GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
144. Pernikahan Katty


__ADS_3


Rey dan Asgar melihat banyak anak kecil berlarian atau bermain di sekeliling. Rey tersenyum ingat Alto. Ia membayangkan wajah Angel yang senang mendapat teman baru sekaligus kakak. Nenek pasti sedikit repot.


" Nek.... jangan senyum-senyum sendiri. Itu namanya pelit, tidak mau berbagi.... " sindir Asgar.


" He..he..he..he.... " Rey memegang lengan Asgar bermaksud menenangkan.


" Kek.... apa kau mau kembali jadi muda ? " tanya Rey.


" Hah.... ? maksud Non.. eh nenek apa ? " Asgar tak mengerti.


" Apa kakek mau kembali jadi Ksatria Asgar untuk menghadiri pernikahan Katty ? " tanya Rey.


" Jangan nek.... Kasihan nanti pernikahan nona Katty kacau " kata Asgar.


" Memang itu yang harus terjadi. Katty tidak berjodoh dengan siapapun selain dengan Richard " jawab Rey.


" Richard..... ? " Asgar menatap Rey.


" Ya, Richard mengenal walikota Malto. Ia pasti akan datang nanti malam. Richard tidak akan mempermasalahkan keuangan untuk Katty. Dan sifat Katty yang buruk akan mengikis sifat buruk Richard. Mereka akan bahagia dan bertahan sampai tua " jelas Rey. Asgar mengangguk-angguk.


" Tapi.... saya malu menyebabkan masalah pernikahan, Nona. Bagaimana kalau saya menyamar jadi pria tampan selain Ksatria ? " Asgar mengelak.


" Justru kau datang mewakili Raja Greg, menggantikan Ksatria Zacko yang tidak bisa hadir. Greg belum mengenal semua pengusaha atau orang-orang yang terkait dengan kerajaan HIGRESIA. Aku akan memanggil Alice untuk menemanimu " tawar Rey.


" Aah.... saya setuju " mata Asgar berbinar mengingat Alice.


" Baik, aku akan memantau pergerakan Richard supaya datang tepat waktunya "


Rey menyeret Asgar ke sela lorong. Tak lama Alice muncul disana bersama Kendrick. Tapi Alice diam saja karena tak mengenal kakek nenek di depannya.


" Alice..... " panggil Asgar memeluknya lebih dulu.


" Eh.... ? kakek siapa ? " tanya Alice mendorong pelan.


" Ha..ha..ha..ha......

__ADS_1


Hei, kakek tua.... Kau sudah tua dan jelek.... Sadarlah dengan umurmu...... " Rey meledeknya.


Asgar seketika ingat bahwa wujudnya masih seorang kakek-kakek. Tentu saja Alice tak mengenalinya. Ia menggeram gemas pada Rey.


" Nonaaaaaaa...... ! "


" Ha..ha..ha..ha...... " Rey dan Kendrick tertawa. Alice memandang bingung. Ia beringsut ke belakang Kendrick agar tidak dipeluk kakek tua itu.


" Ha..ha..ha..ha...... " Rey semakin geli melihat Alice bersembunyi. Ia memegang perutnya yang kaku karena tertawa dari tadi.


Kendrick menggerakkan jarinya. Rey dan Asgar kembali ke wujud aslinya. Alice yang melihat itu terbelalak senang.


" Asgar... ! Nona... ! " Alice hendak memeluk Rey, tapi Asgar merengkuh pinggangnya dan menariknya pergi.


" Eh... Asgar... Aku mau bertemu Nona Rey dulu, lepaskan... " Alice meronta, namun Asgar tidak perduli.


Rey dan Kendrick tertawa lagi. Setelah Asgar keluar dari lorong, Kendrick meraih Rey. Mereka memadu kasih menumpahkan kerinduan. Setelah beberapa waktu, Kendrick kembali ke Astraco.


Rey kembali menjadi nenek-nenek dan berjalan-jalan sendiri.


(" Baik Nona " ) Asgar mengangguk tanpa sadar. Ia menggandeng tangan Alice dengan hati riang. Senyumnya melebar.


Sementara Rey terus berjalan tak tentu arah di sekitar perumahan. Ia sedikit heran karena tak ada iblis atau hawa penyihir di kota ini. Tapi ia merasa akan ada sesuatu terjadi di sini. Apakah itu berkaitan dengan pernikahan Katty atau tidak ? Ia tak tahu. Haruskah ia senang dengan suasana " aman " ini atau was-was, entahlah....


