
Rey dan Xenia kembali ke tempat Teresa dan Viena. Namun sudah ada 2 pria yang menemani mereka. Rey dan Xenia saling pandang sambil tersenyum miring.
" Bagaimana.... apa kau masih ingin menuntaskan sakit hatimu dengan menonton pertunjukan yang begitu menggoda ? " tanya Rey.
" Tak perlu... ! Lebih baik kita menari saja "
Mereka bergabung dengan pasangan yang menari di lapangan dengan gembira. Namun tiba-tiba Xenia ditarik seseorang dan dipeluknya erat.
" Eh.... Zacko ? " Xenia terkejut.
" Kau berani menari dengan pria lain ? " Zacko bertanya gusar.
" Mengapa tidak ? Dia bilang kau melupakannya karena sibuk melayani para gadis puteri menteri ? " jawab Rey berkacak pinggang.
" Eh... Itu... Aku....... " Zacko tak tahu harus menjawab apa.
Xenia melepaskan diri dan berlari ke samping Rey. Ia sengaja menggandeng lengan Rey. Rey tersenyum miring dan mengedipkan mata. Asgar menyikut rusuk Zacko.
" Xenia.... aku.... minta maaf.... Aku janji, lain kali akan lebih tegas menolak mereka "
" Hmmmm, memangnya kamu berani ? " Xenia mencibir.
" Ya... "
" Yakin ? mereka lebih cantik lho ? "
" Aku... mencintaimu.... Ke... kembalilah padaku.... " Zacko berlutut sebelah kaki di hadapan Xenia. Xenia terharu....
Rey menutup mulutnya yang tersenyum lebar. Lalu mendorong Xenia ke depan.
" Ah... aku juga.... mencintaimu " Xenia menjadi gugup.
Zacko segera bangkit dan memeluk Xenia.
Rey mendekati Asgar dan menariknya pergi.
" Eeh.... Kau siapa ? "
" Aku akan menggantikan kedudukan Alice sementara saat ini "
" Alice.... ? kau mengenal Alice ? "
" Tentu saja. Ia teman terbaik yang pernah ku punya "
" Te... teman..... ? "
" Hmmmm....... "
Rey bergumam. Mulutnya penuh dengan cemilan yang dicomotnya barusan. Ia tak sengaja menyenggol seorang gadis.
__ADS_1
" Oh... maaf " Rey segera meminta maaf.
Mulut gadis itu ternganga. Matanya memancarkan sinar cerah.
" Kau tampan sekaliiiii..... " katanya memuja.
" Oh tidak......... maaf aku sudah punya kekasih... ! " jawab Rey buru-buru menarik Asgar lagi.
" Ah.... sayang sekali..... " gadis itu memandang kecewa ke arah Rey dan Asgar. Tapi kemudian ia berlari dan menarik tangan Rey.
" Tuan..... tak apa jika kau sudah punya kekasih. Kan kalian belum menikah ? Itu berarti tuan masih bisa dekat denganku. Siapa tahu hati tuan hanya untukku " katanya dengan mata berkedip-kedip seperti lilin yang akan tertiup angin.
"
" Aiiiissh....... aku tidak berminat padamu ! " Rey melepaskan lengannya dan menyeret Asgar yang kebingungan.
Kebetulan Kendrick dan Zigaz muncul. Rey segera berlari ke belakang Kendrick. Gadis itu melihat Kendrick yang tampan dan lebih dewasa.
" Ooouuuhh..... pria idamaaaaan..... " ia berlari memeluk Kendrick erat-erat. Rey seketika tertawa. " Aaah..Ha..ha..ha..ha..... "
Tentu saja Kendrick terkejut dan menolaknya. Ia mendorong gadis itu mundur.
" Kau siapa ? "
" Namaku Merry. Tuan, kau sangat tampan.... jadilah kekasihku.... Aku berjanji akan melakukan apapun untuk menyenangkanmu...... " katanya dengan mata berkedip-kedip dan tangan memohon ( memang itu gaya andalannya ).
" Biar saja. Lagipula kau sudah menolakku. Untuk apa peduli padaku ? Weeeeee........ " Merry meleletkan lidahnya ke arah Rey.
Asgar dan Zigaz melongo melihat tingkah Rey dan Merry.
" Maaf nona..... aku sudah punya kekasih.... " kata Kendrick meraih Rey dan mencium kepalanya. Ia sengaja memeluknya di depan Merry.
Merry, Asgar dan Zigaz sama-sama tercengang. Mereka menatap Kendrick dan Rey dengan pikiran kosong. Merry mengusap matanya dan melihat lebih teliti pada Kendrick dan Rey.
