
" Zigaz...... cepat ambil Nona " bisik Asgar.
Zigaz mengulurkan kedua tangan untuk membopong Putri Rey. Tapi segera menarik tangannya kembali.
" Ada apa...... ? " tanya Asgar menatapnya cemas. Suaranya semakin kecil.
Zigaz menaruh telunjuknya di bibir agar Asgar diam. Mereka kembali mengamati Putri Rey lewat cermin.
Ada 3 orang bertudung hitam masuk mendekati pembaringan Putri Rey. Kelihatan tubuh 2 orang itu adalah perempuan, dan yang seorang laki-laki.
" Rawat dan layani dia dengan baik. Jangan sampai kabur. Persiapkan untuk pernikahan malam purnama "
Asgar dan Zigaz terbelalak lebar. Darkie berani mengambil Putri Rey untuk menjadi istrinya ? Ia sudah gila..... !
Asgar dan Zigaz kembali mengamati cermin. Mereka terpaksa menutup mata saat kedua wanita itu mulai melepaskan gaun Rey dan membersihkan tubuhnya. Setelah 20 hitungan, barulah Asgar dan Zigaz kembali melihat cermin. Ternyata mereka memakaikan gaun mewah berwarna hitam dari bahan beludru pada Rey.
Setelah kedua pelayan itu pergi Asgar mulai ribut.
" Zigaz, cepat ambil Nona........ "
Zigaz menatap Asgar dengan cermat. Ada kilatan licik di matanya. Asgar curiga Zigaz punya rencana.
" Katakan apa rencanamu.... ! " kata Asgar.
" Bagaimana jika kamu menggantikan Nona disana. Kita akan memberi pelajaran padanya " tanya Zigaz licik. Mata Asgar ikut berkilat, bibirnya segera menyeringai kecil, kepalanya mengangguk-angguk.
Zigaz masuk kedalam cermin dan segera membopong Putri Rey. Lalu kembali ke ruang dimensi. Ia membaringkan Putri Rey di rerumputan. Kemudian ia menempelkan tangan Asgar di lengan Rey sambil membaca mantra. Seketika Asgar berubah menjadi seperti Putri Rey.
Zigaz mencabut sehelai rumput dan mengikatnya di pergelangan tangan Asgar sambil membaca mantra. Rumput itu bercahaya sebentar lalu berubah menjadi tembus pandang.
" Kamu bisa memberitahuku apa saja melalui rumput ini. Jika keadaan terlalu berbahaya, kamu bisa langsung kembali ke ruang dimensi Nona " pesan Zigaz.
Asgar mengangguk. Ia masuk ke dalam cermin dan segera berbaring di kamar itu.
Sementara Zigaz memeriksa keadaan Rey. Ia mendapati Nona Rey terkena racun penidur dan pelumpuh tubuh. Zigaz segera membawanya ke danau jiwa. Ia meminumkan beberapa teguk air danau pada Rey.
Sepuluh hitungan kemudian barulah Rey menampakkan tanda-tanda sadar. Ia mulai membuka matanya agak sayu. Zigaz masih memeluknya agar tidak tenggelam.
" Zi...gaaaz........ ? " Rey bergumam sangat pelan, hampir berbisik.
__ADS_1
" Ya Nona, ini saya "
" Kenapa...... ? " Rey bermaksud bertanya apa yang terjadi, tapi ia merasa lemas sekali.
" Nona diculik penyihir hitam Darkie. Ia menggunakan racun penidur dan pelumpuh tubuh " jelas Zigaz.
Rey membuka mulutnya, matanya terbelalak ngeri.
" Jangan khawatir Nona, tidak terjadi hal lain-lain pada Nona. Asgar saat ini menggantikan posisi Nona di kamar Darkie. Sepertinya penyihir Darkie ingin menjadikan anda mempelai di malam bulan purnama "
" ................ "
" Apakah nona akan beristirahat di dasar danau ? Racun pelumpuh itu butuh waktu paling sedikit satu putaran jam waktu untuk ukuran biasa "
" Ya........ "
Zigaz segera membawa Rey menyelam ke dasar danau. Ia membaringkan Rey di pembaringan yang terbuat dari air padat.
Lalu Zigaz duduk di sampingnya sambil mengeluarkan cermin pelihat. Ia mengamati Asgar di sana. Seseorang bertudung mendekati Putri Rey. Ia membelai pipi Rey ( Asgar ) sambil tersenyum miring.
