GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
134. Ritual Palsu


__ADS_3

Setelah memperbaiki garis itu ia mengecek sekeliling untuk memastikan tidak ada lagi garis yang terputus. Lalu kembali ke depan. Zacko yang mengamati semua itu bersiap.


(" Jangan melayang, itu akan terlihat tinggi. Lipat saja kaki kalian tertutup gaun ") pesan Rey pada Axie, Xenia dan Xibo.


Pertapa itu mengusir pulang para pelayan. Ia berpikir keberadaan mereka nanti akan mengganggu proses pemindahan. Diawasinya hingga para pelayan itu tak terlihat lagi.


Lalu pertapa itu berjongkok dan membuka tutup guci. Tangan kiri memegang guci, tangan kanan menyentuh garis. Sesaat sebelum tangan pertapa itu menyentuh garis, Zacko sudah menggerakkan tanah mengunci kaki para gadis dalam lingkaran. Sedangkan Rey, Axie, Xenia dan Xibo hanya melipat kaki (melayang diam) agar tak terkena sihir Zacko atau pertapa itu.


Garis lingkaran bercahaya terang. Para gadis berteriak takjub.


" Waaah..... "


Namun pertapa itu heran karena para gadis itu masih di dalam lingkaran. Seharusnya mereka berpindah ke dalam guci yang dipegangnya (ruang dimensi). Karena ia sedang menggunakan sihir, maka ia tak menyadari sihir Zacko atau Rey dan teman-temannya yang melayang bersamaan.


Ia melepaskan tangannya dari garis lingkaran. Seketika cahaya sihir menghilang. Itu juga bersamaan dengan Zacko yang menarik sihir tanahnya. Rey, dan yang lainnya juga kembali semula. Zacko tertawa diam-diam.


Pertapa itu kembali memeriksa lingkaran, Sementara gadis-gadis meributkan cahaya tadi. Para penyihir yang menyamar jadi pemusik masih terus memainkan musik pengiring.


Pertapa itu kembali ke depan dan menyentuh lingkaran. Rey dan teman-teman kembali melakukan hal yang sama. Para gadis kembali ribut karena lingkaran yang bercahaya itu. Pertapa itu berdiri dan berbicara dengan para pemusik. Lalu dengan kesal pertapa itu menatap para gadis satu persatu.


" Apakah ada di antara kalian yang sudah tidak suci lagi ? Jika ada, segeralah keluar dari lingkaran. Bulan tidak akan memberkati gadis yang sudah tidak suci lagi "


Segera terdengar gumaman dan kata-kata gusar di antara para gadis. Rey dan Axie menahan senyum.


" Cepatlah keluar. Jangan membuang waktuku " pertapa tua mulai marah.


Teana mengambil nafas kecewa dan berjalan keluar dari lingkaran dengan cemberut. Dua gadis lainnya menyusul keluar sambil menundukkan kepala karena malu. Sementara gadis-gadis lainnya yang tersisa hanya mencibir sinis. Jadi hanya ada 23 gadis dalam lingkaran.


Malam sudah sangat larut. Tapi Teana tidak mau pulang. Ia bersembunyi di sudut yang gelap, ingin melihat kelanjutan proses pemilihan gadis istimewa. Sedang dua gadis lainnya langsung pulang karena malu.


Pertapa itu kembali mencoba memindahkan para gadis ke dalam guci. Namun seperti yang sudah-sudah, ia digagalkan oleh Rey dan teman-temannya. Para gadis ribut saling menuduh karena mengira masih ada gadis yang tidak suci berada di antara mereka.


" Diamlah.... ! " bentak pertapa tua.


Pertapa itu kembali berbicara dengan para pemusik. Lalu berdiri dihadapan para gadis. Ia tersenyum aneh.


" Ternyata masih ada beberapa dari kalian yang tidak suci "

__ADS_1


Para gadis kembali ribut. Masing-masing merasa masih suci. Dan itu memang benar. Pertapa itu hanya mencari alasan untuk menculik mereka.


" Aku akan melemparkannya ke dalam api neraka karena berusaha membohongi langit... ! " katanya berteriak dan menarik keluar salah satu gadis dari dalam lingkaran. Lalu gadis itupun menghilang ( dimasukkan ke dalam guci dimensi ).


Rey dan teman-teman melotot terkejut. Gadis-gadis mulai panik. Rey menatap Axie. Axie segera ke depan dan pertapa itu menariknya masuk ke guci dimensi. Gadis-gadis berteriak ngeri. Bagaimanapun mereka tidak ingin dilempar ke neraka. Pertapa itu menatap para gadis.


