GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
66. Kota Malto


__ADS_3

Katty masuk ke penginapan Erto dengan tersenyum cerah. Ia meminta pemilik penginapan untuk memanggil nama-nama orang yang tersebut dalam kertasnya. Pak Erto segera menyuruh pelayan untuk memanggil ketiga suami-istri itu. Ketika mereka semua menghadap Katty, Katty mengerutkan keningnya tanda tak berkenan.


" Apa benar hanya mereka yang menginap disini kemarin sore ? " tanya Katty.


" Mereka adalah pasangan suami-istri yang datang kemarin sore nona. Selebihnya adalah perorangan " jawab pak Erto.


" Tapi mereka bukan yang aku cari. Coba lihat daftar tamu kemarin sore " Katty meminta buku tamu.


Pak Erto memberikan dan membuka halaman terakhir. Katty membacanya teliti. Total ada 15 orang menginap. 3 pasang suami-istri, sisanya 5 pria single dan 4 gadis. Katty berpikir sebentar.


" Panggil 5 pria ini " suruh Katty tak sabar.


" Maaf nona , mereka semua sudah pergi pagi tadi " jawab pak Erto.


" Aaarrggh, sialan.... ! " Katty berteriak marah. Ia membanting buku tamu itu dan keluar dari penginapan. Sia-sia sudah usahanya.


* * * * *


Rey dan Asgar terus melakukan perjalanan pada waktu terang. Mereka tidak berhenti makan siang. Hanya beristirahat saat matahari terbenam. Semakin dekat ke arah ibukota, semakin agak seram suasananya. Tak banyak orang berlalu-lalang. Restoran dan kedai juga banyak yang tutup lebih awal. Sehingga Rey terpaksa membayar lebih untuk makan dari penginapan.


Pada hari kelima mereka sampai di kota Malto. Ini hanya satu kota sebelum ibukota, tapi karena langit sudah gelap, Rey tak mau ambil resiko. Ia segera masuk ke penginapan daripada berurusan dengan penyihir atau apapun itu.


Kota ini terlalu sepi untuk disebut kota. Bahkan hanya ada 17 orang menginap disini. Beberapa orang masih duduk mengobrol diruang tamu. Namun pintu tertutup rapat. Asgar bergabung dengan mereka, sementara Rey tetap didalam kamar.


Menjelang malam terdengar terdengar keributan diluar, ada suara wanita yang menangis dan suara anak kecil yang menjerit-jerit. Asgar berdiri. Ia ingin keluar melihat apa yang terjadi.


" Jangan keluar ....! Apapun yang terjadi di luar, tolong jangan keluar " teriak petugas penginapan. Tampak raut mukanya yang cemas dan takut.


" Ya, kita tidak tahu apa yang terjadi diluar. Apakah itu kebenaran atau kebohongan " seorang laki-laki tua bersuara parau.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu penginapan digedor-gedor.


" Tuan.... tolong aku.... bukakan pintu, tolong aku....... "


Mereka semua di ruangan itu saling menatap. Suara wanita diluar merintih ketakutan. Kebingungan menerpa mereka di dalam. Antara ingin menolong atau malah mengundang celaka. Seorang pria muda nekat membuka pintu dan menarik wanita itu dengan cepat, lalu segera menutup pintu.


" Apa yang kau lakukan ?! mengapa kau membawanya masuk ?! " petugas penginapan sangat marah pada pemuda itu.


Asgar hampir saja menegurnya ketika ia melihat mata merah wanita yang dibawa masuk itu. Ia terbelalak ketika menyadarinya.


" Awaaass ..... ! dia iblis ! menjauhlah ! " teriak Asgar panik.


Terlambat ! tangan wanita itu sudah terjulur mencekik pemuda itu. Orang-orang menjerit lari ketakutan. Petugas penginapan bersembunyi dibawah meja. Pemuda itu melawan sekuat tenaga. Ia kesusahan bernafas. Asgar segera mengeluarkan pedang dari cincinnya. Cepat ia menebas tangan yang mencekik pemuda itu. Lalu menusuk jantungnya.


Crash.... ! Jleb....!


Petugas penginapan keluar dari bawah meja. Tampak tubuhnya gemetar karena takut. Tangannya menuding pemuda itu.


" Aku sudah bilang... Jangan keluar... Kau orang bodoh ! " ia memaki-maki dengan suara tersendat. Asgar menuntun pemuda itu ke tempat duduk. Yang lain segera kembali ke kamar masing-masing. Kejadian ini cukup mengejutkan mereka.Beberapa mereka yang mengintip pun kembali masuk kamar ketakutan.


