GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
169. Kegagalan Odex Dan Si Penyihir Muda


__ADS_3

Tapi iblis tidak pernah lebih pintar dari manusia atau penyihir. Hanya memang lebih licik. Ia berniat menerkam Zigaz lebih dulu. Iblis itu membuka mulutnya memperlihatkan taring penghisap darah. Dan........ ia tersengat cahaya suci yang menyelubungi tubuh Zigaz.


" Rrroooooaaaaarrrrr.................... ! "


Raungannya terdengar keras dan pilu. Ya.... iblis itu bagai tersakiti oleh sesuatu yang tak terlihat dan terus-menerus. Cahaya suci itu juga tersalur menyelubungi tubuh si iblis hingga pudar menghilang tanpa sisa.


Tak lama kemudian datang lagi 2 penyihir yang tadi sempat berlalu. Mereka hanya menatap ketiga orang yang terselimuti cahaya suci. Mereka tahu ketiga orang itu pastilah para penyihir cahaya atau penyihir putih. Jelas bukan lawan mereka. Jadi mereka saling mengangguk dan berlalu tanpa mengganggu. Hanya melirik sekilas saat melewati dua penyihir yang tergeletak berjauhan. Baru di kejauhan mereka saling berbisik membicarakannya.


15 hitungan kemudian cahaya suci meredup dan hilang. Rey membuka matanya. Tampak matanya bercahaya putih seperti malaikat.


Kebetulan ia bertatapan dengan Kendrick. Cahaya di dahi dan matanya meredup perlahan. Rey segera memeluk Kendrick. Kendrik membelai kepala dan punggungnya.


" Sekarang kau sudah mempunyai kekuatan cahaya suci. Aku sudah lebih tenang membiarkanmu diluar. Bijaklah dalam menggunakannya "


Rey mengangguk. Lalu Rey menoleh ke arah Zigaz. Alisnya sedikit berkerut.


" Zigaz , kekuatanmu naik lagi ? "


" Eh...... He..He..He..He........ Tentu saja Nona, kan Nona membaginya sedikit kepada saya "


" Oh ya...... Aku tidak merasakannya ? "


" Kami mengambil energi yang berlebihan di luar tubuhmu " sahut Kendrick.


" Ooo...... "

__ADS_1


Rey melihat sekelilingnya, ia melihat ada dua penyihir berjubah hitam tergeletak di dua tempat.


" Mereka siapa ? "


" Yang ini Odex, Nona. Yang itu adalah penyihir laki-laki yang kita lihat di tepi tebing kemarin "


Rey dan Kendrick sama-sama mengerutkan alisnya. Mereka mengabaikan Odex dan mendekati penyihir muda itu.


" Zigaz, tolong singkapkan tudungnya. Aku ingin tahu wajahnya " kata Rey.


Zigaz segera melakukan perintah Rey. Tampak terlihat wajah bersih namun sedikit kejam. Rey menatap lama wajah itu lalu menatap Kendrick. Kendrick menghela nafasnya dengan perasaan berat. Lalu ia menggandeng tangan Rey dan memegang bahu Zigaz.


Sesaat kemudian mereka berada di ruang kerja Kendrick. Suasana terasa hening selama beberapa waktu. Rey menatapnya dengan khawatir. Sedang Kendrick duduk diam dengan wajah murung. Zigaz hanya berdiri di samping pintu masuk dengan hati bertanya-tanya. Namun ia menduga Lord Kendrick mengetahui siapa penyihir muda itu.


" Setiap penyihir mempunyai dua pilihan dalam hidupnya. Menjadi penyihir baik, atau menjadi penyihir buruk. Sekalipun ia terlahir sebagai penyihir hitam, ayahmu saja berani memilih jalan kehidupan. Sedang Terra berasal dari Cronos, tapi memilih jalan kematian. Begitupun dengannya, jika ia lebih memilih jalan kematian, kamu jangan bimbang. Siapapun yang terkait dengannya dan melindunginya, jangan ragu menegakkan kebenaran "


" Baiklah, kami akan kembali bertugas " ujar Rey pelan. Kendrick mengangguk dan berdiri mencium dahi Rey. Rey memegang lengan Zigaz untuk menghilang. Mereka muncul di kamar penginapan Rey.