(" Axie, apa kau baik-baik saja ? ") tanya Rey.


(" Ya, Nona. Ini seperti ruang dimensi. Saya bersama dengan gadis tadi. Tapi saya tidak tahu jalan keluarnya ") jawab Axie.


(" Itu berarti ruang dimensi milik pertapa itu. Tunggulah sampai dia mengeluarkanmu ")


(" Xenia, Axie baik-baik saja. Guci itu adalah ruang dimensi. Bawalah beberapa gadis ke tempat aman dan biarkan sisanya diambil pertapa itu. Kita masih bisa terhubung nanti ") kata Rey sambil maju ke depan.


Xenia dan Xibo cepat-cepat menyuruh para gadis bergandengan tangan dan memindahkan mereka ke tempat aman. Tinggal 11 gadis termasuk Rey. Gadis-gadis kebingungan karena beberapa lainnya menghilang tiba-tiba. Pertapa itu juga terkejut melihat gadis-gadis menghilang. Ia berteriak pada para pemusik.


(" Zacko, cepat pindahkan mereka ")


Rey mendorong beberapa gadis sehingga berdempetan. Zacko melesat cepat menyentuh mereka dan menghilang. Tinggal Rey dan 5 gadis lain yang kebingungan.


Teana tercengang menatap semua kejadian itu. Orang-orang yang menyaksikan dari jauh juga terpana dan bingung. Mereka sebenarnya ingin melihat gadis yang terpilih disinari bulan. Tapi apa yang terjadi ?


Tiga orang gadis dikeluarkan karena sudah tidak suci lagi, sementara yang lainnya menghilang entah kemana. Segera saja keluarga para gadis ribut mencari putrinya yang hilang.


Sementara Zacko, Xenia dan Xibo mengantar satu-satu gadis yang selamat ke rumah masing-masing. Ia melarang mereka keluar rumah selama 3 hari ini.


Di dalam ruang dimensi ternyata gelap. Terdengar gumaman dan tangisan para gadis yang tersekap. Rey ingin mengeluarkan bola cahaya, namun ia khawatir pertapa itu mengetahuinya. Tanpa disadari cahaya di dahinya semakin terang. Ia bisa mengamati sekelilingnya walau remang-remang.


Terdengar beberapa suara gadis.


" Cahaya apa itu ? "


" Kita kesana... "


" Jangan... ! siapa tahu itu bahaya ! "


" Nona... " itu suara Axie. Rey menoleh. Tampak Axie datang menggandeng seorang gadis yang menangis.

__ADS_1


Beberapa lainnya mendekat dengan ragu. Mereka mengira Rey iblis atau penyihir jahat. Rey hanya tersenyum tak perduli.


(" Apa yang akan kita lakukan Nona ? ") tanya Axie.


(" Menunggu saja. Nanti diluar baru bertindak. Maaf jika kamu tetap harus menyamar jadi Axie ") jawab Rey


(" Tak masalah Nona ")


Lalu Rey menyentuh cahaya di dahinya sambil mengucap mantra. Ditangannya muncul 2 topeng cantik. Ia memberikan salah satu pada Axie.


(" Pakailah ini. Jika benar dia adalah Tetua Outter, maka dia tidak boleh mengenali wajah kita ")




Topeng yang dipakai Rey segera menutupi cahaya di dahi Rey sehingga ruangan menjadi gelap. Gadis-gadis kembali meratap.


" Aaah.... Kenapa gelap lagi.... ? Aku takut..... "


" Aku juga..... "


" Diam dan jangan menangis. Tunggu pertapa itu mengeluarkan kita nanti "


" Jika rewel nanti pertapa palsu itu akan membunuh kita "


" Oh tidak..... "


Mereka duduk saling berdempetan.


(" Nona, mengapa Nona tidak mengeluarkan bola cahaya ? ") tanya Axie.


(" Jangan. Jika dia tahu kita punya kekuatan sihir maka dia akan mengurung kita di sini ") jawab Axie.


(" Oh.... Bagaimana dengan Zacko, Xenia dan rubah kecil ? ") tanya Axie.


(" Mereka sudah mengamankan 15 gadis lain. Aku tidak boleh bicara dengan mereka sekarang. Tunggu nanti jika kita semua dikeluarkan ")

__ADS_1


__ADS_2