" Te... tapi...... dia..... laki-laki.......
K... kalian..... menyukai sesama ? " Merry memandang ngeri dan agak jijik.
Kendrick tak perduli. Ia mengusap-usap kepala Rey dan sesekali mencium kepalanya. Rey tersenyum senang. Merry meringis kecil. Ia bergidik sebelum pergi. Hatinya bagai melayang tertiup angin kutub.
Sementara Asgar dan Zigaz memandang tak percaya pada Kendrick. Pikiran mereka campur aduk. Bagaimana nasib Nona mereka ?
" M... My Loooord...... ? " tanya mereka bersamaan dan ragu-ragu.
" Hmmmm..... ? "
Asgar dan Zigaz saling berpandangan dan menelan ludah. Tenggorokan mereka terasa tercekat tak berani bicara.
" Apa yang kalian pikirkan ? Buka mata kalian lebar-lebar. Ini Rey, belahan jiwaku. Ia menyamar jadi laki-laki " jelas Kendrick.
__ADS_1
" Apa ?! " Asgar dan Zigaz mengusap matanya masing-masing menggunakan sihir. Benar saja. Pemuda itu ternyata Nona Rey. Mereka seketika menarik nafas lega. Kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya. Rey dan Kendrick tertawa.
" Mengapa kau menjadi laki-laki ? " tanya Kendrick.
" Aku tadi bersenang-senang dengan Xenia " jawab Rey.
" Apa yang kau lakukan, apa kalian membuat masalah ? "
" Mmm... sedikit..... "
Hmmmm.... sudah sore. Kita kembali sebentar ke markas "
" Ayo "
Mereka berempat menuju markas. Masing-masing mandi bergantian. Kemudian bersantai di aula, ada banyak orang yang juga beristirahat sebentar.
Menjelang gelap Zacko dan Xenia datang bersama Raja Greg dan beberapa pengawalnya.
" Yo, Greg.... kau sudah menjadi Raja. Rumahmu di istana. Kenapa kembali ke sini ? " ujar Yezzi menepuk bahunya.
Greg tersenyum.
" Aku ingin berbicara dengan Lord Kendrick "
" Oh, masuklah. My Lord ada di aula "
Greg meminta bicara secara pribadi dengan Lord Kendrick.
" My Lord.... saya punya masalah. Untuk masalah negara, saya bisa membicarakannya dengan para menteri. Tapi untuk masalah pribadi, itu menjadi beban untuk saya. Saya keberatan dengan para menteri yang mengajukan puteri-puterinya. Kebanyakan dari mereka menilai saya karena seorang Raja. Saya.... hanya ingin wanita yang mencintai saya sebagai orang biasa... "
" Kamu harus tegas menolak pembicaraan pribadi. Itulah gunanya Raja. Raja adalah pemimpin rakyat. Bukan boneka para menteri. Dimana pun dan kapanpun ada pembicaraan, kamu harus selalu bersama dengan Marko ( keponakan Bidoff ). Untuk satu tahun ini, pikirkan yang terbaik bagi Kerajaan HIGRESIA. Zacko dan Xenia akan menjadi tombak terbaikmu. Belahan jiwamu akan datang pada waktunya "
" Bagaimana saya mengetahui tentangnya ? " Greg penasaran.
" Dia gadis lembut yang suka menolong. Seekor kupu-kupu berwarna putih akan hinggap di atas kepalanya pada hari yang ditakdirkan untuk kalian. Hanya saja, ia harus ditempa supaya menjadi Ratu yang tegar dan kuat, apalagi menghadapi sesama wanita. Marko akan menikah lebih dulu dan istrinya bisa membimbing calon istrimu kelak "
Greg tersenyum lebar. Hatinya lega karena akan mendapat istri yang bukan anak menteri. Kendrick menepuk bahunya. Mereka kembali bergabung dengan yang lain di aula.
Rey yang masih berwujud laki-laki didekati Xenia. Mereka mengobrol dan tertawa. Zacko yang melihat itu merasa marah dan segera datang.
" Mengapa kamu datang kesini ? Apa hubunganmu dengan Xenia ? " tanya Zacko gusar.
" Ha..ha..ha..ha... " Rey dan Xenia tertawa bersama.
" Apa kau cemburu karena Xenia ? " Rey memainkan alisnya naik turun.
" Ya. Xenia kekasihku. Mengapa kau terus menerus mendekatinya ? Apa maumu ? " tanya Zacko menatap tajam pada Rey.
" He..he..he..he... " Rey tertawa geli sambil menepuk-nepuk lututnya sendiri.
__ADS_1