" Zigaz, kamu beristirahatlah di danau jiwaku. Atau berlatih. Tapi jangan menemui seorang ibu yang ada di sana. Ia sedang kehilangan seorang anak. Biarkan jiwanya tenang dahulu "


" Baik Nona.... "


Kemudian Rey mencuci tangan dan kakinya sebelum tidur. Meski matanya terpejam, namun pikirannya masih terbayang wajah si penyihir laki-laki itu. Sekilas wajah itu seperti wajah seseorang yang pernah Rey lihat. Tapi Rey lupa wajah siapa itu.


Rey tahu Kendrick mengenalinya. Namun ia merasa Kendrick enggan mengatakannya. Bahkan ia langsung terlihat murung tadi. Dan kata-kata Kendrick seolah isyarat bahwa ia harus tegas jika nanti terpaksa berhadapan dengan penyihir laki-laki itu. Tidak perduli tentang siapapun ( keluarga ) yang terkait dengannya.

__ADS_1


Mungkinkah ia berasal dari Kerajaan Astraco ? Tapi siapa ? Rey mencoba mengingat satu-persatu wajah tetua Astraco hingga ketiduran.


Sementara Zigaz duduk bersila di tempat tidur air di samping Asgar. Ia merasakan energi cahaya masih berputar-putar didalam tubuhnya. Setelah satu putaran waktu, Zigaz berbaring sambil menatap Asgar. Akhirnya matanya terpejam juga.


Bagaimana keadaan Odex dan si penyihir muda di hutan Mazox ? Menjelang pagi Odex terbangun. Ia merasa seluruh badannya nyeri dan linu. Ia duduk dan memperhatikan sekelilingnya. Tampak penyihir lain tergeletak tak jauh darinya.


Odex mengerutkan alisnya. Mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam. Ia dipukul si penyihir muda. Ia juga tersengat cahaya yang menyelubungi si nenek sihir.


" Hhhaaah...... ! "


Odex memukul tanah di depannya dengan kesal. Si nenek sihir itu telah berhasil menaikkan kekuatannya. Ia termenung. Bagaimana caranya si nenek sihir itu berwajah begitu muda dan kekuatannya juga tinggi ? Ritual apa yang dia lakukan ?


Odex berpikir ia harus pergi ke kerajaan Astraco. Ia harus mencari tahu buku sihir yang berisi tentang ritual bulan purnama. Ia akan menyamar sebagai tetua Outter. Odex segera menghilang.


Waktu berlalu. Matahari mulai muncul. Sinarnya menghangatkan tubuh si penyihir muda. Tangannya mulai bergerak meraba permukaan tanah, baru matanya terbuka perlahan. Ia mengerang merasakan dada dan tubuhnya sakit semua.


Ia duduk dengan lesu. Mengingat-ingat apa saja yang terjadi tadi malam. Pandangannya menatap ke atas. Sudah tidak ada lagi awan di sana. Gadis Takdir itu berhasil menerima Kekuatan Cahaya Suci dari Bulan Purnama Seribu ( Hanya sedikit penyihir yang mengetahui hal ini. Biasanya para tetua kerajaan sihir. Mungkin juga Kendrick atau seseorang )


( " Sialan.... ! Seandainya aku tidak datang terlambat. Pasti aku lebih dulu menerima kekuatan itu. Sekarang hanya tinggal satu cara lagi untuk merebut kekuatan itu " ). Penyihir muda itu mengerutkan alis begitu dalam. Wajahnya sungguh tidak sedap dipandang.


Ia bangkit berdiri bermaksud teleportasi ke suatu tempat.


" Aaarrggh... ! " ia memuntahkan darah. Tangannya menekan dadanya yang terasa sakit. Setelah menghela nafas ia mencoba lagi teleportasi.


" Aaaarrrgh......... " ia muntah dan jatuh berlutut. Kali ini ia menyadari bahwa ia terluka dalam. Untuk sementara ia tidak bisa melakukan sihir yang memerlukan tenaga dalam.

__ADS_1


Jika seperti ini, akan bahaya bila ia bertemu dengan musuh. Ia berjalan mencari tempat yang aman dan tersembunyi dibalik semak-semak tinggi. Lalu duduk bersila untuk mengembalikan kekuatannya.


Sementara Kendrick ketiduran di ruang kerjanya. Martin tertegun melihatnya tertidur dengan kepala bersandar dimeja. Biasanya memang ia akan menemui Lord Kendrick setelah selesai sarapan pagi. Ia yakin Lord Kendrick sedang memikirkan sesuatu hingga kelelahan dan tertidur disini. Jadi ia memutuskan diam menunggu di luar pintu.


__ADS_2