mulia, anda ingin makan siang bersama di aula atau di mana ? "
" Ehm........ Aku tidak tahu Servo. Pikiranku sedang tidak tenang. Jika aku makan bersama Tetua mereka pasti akan banyak bertanya. Menurutmu di mana ? "
" Bagaimana jika Yang Mulia makan di taman belakang yang ada sungainya. Saya rasa suara air sungai akan terasa menenangkan pikiran anda "
" Baiklah..... aku akan kesana. Segera bawakan makan siangku ya "
" Baik Yang Mulia "
Tak lama terlihat Kendrick sedang berjalan di taman belakang istana. Ia melangkah ke arah sungai kecil dan duduk diatas salah satu batu sungai sambil tersenyum. Dipermainkannya arus sungai membuat ikan-ikan menjadi bingung.
" Ada apa gerangan dengan My Lord, tidak biasanya bermain air ..... ? "
" Ah..... Peri Air .... Aku hanya ingin beristirahat sebentar disini "
Peri air tersenyum mengangguk. Ia duduk diatas batu sungai.
" Peri air, apakah kau bisa mengetahui apa saja yang terjadi diluar sana ? "
__ADS_1
" Tentu My Lord. Tapi hamba mohon maaf karena tidak mengetahui semuanya. Saya hanya bisa mengetahui sesuatu dari air dan ikan "
" Apakah ada hal penting yang kau ketahui belakangan ini ? "
" Saya tidak tahu apakah ini hal penting atau bukan. Beberapa perempuan yang mandi di sungai membicarakan ibukota kerajaan Higresia yang kacau. Mereka mengatakan penguasa baru yang sekarang sangat kejam dan berilmu hitam . Ia banyak membunuh bayi yang baru lahir sehingga banyak ibu-ibu hamil yang mengungsi ke desa lain menjelang kelahirannya "
" Apa mereka tidak menyebutkan nama penguasa yang baru ? "
" Tidak Yang Mulia, mereka tidak berani karena katanya akan segera datang semacam kabut hitam yang akan menyerang tiba-tiba jika mereka tidak sengaja atau berani menyebut nama penguasa baru. Mereka berpikir ia adalah seorang penyihir hitam "
Kendrick mengerutkan keningnya. Berpikir ilmu hitam apa yang mengorbankan bayi merah ? Peri air hanya diam saat melihat Lord Kendrick termenung.
Beberapa pelayan datang membawa makan siang untuk Kendrick. Mereka menatanya di gazebo dekat sungai. Servo mendekati Kendrick.
" Makan siang sudah siap, Yang Mulia "
" Terima kasih Servo. Kembalilah nanti. Aku akan disini selama beberapa waktu. Peri air, bisakah kau menemaniku makan ? "
" Baik Yang Mulia "
Selama makan mereka membicarakan lebih banyak tentang kejadian di kota atau hal-hal lain di desa-desa terdekat. Tampak peri air bicara sambil sesekali memakan lumut air yang ada di kantong kecilnya. Kendrick pun terlupa dengan hal yang sempat meresahkan pikirannya tadi.
__ADS_1
* * * * *