Rey juga tahu apa yang terjadi diruang tamu. Namun ia tetap di dalam kamar, duduk memejamkan mata ( merasakan keadaan sekitar ). Untunglah Asgar bisa mengatasi masalah dengan cepat. Ia memutuskan untuk beristirahat.


Keesokan paginya semua orang di penginapan membicarakan kejadian semalam. Mereka menyalahkan pemuda yang berani membuka pintu untuk menolong wanita yang ternyata adalah iblis. Tetapi beberapa orang lain ada yang membela karena tujuan pemuda itu sebenarnya adalah ingin menolong. Tanpa mengetahui bahwa itu hanya tipuan iblis. Namun kejadian itu membuka pengetahuan mereka tentang para iblis yang menyamar menjadi siapapun pada malam hari.


Rey berjalan-jalan keluar. Ia ingin melihat-lihat kota ini sebentar. Beberapa orang yang berpapasan terpesona padanya. Rey melihat baju anak yang cantik dipajang di kaca sebuah toko. Ia masuk ke toko besar itu. Ternyata didalamnya ada bermacam-macam pakaian anak-anak, wanita dan pria.


Ia memilih beberapa gaun untuk Angel dan nenek dan Asgar. Ketika akan pergi membayar, Rey menabrak seorang pria.


" Ah.... maafkan saya, tuan. Saya tak sengaja " Rey menunduk mohon maaf.

__ADS_1


Pria itu terpesona melihat wajah Rey. Ia mengamati Rey dari atas ke bawah. Senyumnya sedikit menyeringai. Tangannya terulur hendak menyentuh dagu Rey. Tapi Rey langsung mundur satu langkah. Pria maju lagi dengan tangan tetap terulur. Rey terpaksa mundur lagi sambil mengerutkan keningnya.


" Maaf tuan. Mohon jangan kurang ajar " Rey berusaha tetap sopan.


" Ada apa ini, siapa kamu ? jangan berani-beraninya menggoda suamiku ! " seorang wanita bertubuh seksi mendesis marah pada Rey. Ia segera menarik pria itu pergi.


Rey menarik nafas lega. Namun bibirnya mencebik kesal. " Hiiisshh..... bukan aku yang menggoda laki-laki itu " ujarnya pelan lalu segera pergi ke kasir.


Keluar dari toko Rey mencari sebuah restoran. Ia duduk dekat jendela dan memesan makanan. Ia mengirim telepati pada Asgar agar menyusulnya ke restoran TREVO. Sedang menunggu makanan datang seorang pria tiba-tiba duduk didepannya. Ia menatap Rey dengan tersenyum manis. Rey terkejut, itu adalah pria di toko pakaian tadi. Rey menatap tidak suka, lalu mengedarkan pandangannya mencari istri pria tersebut.


" Jangan khawatir, ia sudah kusuruh pulang " pria itu berkata seolah menjawab pertanyaan Rey.


Rey mengerutkan keningnya. Ia diam saja tapi diam-diam menghubungi Asgar ( Asgar... cepatlah kemari ). Pria itu memanggil pelayan dan memesan makanan yang banyak dan anggur untuk dua orang.


" Namaku Richard " Pria itu mengulurkan tangannya memainkan matanya pada Rey, tapi Rey memalingkan wajahnya melihat keluar jendela.



Pelayan datang membawakan makanan dan dua botol anggur. Namun seseorang mengambil sebotol anggur itu dan langsung menuangkannya pada gelas lalu meminumnya sedikit. Begitupun pria lain datang dan mengambil botol anggur satunya lalu menenggaknya sampai setengah.


Rey tersenyum lebar melihat kedatangan Kendrick dan Asgar. Ia mempersilahkan mereka agar duduk. Tentu saja Richard tak terima.


" Hei... apa maksudmu mempersilahkan mereka duduk ?! mereka siapa ? " tanya Richard marah.


" Dia suamiku dan dia saudaraku. Ada masalah ? " Rey tersenyum menunjuk Kendrick dan Asgar. Dua pria itu sengaja menyeringai pada Richard.


" Oh... E... aku.. makan di meja lain saja " dengan malu Richard cepat-cepat bangkit dan keluar dari restoran. Ia merasa sangat malu karena pengunjung lain melihat dan mencemoohnya.


Asgar tertawa agak keras. Mereka makan dengan gembira.

__ADS_1


__ADS_2