
Rey menengadah menatap Kendrick.
" Aku merasa jijik...... "
" Makanlah kembang gula..... " sahut Kendrick.
Rey tertawa. Kendrick benar-benar memberinya kembang gula yang diambilnya dari dapur ( dengan cara magic tentu... )
" Ehm...... Kendrick....... ? mengapa bukan kau saja yang menangani Axel ? " tanya Rey ingin tahu.
" Ada banyak hal dan aturan tentang itu. Salah satunya, yang dia incar adalah dirimu dan kekuatanmu. Aku baru akan bertindak jika dia menyalahi aturan tentang kekuasaan. Karena dia belum terbukti menyalahi itu, aku tidak bisa menghukumnya. Jadi kau harus bertahan hidup sampai kekuatan semesta kau miliki.
Untuk teguran.... selalu ada seseorang yang akan menegurnya, termasuk tamparan sihirmu. Kembalilah ke istana Trexodia dan lihatlah hasilnya... " jawab Kendrick tersenyum teduh.
" Apakah aku harus menyamar ? "
" Tergantung keadaan "
" Tunggu..... mengapa aku tidak bisa melihat penyamarannya secara langsung ( dengan mata ) ? "
" Semakin tinggi kekuatan penyihir, penyamarannya juga sulit diketahui. Kamu bisa memeriksanya melalui benda-benda yang digunakannya atau pertanyaan pribadi "
" Apakah dia juga bisa melihat penyamaranku "
" Jangan asal menyamar. Bacalah mantra penghilang jejak sihir penyamaran "
" Ooh............ begitu........ "
Kendrick mengecup sekilas bibir Rey. Rey terkejut.
" K.... Kendrick, bukankah aku......... maksudku, apa kau tidak jijik padaku ? "
" Kenapa...... ? Bukankah kau sudah mencucinya berulangkali di danau jiwa ? "
" Iya sih..... tapi....... "
" Apapun yang terjadi, aku percaya padamu, dan selalu mencintaimu..... "
Rey menyusupkan wajahnya ke dada Kendrick dan memeluk lebih erat. Baginya, Kendrick adalah kekuatan hidupnya yang sejati. Setelah itu Rey mencium pipi Kendrick sebelum menghilang.
Ia muncul di depan Zigaz dan Asgar.
" Wooaaah.... Nona !
Apakah Nona baik-baik saja.... ?! " tanya Zigaz dan Asgar berbarengan. Mereka menatapnya khawatir sekaligus senang karena ia kembali.
Rey tidak menjawab pertanyaan mereka, tapi langsung menggandeng tangan mereka berdua menuju kedai roti. Tadi ia hanya makan ikan 3 , jadi tidak kenyang. Sebelum duduk, Rey memesan beberapa roti, coklat hangat dan arak manis.
Asgar dan Zigaz duduk menatapnya lekat ingin tahu apa yang terjadi pada Nonanya. Rey tersenyum.
" Axel menculikku...... "
" Apaaaaa..........?! "
" Sssstt......... ! "
__ADS_1
Semua pengunjung dan pelayan menatap mereka.
" Maaf.....maaf...... " Asgar dan Zigaz menyatukan dua tangan didepan dada meminta maaf pada semua, lalu duduk lagi. Rey tertawa pelan.
" Hi...hi...hi...hi.... "
" Nona..... tolong ceritakan pada kami.... " tanya Asgar.
" Bagaimana bisa ia menculik Nona lagi ? Apakah Nona tidak merasakan kedatangannya ? " tanya Zigaz.
" Ia menyamar sebagai Kendrick "
" Apaaaaa..........?! " lagi-lagi mereka berteriak.
" Aiiisssh....... ! " Rey menepuk dahinya. Orang-orang kembali menatap ke arah mereka. Tapi kali ini Asgar dan Zigaz tidak meminta maaf, melainkan menutup muka ke meja karena malu.
Terpaksa Rey yang meminta maaf pada pengunjung kedai " Maaf.....maaf...... "
Asgar dan Zigaz sama-sama meringis.
Akhirnya mereka bicara setengah berbisik.
" Nona..... tolong jelaskan lagi tentang penculikan Nona " kata Zigaz.
" Tutup dulu mulut kalian saat aku bercerita agar kalian tidak berteriak lagi " perintah Rey.
Asgar dan Zigaz masing-masing menutup mulutnya dengan tangan.
" Yang menculik aku tadi malam adalah Axel. Ia menyamar sebagai Kendrick sehingga aku lengah. Ia membiusku dengan saputangan dan membawaku terbang ke tempat yang jauh. Entah kenapa aku tidak bisa menghubungi kalian atau Kendrick. Sepertinya ia membuat perisai telepati "
" Ya, sedikit kurang ajar "
" Nona tidak menghukumnya ? " bisik Asgar setengah marah.
