GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
168. Kekuatan Cahaya Suci


__ADS_3

Odex berjongkok. Ia hampir saja menyentuh salah satu mayat ketika dirasakannya ada beberapa aura gelap mendekat. Odex segera menghilang.


Muncul 3 iblis. Salah satu bertanduk satu. Mereka segera menerkam mayat-mayat itu untuk menghisap darahnya. Namun elemen petir segera menyelubungi para iblis dan memusnahkan jadi abu.


Zigaz membelalakkan matanya. Odex juga sama. Ternyata ia hanya berpindah ke balik pohon besar untuk mengintip siapa yang datang. Dan ia merasa beruntung karena belum sempat menyentuh mayat-mayat itu. Jika saja tadi ia menyentuh, pasti nasibnya akan sama seperti iblis-iblis itu.


Alisnya berkerut dalam. Ia sungguh ingin tahu siapa penyihir yang mampu membunuh ke-3 penyihir itu. Sungguh hebat. Kekuatan petirnya bahkan masih tersalur ke korban berikutnya.


Dua penyihir lain datang. Mereka berdiri mengamati 3 mayat itu. Lalu pergi begitu saja. Odex mengepalkan tangannya karena berharap mereka juga mati dengan menyentuh mayat itu.


20 hitungan kemudian terasa sedikit aura suci di udara. Kendrick menatap ke atas dengan tegang. Zigaz ikut-ikutan menatap ke atas. Ia yakin sekarang Nonanya sedang proses penerimaan Kekuatan Cahaya Suci.


Odex keluar dari balik pohon. Ia pun merasakan samar-samar ada aura suci yang menyebar. Ia segera melayang memeriksa sekelilingnya.


Sementara di atas awan buatan bulan purnama sudah mencapai puncaknya. Sinarnya begitu terang berkilau. Tampak seberkas sinar yang terus menerus mengalir ke tangan Rey. Membuat tubuh Rey seolah dikelilingi kabut putih.


15 hitungan kemudian ada aura besar mendekat. Odex tersentak kaget saat seorang penyihir berjubah hitam tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.


Penyihir itu menatapnya begitu tajam. Odex terpaku tak bisa bergerak. Ia terpaksa diam menatap wajah penyihir itu. Meski cuaca remang-remang karena mendung, ia masih bisa melihat wajah dibawah tudung hitam. Iris matanya berkilat kemerahan, sepertinya ia laki-laki dan usianya masih muda. Ada perasaan gentar dan ngeri saat melihat mulutnya yang sedikit miring.


" Jadi kau yang telah membunuh orang-orangku ? "


" Tidak.... ! "


" Mereka sudah mati sebelum aku datang "


" ................., Lalu apa yang kau lakukan disini ? "

__ADS_1


" Aku....... sedang menunggu si nenek sihir. Ia mencuri anak-anakku untuk ritualnya "


Sebenarnya Odex tak ingin mengatakan kepentingannya. Namun ia tertekan dengan aura membunuh penyihir muda ini.


Penyihir itu mendorongnya keras hingga menabrak pohon dan muntah darah. Odex jatuh terduduk. Memang tidak terlalu parah. Namun Odex sengaja tidak menampakkan kekuatan sepenuhnya agar tidak mati sia-sia.


Penyihir muda itu menatap ke arah mayat-mayat bawahannya. Ia mengarahkan tangannya ke arah mayat-mayat itu, secara perlahan tampak mayat-mayat penyihir itu terurai tanpa bekas. Waktu yang dibutuhkan 20 hitungan.


Odex seketika gemetar melihat itu. Zigaz menghela nafas dengan hati-hati. Ia sudah berkali-kali melihat Asgar atau Rey menguraikan penyihir dan iblis, namun penyihir muda ini langsung menguraikan 3 sekaligus. Sepertinya kekuatannya setara dengan Lord Kendrick.


Penyihir muda itu menatap ke arah awan. Ia perlahan naik ke atas. Zigaz menoleh je arah Kendrick, namun Kendrick menggeleng sambil tersenyum kecil. Zigaz menghela nafas percaya pada Lord Kendrick. Beliau tak mungkin membiarkan penyihir muda itu naik jika membahayakan Nonanya. Ia kembali menatap ke arah penyihir muda.


Tepat ketika penyihir muda itu hampir mencapai awan.............


Ledakan aura suci memecahkan awan dan mengenai penyihir muda itu.


