GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
177. Penyihir Kacangan


__ADS_3

Rey sedang melanjutkan minum es roti-buah yang tadi belum selesai, Zigaz datang melapor.


" Nona, kelihatannya putra Tuan Tomson mau berubah meski agak enggan. Tapi Nyonya Tomson penuh kepalsuan ( hanya pura-pura baik ) "


" Hmmm........ Memang butuh waktu menghidupkan pohon yang sudah kering. Lebih mudah terbakar api daripada bertunas hijau "


Sekelompok pengawal walikota mendatangi Rey dan memberi hormat.


" Nona, harap ikut kami ke rumah Walikota Porton. Beliau ingin bicara "


" ............ ? "


Rey menatap Zigaz penuh arti. Zigaz mengerti dan berubah menjadi Serigala Cronos. Ukurannya yang setinggi kuda mengejutkan para pengawal. Mereka mundur namun bersiaga. Dalam hati mereka menerka tentang siapa Rey .


Rey melompat naik ke punggung Zigaz. Ia sengaja ingin membuat para pengawal itu agak gentar padanya. Sedang Zigaz sangat bangga menjadi Serigala Cronos. Penampakannya berwibawa, matanya menatap tegas dan sedikit sombong. Tapi dalam hati ia tertawa meremehkan siapa saja.


Orang-orang menonton kagum dan ngeri sekaligus. Mereka merasa iri melihat seorang gadis cantik duduk tenang di punggung serigala gagah. Beberapa anak kecil berlari mengikuti agak jauh. Rombongan itu menuju kediaman walikota.


Saat tiba disana para gadis pelayan berteriak ketakutan melihat serigala besar. Keributan itu membuat walikota dan istrinya cepat-cepat keluar. Namun pada akhirnya istri walikota pun jatuh lemas melihat seekor serigala besar menatapnya tajam.


" I.... istriku...... "


Walikota mengangkatnya dan membimbingnya masuk ke kamar. Lalu keluar lagi dan mempersilahkan Rey duduk. Di belakang walikota ada seorang pemuda tinggi yang tampan. Ia juga terkejut melihat kehadiran seekor serigala yang cukup besar, namun tetap diam tenang. Dalam hati ia lebih kagum lagi kepada Rey.



Setelah mereka bertiga duduk, para pengawal segera keluar ruangan. Rey diam menunggu karena tidak tahu sebab ia dipanggil walikota.


" Ehm..... Nona, perkenalkan, saya Pablo dan ini putra saya Alegro.... "


Rey hanya tersenyum kecil tanpa mengulurkan tangannya. Walikota saling melirik dengan Alegro.


" Katakan, ada masalah apa hingga Tuan Pablo memanggil saya "


" Bukan ayah..... Tapi aku yang meminta ayah untuk memanggilmu " kata Alegro menatap Rey.


Rey mengerutkan alisnya.


" Ehm...... kalian berbicaralah dahulu. Aku akan menengok istriku " walikota beranjak pergi.


Rey dan Alegro saling pandang. Alegro tersenyum misterius. Ia meletakkan beberapa perhiasan indah (cincin, gelang dan kalung ) ke hadapan Rey.

__ADS_1


" Aku ingin kau menjadi istriku "


Rey terkekeh geli....


" Maaf..... saya tidak membutuhkannya "


" Katakan alasan yang tepat padaku " kata Alegro tenang. Ia sedikit tersenyum miring. Benar dugaannya bahwa gadis ini berbeda dalam hal pemikiran dan gaya hidup. Tadi sore ia telah memperhatikan Rey sejak awal sampai Rey menabraknya. Gadis lain selalu mencari perhatiannya dan pura-pura manis di depannya. Tetapi Rey bahkan tidak terpesona padanya saat bertemu pandang.


" Jika bukan karena cinta, apa yang membuat anda menginginkan saya ? " tanya balik Rey


" Kamu ..... berbeda dengan yang lain "


" Itu bukan impian, saya menolak " Rey mengejek.


" Aku akan berikan apapun yang kau minta, asal itu bukan hal yang mustahil " kata Alegro yakin.


" Tetapi saya adalah hal yang mustahil anda inginkan " Rey tersenyum miring.


"


" Siapa orangtuamu, aku akan menemuinya sekarang " Alegro merasa tertantang.


" Dimana dia ? "


Rey menoleh pada Zigaz. Zigaz bangkit mendekati Alegro. Sorot matanya yang tajam membuat Alegro agak tegang. Alegro berdiri dengan waspada saat serigala itu berdiri di hadapannya.