" Sebentar lagi kau akan jadi milikku selamanya. Aku akan memberimu segel darah saat menikah. Dengan begitu Axel tidak akan bisa merebutmu lagi "
Tak lama terdengar suara kereta dorong di luar. Dua wanita bertudung masuk sambil mendorong kereta makanan.
" Ia akan sadar sebentar lagi. Namun ia tidak dapat bergerak sedikitpun. Aku akan memberinya penawar sebelum menikah. Kalian harus menyuapinya dan memberinya minum. Awas jangan sampai kalian turun tangan menyakitinya " Darkie setengah mengancam sebelum pergi.
" Baik Tuan " jawab mereka menunduk.
Lalu dua wanita bertudung itu duduk menunggu di kursi. Mereka hanya saling melirik tanpa kata.
Selama 5 hitungan tidak terdengar suara percakapan dari kedua wanita itu. Asgar heran, ia menduga Darkie menaruh sesuatu alat untuk menjadi pendengar sehingga dua wanita itu tidak berani bercakap-cakap.
" Kruuuuukk...... "
Perut Asgar berbunyi. Ia memang belum sarapan tadi pagi kan ? Hampir saja Asgar menggeliat ketika ia ingat Darkie mengatakan Rey tidak bisa bergerak. Itu berarti Nona Rey terkena racun pelumpuh. Asgar tak sengaja terbelalak.
" Ah...... Dia sudah bangun " kata salah satu wanita itu.
Mereka berdua segera beranjak. Satu mendekati Rey untuk membantunya bangun dan bersandar di kepala tempat tidur. Sedang satunya menarik kereta dorong dan menyiapkan makanan.
Rey ( Asgar ) menatap mereka seolah bingung.
__ADS_1
" Siapa kalian..... ? "
" Kami adalah pelayan-pelayan nona. Kami sudah menyiapkan makanan dan minuman untuk nona "
" Mari nona, saya akan menyuapi nona "
Tapi Rey tetap menutup mulutnya sambil mengerutkan alisnya. Ia khawatir makanan itu beracun.
" Nona...... anda lumpuh sementara. Nona tidak dapat menggerakkan tangan dan kaki nona selama beberapa hari. Itu sebabnya kami datang melayani anda. Jangan khawatir tentang makanan dan minuman ini. Tidak ada racun didalamnya " pelayan itu menjelaskan.
" Apa sebabnya, apakah tidak bisa diobati ? " tanya Rey ingin tahu.
" Maafkan kami nona, kaki tidak berkuasa menyembuhkan nona " pelayan satu menggelengkan kepala dengan sedih.
Namun pelayan yang lain berbisik di telinga Rey " Tuan yang memberi racun pelumpuh pada nona. Ia akan memberi penawarnya setelah anda menikah dengannya saat bulan purnama "
Rey berpura-pura terbelalak. Dia menatap kedua pelayan itu. Mereka mengangguk sambil menaruh telunjuknya di bibir dan melotot, seolah memberi isyarat hati-hati berbicara.
Jika Darkie akan memberi penawarnya pada malam bulan purnama, itu berarti racun pelumpuh yang diberikan pada Rey dosisnya begitu banyak. Darkie memang gila.....
Rey makan dan minum tanpa melawan. Ia menyadari dua wanita itu orang baik meski tidak bisa menolongnya. Selesai memberinya makan, dua wanita itu kembali membaringkan Rey dan segera keluar kamar.
Sementara Darkie duduk-duduk dengan wajah gembira di sekitar pasar kota. Ia sengaja bercanda tertawa dengan sekelompok pemuda lain sambil bercerita bahwa ia akan menikah dengan kekasihnya yang cantik. Tentu saja, Axel yang sedang menyamar jadi pemuda lain curiga.
Ia menarik kerah baju Darkie.
" Katakan padaku, dengan siapa kau akan menikah ? Bukankah penyihir hitam tidak suka terikat dengan siapapun ? "
" Hhhhhh......... ! mengapa kau ribut. Apa kau cemburu padaku..... ? " Darkie mengejek.
" Katakan padaku siapa namanya ?! " Axel menggeram kesal. Nada suaranya mulai naik. Orang-orang mulai menatap mereka.
" Rey "
" Apa....... ?! "
Axel hampir saja mengangkat tangannya untuk menyerang ketika satu kalimat Darkie membuatnya harus membatalkan niatnya.
" Jika kau berani melukaiku...... Para pelayan yang kusuruh menjaganya, pasti akan membunuhnya "
" Kau..... ! Dimana dia sekarang ?! " nafas Axel memburu naik-turun mencoba sabar. Matanya menatap nyalang pada Darkie.
__ADS_1