" Aaaaaaaarrrrgghhh................... ! "


Kendrick menyeringai lebar melihat penyihir itu terluka dalam. Ada kemungkinan Inti kekuatannya cacat sehingga tidak bisa naik lagi. Juga tidak bisa sepenuhnya mengeluarkan kekuatannya saat bertarung karena akan merusak dunia jiwanya sendiri.


Odex sendiri terperangah lebar saat melihat kejatuhan penyihir muda itu. Kemudian ia melihat penampakan awan yang porak-poranda dan.......... seseorang turun dari langit terselubung cahaya.



Ia merasa dada dan matanya sedikit sakit saat terkena bias cahaya itu. Sedang si penyihir muda sekali lagi memuntahkan darah sebelum kehilangan kesadarannya.


( Bias cahaya suci akan terasa menyakitkan bagi penyihir hitam atau setengah iblis, atau penyihir cahaya yang berkhianat. Sedang serangan cahaya atau api bisa membunuh tergantung berapa besar kekuatan penyihir putih ).

__ADS_1


Odex terbelalak lebar saat mengenali seseorang yang seperti dewi turun dari kahyangan. Dia adalah si nenek sihir yang mencuri buruannya ( anak-anak yang pernah diculik Odex ). Jadi si nenek sihir itu telah menggunakan anak-anak itu untuk memperkuat dirinya ?


Dengan rasa geram Odex segera bangkit menyongsong Rey. Ia melangkah cepat melewati si penyihir muda yang tergeletak bersimbah darah.


Sementara Rey masih berdiri melayang setinggi satu langkah dari tanah. Cahaya juga masih menyelubunginya. Odex mengulurkan tangan memukul ke arah perut Rey.


Zigaz hampir bergerak maju saat tangan Kendrick menghalangi dadanya. Ia hampir memberontak karena kuatir pada Rey ketika terdengar suara teriakan.


" Aaaaaaaarrrrgghhh................... ! "


Cahaya yang menyelubungi Rey menyalur ke tangan Odex sampai ke lengan. Odex sekuat tenaga menarik mundur hingga terjengkang. Tangan kirinya menyentuh dada seolah kesakitan dan kembali muntah darah. Kepalanya terasa amat pusing. Akhirnya pingsan.


Zigaz terperangah lebar melihat itu. Sekarang ia mengerti mengapa Lord Kendrick melarangnya mendekati Rey. Sebegitu hebatnya kekuatan cahaya suci ? Baru menyerang lengan saja sudah membuat muntah darah. Dan tadi, ledakan aura suci mengenai si penyihir muda.


Setelah si penyihir muda dan Odex pingsan, Lord Kendrick menggamit Zigaz untuk mengikutinya. Mereka mendekati Rey yang masih terselubung cahaya.


Zigaz agak takut mengalami seperti Odex. Ia berada agak dibelakang Kendrick. Kendrick mengulurkan kedua tangannya menyentuh cahaya itu ( kira-kira setebal 3 jengkal tangan ). Cahaya itu mengalir ke kedua tangan Kendrick hingga ke seluruh tubuhnya.


Zigaz melompat mundur. Namun Kendrick memanggilnya melalui telepati.


( " Kemarilah....... Lakukan seperti yang kulakukan. Cahaya suci tidak akan melukai orang yang tidak berniat jahat. Ini akan meningkatkan kekuatanmu " )


Mendengar itu Zigaz melangkah maju dan mengulurkan kedua tangannya. Zigaz diam-diam mengtupkan lidahnya ke langit-langit mulut untuk menekan rasa takutnya. Ternyata itu sia-sia. Ia merasa cahaya yang disentuhnya hangat dan tubuhnya terasa nyaman. Zigaz tidak menyadari tubuhnya juga terselimuti cahaya suci dari Rey.


Sebentar kemudian terasa ada aura gelap mendekat. Zigaz menoleh le belakang.


( " Jangan hiraukan dia. Kamu akan tetap aman " ) pesan Lord Kendrick.

__ADS_1


Zigaz pun mengangguk dan memejamkan mata menerima kekuatan cahaya suci yang masih mengalir.


Seorang iblis melihat semua itu dengan bingung. Ada tiga manusia yang berdiri diam di hadapannya. Ia ingin memangsa ( menghisap darah ) mereka satu-persatu.


__ADS_2