
Tentu saja di kamarku........ Kau tidak boleh menemuinya karena ia calon istriku....... He...he...he...he......... " Darkie mencibir.
Axel mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia sungguh ingin membunuh Darkie sekarang. Apa daya Darkie menahan Rey saat ini.
Kini Axel mengerti kenapa Rey tak terlihat belakangan hari ini. Ternyata Darkie menculiknya. Ia harus mengikuti Darkie untuk menyelamatkan Rey. Axel menghilang, namun sekejap kemudian muncul di tempat tak jauh dalam keadaan muntah darah.
" Sialan........ Aku masih tak bisa teleportasi. Jadi bagaimana aku mengetahui dimana Darkie menyembunyikan Rey ? " Axel berpikir. Akhirnya ia menangkap seekor ngengat. Ia memantrainya dan melepaskannya. Ngengat itu terbang ke tempat dimana tadi Axel bertemu Darkie. Tapi sayang, Darkie sudah menghilang. Ngengat itu terbang ke sekeliling mencari jejak Darkie.
" Hhhhhhhhhh.......... ! " Axel menggeram amat kesal. Ia kehilangan Rey dan juga Darkie.
Ia segera melesat ke bukit Palaz. Dicobanya memeriksa setiap pergerakan di sekitarnya. Sungguh....... tak ada tanda-tanda pergerakan manusia satupun.
Menjelang matahari terbenam Rey sudah bersih dari racun pelumpuh. Ia mengajak Zigaz naik. Rey duduk mengeluarkan cermin pelihat. Zigaz menata makanan dan kue-kue yang dibelinya tadi pagi. Seperti biasa tupai dan rusa ikut makan bersama.
Sementara Asgar berbaring namun tidak tidur. Ia bosan hanya berbaring mengamati seluruh isi kamar. Tidak ada jendela. Hanya beberapa lilin sebagai penerang. Asgar bangun mengendap-endap ke arah pintu. Ia mencoba membukanya, ternyata tidak bisa.
Tiba-tiba Asgar diam..... ia merasakan seseorang mendekat. Cepat ia berbalik dan naik ke tempat tidur untuk berbaring namun tidak tidur.
" Kriiiiiittt.............. "
Masuklah seorang yang tinggi bertudung hitam. Ia datang membawa mangkuk kecil. Rey ( Asgar ) menatapnya waspada. Orang itu meletakkan mangkuk di meja samping pembaringan. Lalu duduk di tepi pembaringan, membantu Rey untuk duduk bersandar.
Mulutnya terdengar seperti bergumam pelan ( mengucap mantra ). Tiba-tiba tangan kirinya mencengkeram rahang Rey, membuat mulutnya otomatis terbuka. Lalu tangan kanannya menuang cairan yang ada di mangkuk kecil tadi ke dalam mulut Rey.
" Egh....egh....egh...... " mau tidak mau Rey terpaksa menenggak cairan itu karena tidak bisa melawan. Matanya terbelalak lebar saat melihat wajah orang itu, Darkie.....
Kelihatan ada senyum kemenangan di bibir Darkie.
( " Sialan...... ! " ) Rey menggerutu dalam hati. Ia merasa lemas dan mengantuk berat. Matanya perlahan-lahan menutup rapat.
Darkie kembali membaringkan Rey dan membetulkan selimutnya.
" Tidur yang nyenyak, sayangku. Besok malam kita akan menikah dan menyatukan kekuatan " Darkie mencium dahi Rey sebelum keluar kamar.
__ADS_1
Zigaz meringis kuda saat melihat semua itu dari cermin pelihat. Ia dan Rey menonton semua yang dialami Asgar. Rey segera menuju ke danau. Ia mengambil air dengan guci kecil sambil membaca mantra. Lalu Kembali ke tempat Zigaz.
" Masuk dan berikan ini pada Asgar. Lalu bersembunyilah disana. Lumpuhkan siapapun pelayan yang masuk dan panggil aku. Jangan lupa hilangkan auramu atau jadilah nyamuk " pesan Rey.
Zigaz segera masuk ke cermin dan melakukan perintah Rey.
Rey sendiri keluar dari dimensi menemui nenek Wilma.
" Ah...... Putriiii.......... bagaimana kabar Nona ? "
" Aku............. sudah baik-baik saja nek......... Tapi aku ingin membalas seseorang yang meracuniku "
" Apaaaaa....... ? Coba lihat tanganmu...... " Nenek Wilma memeriksa denyut nadi Rey. Tentu saja tidak ada kelainan. Ia menatap Rey dengan heran.
