GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
31. Raja Higo X Gadis Takdir


__ADS_3


Rey tetap berdiri tenang. Mulutnya menggumamkan mantra tanpa bersuara. Raja mendekat sambil mengacungkan pedangnya. Ia masih berharap Rey akan ketakutan. Tapi sampai detik pedangnya terayun ke depan, Rey hanya menatap diam.


Raja hanya mengerahkan sedikit tenaganya .


" Duarrr......! " Raja terkejut.


Ada sesuatu yang menghalangi pedangnya menebas Rey. Ia mengerutkan keningnya. Kembali diayunkan pedangnya lebih keras.


" Duuuaaaarrrr............! "


Penasihat Bidoff dan Asgar ganti terkejut. Sekarang mereka mengerti ada suatu perisai tak terlihat yang menyelubungi Rey. Raja sangat marah dan kembali mengayunkan pedangnya bertubi-tubi ke arah Rey, tapi semua usahanya sia-sia. Berapa kali pun ditebas tetap tidak tembus.

__ADS_1


Dengan nekat Raja menabrakkan tubuhnya berharap perisai tak terlihat itu pecah, tapi apa yang terjadi kemudian ? Raja terpental jatuh memalukan. Penasihat Bidoff segera menolongnya berdiri. Tapi Raja dengan marah menepiskan tangannya. Kemudian Raja mengangkat dan melemparkan Penasihat Bidoff ke arah Rey.


" Arrrrrggghh............ "


Rey mengulurkan tangannya. Penasihat Bidoff terhenti di udara sebentar lalu diturunkannya disamping Asgar.


Dengan kesal Rey menatap Raja Higo dan menggerak-gerakkan tangannya. Raja Higo berkali-kali melayang terlempar ke dinding. Berapa kali terhempas dan terlempar akhirnya jatuh dan pedang menancap di punggungnya. Matanya melotot marah. Ia berusaha bangkit. Mulutnya memuntahkan darah. Penasihat Bidoff hampir berlari untuk menolong Raja, tapi Asgar menahan bahunya. Asgar menggelengkan kepalanya seolah melarang Bidoff.


Raja jatuh berlutut. Darah turun membasahi dadanya. Nafasnya terputus-putus . Matanya menatap Bidoff dan Asgar. Ia tak menyangka mereka tidak ada di pihaknya saat-saat terakhir. Rasa marah dan kecewa membuatnya tak ingin menyerah. Ia pun menatap ke arah Rey.


Kendrick memegang tangan Rey dan memberikan sedikit kekuatannya. Rey tersenyum senang.


" Aku hanya sedikit bermain-main. Biarkan dia merasakan penderitaannya. Bukankah dia sudah terbiasa membuat orang lain menderita ? " tanya Rey pada Kendrick.

__ADS_1


Kendrick hanya tersenyum mengangguk sebelum menghilang. Ia datang hanya untuk memulihkan kekuatan Rey yang belum sempurna.


Setelah Kendrick menghilang, Rey melangkah mendekati Raja Higo. Ia melewatinya dan berhenti di belakang punggung Raja Higo. Dicabutnya pedang yang menancap dengan perlahan.


" Aaaaaaaaarrrgghh ....... ... .... ..... ! " Raja Higo meraung panjang .


Penasihat Bidoff tak sengaja mencengkeram lengan Asgar begitu kuat. Ia meringis ngilu mendengar teriakan Raja Higo.


Beberapa prajurit dan pengawal menerobos masuk dan terpana melihat seorang gadis berjubah putih memegang pedang penuh darah. Mereka melihat Raja berlutut dengan baju bersimbah darah. Segera mereka berlari hendak menolong Raja, tapi semuanya terpental jatuh seolah menabrak penghalang yang tak terlihat. Penasihat Bidoff menggelengkan kepalanya memberi isyarat pada mereka untuk mundur.


Rey melangkah ke depan dan menancapkan pedang itu didepan Raja Higo. "


" Mengertikah kau sekarang, bahwa di atas langit masih ada langit. Beraninya kau mengingini kepunyaan orang lain dengan menggunakan kekuasaanmu. Bahkan nyawamu sendiri tak bisa kau pertahankan "

__ADS_1


Kemudian Rey menggumamkan mantra dan sebuah bola kaca membungkus tubuh Raja Higo. Bola kaca itu lalu bergerak keluar Balairung Istana menuju alun-alun kota Higresia. Penasihat Bidoff dan para prajurit mengikutinya sambil berusaha memecahkan bola kaca itu.


__ADS_2