" Aku memberinya tamparan sihir "
Asgar dan Zigaz tercengang. Tapi lalu Asgar tertawa geli.
" Ha...ha...ha...ha...ha...ha......... " Asgar ingat pada Tomaz, putra keluarga Tomson yang mengalami hal yang sama. Di pipinya akan tampak bekas tamparan yang tidak bisa hilang. Asgar geli membayangkan seorang Putra Mahkota berhias pipi merah muda seperti Tomaz.
" Apa yang kau tertawakan ? " tanya Zigaz ingin tahu.
" Nona, bagaimana jika kita mengunjungi istana ? Aku ingin Zigaz melihat penampakan baru Pangeran Axel " kata Asgar tersenyum.
Rey meringis geli....
" Aku rasa ia belum sampai ke istana sekarang. Perjalanannya jauh.... melewati beberapa kota "
" Haaahh...... ?! Apa Pangeran tidak bisa teleportasi ? " tanya Asgar.
" Inti tenaga dalamnya rusak sedikit ketika mencoba menyerang Nona saat menerima kekuatan cahaya suci bulan purnama " jawab Zigaz.
" Oooooo.............. "
" Kemungkinan ia baru akan sampai disini nanti sore " kata Rey.
__ADS_1
" Wah.... ! "
" Mari kita jalan-jalan " ajak Rey. Mereka segera keluar dengan hati ceria. Pengunjung kedai yang kebanyakan orang tua menatap mereka sambil tersenyum.
" Mereka anak-anak muda yang tampan dan cantik "
Seorang anak perempuan kecil menangis digandeng ibunya. Rey memberikan kembang gula ( pemberian Kendrick ) kepada anak kecil itu. Dengan segera tangisnya berhenti digantikan tawa. Ibu anak itu mengucapkan terima kasih.
Di depan pasar tampak sebuah kerumunan. Mereka bertiga mendekat. Ternyata dia adalah seorang penjual obat kulit. Banyak orang berkerumun minta disembuhkan.
Namun ketika seorang gelandangan muda datang meminta tolong, ia langsung diusir. Kulit kakinya penuh luka dan bernanah. Telapak tangannya juga sama.
Rey bertiga mendekat. Asgar memasangkan kalungnya ke leher gelandangan itu. Perlahan namun pasti luka-lukanya mengering. Zigaz membantu mengelupas bekas lukanya. Gelandangan itu tercengang melihat perbuatan Asgar dan Zigaz. Sementara Rey menyihir pakaiannya sehingga tampak baru lagi. Ia tertawa gembira.
" Aku sembuh..... Aku sembuuuuh...... ! "
Rey memberi beberapa koin emas.
" Carilah tempat tinggal dan pekerjaan yang baik, jangan mencuri lagi "
" Terima kasih Nona, Tuan-tuan. Saya berjanji tidak akan mencuri lagi. Terima kasih..... "
Mereka bertiga mengangguk dan pemuda itu pergi dengan riang.
Beberapa orang berpakaian lusuh mengantri di depan Rey bertiga.
" Eh..... kalian sedang apa ? " tanya Rey bingung.
" Nona dan tuan, tolong sembuhkan kami. Penjual obat itu terlalu mahal harganya, kami tak punya cukup uang "
Rey bertatapan dengan Asgar.
" Asgar..... bawalah mereka kepada nenek Wilma, ia seorang tabib yang baik dan pemurah "
" Baik Nona. Mari kalian ikut saya "
Rey dan Zigaz menunggu, sementara Asgar mengantar orang-orang itu ke rumah nenek Wilma.
" Bagaimana bisa kamu ada disini ?! "
Rey menengadah terkejut. Axel berdiri dihadapannya. Ia masih berwujud Kendrick. Ternyata ia sampai lebih cepat dari perkiraannya. Apa dia ngebut..... ?
Rey berpura-pura berlindung di belakang Zigaz. Zigaz menahan mulutnya yang hampir memanggil " My Lord ". Axel menatap tidak suka pada Zigaz. Ia cemburu melihat laki-laki tampan ini.
" Siapa dia..... ? Dan apa hubungannya denganmu ? " Axel menuding Zigaz.
Zigaz tetap tenang sambil tersenyum geli melihat pipi Axel yang berwarna merah muda bentuk telapak tangan. ternyata ini yang dimaksud Nona tentang tamparan sihir ?
Beberapa orang yang ada disitu menertawakannya sambil berbisik. Axel merasa tersinggung.
" Apa yang kalian tertawakan.... ! "
Mereka menunjuk-nunjuk ke wajahnya. Tapi Axel tidak mengerti.
__ADS_1