" Aku sudah minum air danau jiwa, nek....... Jangan khawatir....... "
" Oooh..... syukurlah "
" Bisakah nenek membuatkan racun penidur dicampur racun pelumpuh ? "
Setelah satu putaran jam waktu, nenek Wilma memasukkan sari ramuan itu ke dalam botol kaca dan memberikannya pada Rey. Rey mengucapkan terima kasih dan memeluknya sebelum berpisah.
Sepanjang malam tidak ada siapapun yang masuk ke kamar Rey ( Asgar )sehingga Zigaz pergi tidur di tempat yang aman. Sementara Rey tidur di rumput bersama rusa dan tupai.
Esok paginya dua pelayan masuk untuk membersihkan tubuh Rey. Zigaz segera melumpuhkan mereka berdua dengan sengatan petir di tengkuk masing-masing sehingga pingsan. Ia segera menghubungi Rey.
" Nona, aku sudah melumpuhkan pelayannya "
Rey segera masuk ke kamar itu.
" Zigaz, bawa Asgar ke dasar danau jiwa dan kembalilah kesini "
" Baik, Nona "
__ADS_1
Lalu Rey melepaskan jubah salah satu pelayan dan memakaikan gaun hitam yang sudah disiapkan para pelayan itu. Sementara gaun yang sebelumnya ia pakai diletakkan di keranjang baju kotor.
Zigaz datang membantu mengangkat ke atas pembaringan dan menutupinya dengan selimut.
" Zigaz, pakailah jubah ini. Kau akan menyamar jadi pelayan. Cari tahu apa saja tentang Darkie "
" Baik, Nona "
Lalu Rey memegang lengan pelayan yang berbaring dengan lengan Zigaz sambil mengucap mantra. Zigaz berubah sama persis dengan pelayan itu.
Kemudian Rey mengucap mantra sambil meletakkan tangannya ke lengan pelayan itu. Jadilah ia sebagai Rey. Lalu Rey meminumkan ramuan yang dibuat nenek Wilma. Ia menambahkan mantra peniru supaya tingkah laku pelayan itu sama dengannya.
Rey mengangguk pada Zigaz dan kembali ke ruang dimensi. Zigaz segera membangunkan pelayan yang pingsan.
" Bangun...... bangunlah........ "
" Ngggg......... apa yang terjadi padaku ? "
" Kau tiba-tiba pingsan. Aku sudah membersihkan calon mempelai tuan. Kita harus segera pergi menyelesaikan tugas lainnya "
" Baik..... "
Mereka berdua keluar dari kamar itu. Sepanjang lorong Zigaz diam-diam memperhatikan sekeliling. Ini dimana ? Mengapa tidak ada sinar matahari ? Ketika mereka sampai dapur, Zigaz berpura-pura ke kamar mandi. Ia berubah jadi ngengat dan berkeliling.
Darkie bergegas menuju kamar Rey. Ia masuk dan melihat Rey masih terlelap. Ia duduk di sampingnya, memandangi penuh senyum. Hari ini akan jadi momen yang paling berharga baginya. Ia mendapatkan gadis cantik yang mempunyai kekuatan hebat.
Darkie beruntung mendapatkannya. Ia akan melakukan ritual penyatuan darah agar Rey tidak bisa kabur kemanapun. Juga tidak akan berani melukainya. Kecuali ingin mati bersama. Kekuatan mereka akan sama-sama imbang.
Darkie menunduk, ia mengecup bibir Rey sekilas. Lalu mulai membaca mantra. Ia menggigit ujung jarinya dan meneteskan darahnya ke mulut Rey. Kemudian ia juga menggigit ujung jari Rey dan menghisapnya sedikit. Alisnya berkerut karena darahnya agak pahit seperti tercemar racun. Tapi kemudian ia ingat bahwa semalam ia memang memberikan ramuan penidur dan pelumpuh. Tentu saja darahnya jadi pahit. Darkie terkekeh kecil. Sebaiknya ia juga membuatkan ramuan cinta agar pernikahannya penuh gairah.
Darkie bergegas kembali ke ruang pribadinya untuk membuat ramuan cinta. Ia akan membuatnya dalam bentuk oles sehingga bisa digunakan kapan saja ia ingin.
__ADS_1
Oh........... Darkie mulai membayangkan sentuhan dan belaian kasih sayang. Mulutnya tak sadar tersenyum cabul.