Akhirnya Rey kembali ke penginapan. Ia memilih beristirahat daripada merasa bingung tanpa tahu sebabnya. Ketika bangun sore, sekeliling terdengar ramai. Rey mengeluarkan cermin pelihat dan menyebut nama Richard setelah mengucapkan mantra. Terlihat Richard sudah ada di penginapan ERTO. Rey tersenyum, takdir memang sudah ditentukan. Sekalipun jalannya pahit dan berliku, pasti akan ketemu juga.


Baiklah... Rey segera mandi dan keluar. Ia melihat bangku dan meja sudah ditata di lapangan kota. Ia duduk di pinggiran taman. Dari jauh ia melihat Asgar dan Alice. Rey melambai.


Alice berlari gembira menuju Rey. Ia memeluknya sambil tertawa karena penampilan Rey yang seperti nenek-nenek.


" Kamu cantik sekali Alice " Rey memutar tubuh Alice.


Alice berputar senang. Lalu mereka mengobrol sementara Asgar kebetulan bertemu dengan teman-temannya.


Seorang pelayan Katty melihat Asgar. Ia segera kembali ke kediaman walikota dan mengabarkan tentang kehadiran Ksatria Asgar. Tentu saja Katty senang mendengarkan.


Sementara walikota mempersiapkan diri menyambut wakil dari Raja HIGRESIA, Katty diam-diam menyelinap keluar untuk menemui pujaannya. Para pelayan dan penata rias yang tidak mendapati Katty di kamar mulai ribut.

__ADS_1


Salah satu orang Diego (calon suami Katty) melaporkan hal itu pada Diego. Diego marah karena Katty masih menginginkan Ksatria Asgar. Ia dan orang-orangnya menyusul Katty ke lapangan kota.


Katty setengah berlari mencari Asgar. Pelayannya kesusahan mengangkat bagian belakang gaun pernikahannya. Setelah menengok kesana-kemari, akhirnya Katty melihat Asgar sedang bersenda gurau dengan teman-temannya.


Cepat ia berlari menuju Asgar dan memeluknya erat sambil menangis. Asgar dan teman-temannya seketika terkejut. Seorang gadis mengenakan gaun putih pengantin ? Siapa ?


" A... Asgar...... apa ia calon istrimu ? "


Asgar menggeleng bingung.


" Ehm... Nona..... maaf, kau siapa ? " tanya Asgar.


Tapi Katty hanya menyembunyikan mukanya dan terus menangis ( tidak tahu ia menangis sedih atau pura-pura untuk mendapatkan perhatian Asgar )


" E... anu Tuan, dia adalah Nona Katty, putri walikota Malto " sahut pelayannya.


Asgar dan teman-temannya tercengang. Rey yang melihat itu dari jauh tersenyum miring. Namun Alice terbakar cemburu. Ia buru-buru menuju ke tempat Asgar. Gaunnya ia angkat sedikit supaya tidak tersandung.


Alice segera menarik lepas tangan Katty dengan kasar. Lalu menatap marah sambil menuding.


" Kamu siapa berani memeluk kekasihku ? Perempuan tidak tahu malu ! "


Katty tertegun. Ia menatap gadis muda cantik bergaun ungu di hadapannya. Pelayannya segera berdiri di samping Katty.


" Dia adalah Nona Katty. Putri walikota Malto " jawabnya meninggikan dagu.


" Aku tidak tanya namanya atau putri siapa. Apa hubungannya dengan kekasihku ? Pantaskah seorang gadis yang mau menikah dengan seseorang malah memeluk pria lain seperti wanita murahan ?! " kata Alice berapi-api.


Wajah Katty dan pelayannya memerah. Pelayan itu maju hendak mencakar Alice. Tapi Alice hanya mengebaskan lengannya. Dan pelayan itu terhempas jatuh tanpa disentuh. Katty melotot.


" Kau..... ! " Ia menuding pada Alice.


Asgar maju memeluk Alice dan mencium pipinya sambil berbisik pelan.


" Tenanglah sayang, ini rencana Nona Rey "


Alice mengangkat alisnya saat menatap Asgar. Asgar mengangguk samar. Alice langsung tersenyum. Katty menatap nyalang pada Alice yang dianggap merebut pujaannya.

__ADS_1


__ADS_2