" Langkahku dulu mayatku jika kamu menginginkan Nona "


Alegro sempat tercengang mendengar seekor serigala berbicara.


" Kau..... ! "


" Apa kau tahu siapa yang kau inginkan ? Apa yang kau banggakan dari dirimu hingga berani menantang pemiliknya ?! "


" Aku punya segalanya ! " Alegro meradang. " Siapapun yang menghalangiku akan kubunuh ! "


Zigaz mundur sambil menggeleng.


" Pria sepertimu tidak pantas untuk Nonaku. Takdirnya adalah untuk menyelamatkan banyak orang, tetapi kamu malah ingin membunuh orang untuk keegoisanmu sendiri "


" Persetan denganmu .... ! " Alegro meraih pedang panjang yang tergantung di dinding di belakangnya. Lalu menarik keluar pedang dari sarungnya untuk menebas Zigaz.

__ADS_1


Satu tangan yang lembut tapi kuat menahan pergelangan tangan Alegro. Rey menatap tajam kepada Alegro dan dengan marah menghempaskan tangan Alegro hingga Alegro terduduk kembali. Alegro terkejut dengan kekuatan Rey. Namun ia mengira itu karena kemarahan Rey menjadi kuat sekejap.


" Bagaimana mungkin aku bersedia dengan orang yang tidak berharga sepertimu ? Kamu sungguh tidak pantas " kata Rey sebelum keluar dari kediaman walikota.


" Tidak.... Kembali ! Kau milikku. Aku akan membunuhmu jika kau melangkah lebih jauh lagi " teriak Alegro bangkit mengejar. Walikota dan istrinya ikut di belakangnya.


Ia meraih tangan Rey dan menariknya ke pelukannya. Rey terkejut melepaskan diri dan menamparnya dengan kuat.


" Plaaakkk...... ! "


" Kau ..... ! Kau berani menamparku ...... ?! " Alegro menatap marah. Ia maju hendak menampar Rey namun Zigaz menerjangnya. Alegro terjatuh.


" Alegro ..... ! "


" Anakku ..... ! "


Walikota dan istrinya membantu Alegro berdiri.


Zigaz kembali ke samping Rey. Rey menatap Alegro kesal. Tak tahu harus menghukum seperti apa.


Alegro menghempaskan ayah dan ibunya. Ia menatangkan tangannya. Tampak bola cahaya mulai membesar.


Rey dan Zigaz terkejut diam-diam. Ternyata Alegro keturunan penyihir putih. Rey menghela nafas kecewa. Sungguh ia mempermalukan dunia penyihir saja.


Alegro melemparkan bola cahaya ke arah Rey. Rey tidak menghindar. Ia membiarkan bola cahaya itu menerpanya. Zigaz melirik santai. Ia kembali menjadi seorang kakek. Bola cahaya itu terserap ke tubuh Rey. Alegro mengerutkan alis heran. Alegro adalah penyihir yang tidak kemana-mana dan tidak pernah bertarung dengan sesama penyihir. Ia mengira dirinya adalah seorang yang hebat mempunyai kekuatan cahaya dan api.


Ia tidak tahu bahwa Rey sudah menerima kekuatan cahaya suci, yang artinya cahaya bisa menjadi sumber energi dan senjata suci ( melawan iblis / penyihir hitam ). Tak puas, Alegro menyerang dengan api.


" Wuusss.... ! "


Serangan api itu menabrak perisai tak terlihat. Alegro lebih heran lagi. Ia tidak tahu apa itu perisai tak terlihat ( dari elemen air atau angin ).


Rey membalas dengan mengirim serpihan angin. Itu tidak terlalu berbahaya. Tapi cukup membuat beberapa goresan dan baju berlubang kecil.


Alegro berteriak marah. Ia kembali melemparkan api beruntun kepada Rey. Rey serasa bermain dengan penyihir kacangan. Dengan kesal ia membalikkan api-api itu melingkari Alegro. Membuatnya terbakar dimana-mana. Alegro kalang kabut memadamkan satu-persatu. Rambutnya separuh terbakar. Walikota dan istrinya menjerit panik, membantu memadamkan beberapa api.


" Ha..ha..ha..ha..... " Zigaz terkekeh geli melihat penampakan Alegro yang berantakan.


" Nona...... kita pergi saja. Ia sudah tidak tampan lagi sekarang " Zigaz berteriak mengejek.


Rey mengangguk mengulurkan tangannya pada Zigaz, lalu menghilang masuk ruang dimensi.

__ADS_1


__ADS_2