
Tanpa sadar Martin dan Asgar mencoba menangkapi bintang-bintang itu. Rey dan Kendrick tertawa. Setelah bintang-bintang itu hilang, Martin memegang tangan Kendrick.
" Tuan...... ajari aku membuat hal seperti itu..... " kata Martin.
" Jika kau mau belajar sihir, ikutlah aku "
" Kemana Tuan pergi ? Nama Tuan siapa ? "
" Beliau Lord Kendrick, Penguasa Negeri Cahaya " kata Asgar.
Seketika mulut Martin ternganga lebar. Ia segera menjatuhkan kedua lututnya ke lantai dan menunduk.
" Maafkan hamba My Lord. Hamba telah salah "
Kendrick menarik kedua bahu Martin agar berdiri lagi.
" Kamu anak baik, tidak bersalah padaku. Lihat aku.... "
Martin menatap Kendrick agak takut. Ia mengatupkan kedua bibirnya.
Asgar membelai kepala Martin.
" Jangan takut, ia tidak sedang lapar. Tak akan memakanmu " Asgar bercanda. Martin dan Kendrick sama-sama meringis.
" Paling hanya menyihirmu jadi kodok.... "
" Asgaaaaarrr....... " Kendrick menggeram.
" He..he..he..he...... "
Martin agak tenang karena sang penguasa ternyata tidak menakutkan. Bahkan tuan Asgar berani bercanda. Ia menahan senyumnya.
" Kemarilah..... " panggil Kendrick.
Martin mendekat.
" Aku akan membawamu ke negeri cahaya. Disana kau bisa berlatih bersama anak-anak yang lain. Tapi jangan memberitahu siapapun tentang keluargamu. Jika bukan aku yang bertanya, katakan saja kau tidak tahu apapun sejak bayi " pesan Kendrick.
" Bagaimana jika ada yang menyamar sebagai My Lord ? " tanya Martin.
Kendrick mengucap mantra sebelum menyentuh kelopak mata kanan Martin.
" Kau bisa melihat penyamaran seseorang dengan mata kananmu. Lihat ini....... "
Lalu Kendrick merubah Asgar jadi kodok besar.
" Kwookk...... ! " kodok besar itu memanyunkan mulutnya.
" Ha..ha..ha..ha..... " Rey tertawa terpingkal-pingkal. Ia terduduk di ranjang sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
Martin meringis lebar sambil menggigit bibirnya. Ia takut mentertawakan Asgar. Mata kirinya dipejamkan dan ia melihat Asgar yang sesungguhnya tampak kesal.
" Kwooookk....... ! "
Martin membuka kedua matanya, terlihat kodok besar yang merajuk.
" He..he..he..he.... " pada akhirnya ia tak kuasa menahan tawanya.
" Kwooooookkk........... ! " Asgar (kodok) makin merajuk.
" He..he..he..he.... " Kendrick mengembalikan wujud Asgar.
" My Loooooorrdd................ ! " Asgar sangat kesal.
" Ha..ha..ha..ha..... " semua mentertawakan Asgar.
Setelah semua reda tertawanya, Martin bertanya pada Kendrick :
" My Lord, mengapa saya tidak boleh ikut Dewi dan Tuan Asgar ? "
" Mereka sedang bertugas memerangi iblis dan penyihir jahat. Dewi dan Asgar akan kesulitan melindungimu sambil bertarung. Lebih baik kamu berlatih di Negeri Cahaya supaya lebih hebat dan kuat. Jadi kamu bisa menggantikan tugas mereka jika sudah besar. Bagaimana.... ? "
" Ya.... saya berjanji akan berlatih lebih baik. Saya akan menggantikan Dewi dan Tuan Asgar "
" My Lord....... saya juga ingin bisa melihat penyamaran orang lain.... " pinta Asgar.
"Aku juga.... " Rey ikut mendekat.
" Nah.... beri salam perpisahan pada mereka " kata Kendrick pada Martin.
Martin memeluk Rey dan Asgar bergantian. Kendrick mencium dahi Rey dan menepuk bahu Asgar.
Martin melambaikan tangan saat butiran cahaya mengelilingi dirinya dan Kendrick.
Setelah mereka menghilang, Rey dan Asgar keluar. Rey mengajak sarapan di kedai roti. Mereka menikmati sarapan dengan tenang sampai habis.
Tak lama seorang kakek membawa kedua cucunya membeli roti. Kedua anak kecil itu begitu cerewet memilih roti. Lalu mereka duduk menunggu pesanan.
Tiba-tiba datang seorang laki-laki berbadan besar. Ia menatap garang pada dua anak kecil itu. Asgar yang menatap laki-laki itu iseng menutup mata kirinya.
Ia terkejut melihat penampakan iblis bertanduk 2. Cepat-cepat ia berdiri dan setengah berlari. Terlambat..... !
Iblis (laki-laki berbadan besar) itu sudah menyambar kedua anak kecil itu. Si kakek segera berteriak :
" Hei...... ! itu cucuku. Kembalikan..... ! "
Ia berdiri hampir tertabrak Asgar yang berlari mengejar laki-laki itu.
Rey yang kebingungan melihat tingkah Asgar segera menaruh beberapa koin perak di meja. Lalu menyusul Asgar mengejar seseorang. Namun tangannya ditahan si kakek tua.
" Nona , tolong bawa kembali cucuku........ "
" Tunggulah di rumah walikota. Aku akan mengurusnya " kata Rey cepat-cepat berlalu. Ia harus segera menyusul Asgar.
__ADS_1
Iblis itu tidak dapat membawa tubuh laki-laki itu terbang karena laki-laki itu bukan seorang penyihir. Jadi ia hanya bisa berlari cepat sambil menyeret kedua anak kecil itu.
Asgar terbang melompat dan menghadang. Rey melepaskan petir kena punggung laki-laki itu. Seketika laki-laki itu jatuh tersungkur di hadapan Asgar. Rey segera memasukkan salah satu anak yang terlepas dan terjatuh di dekatnya ke dalam ruang dimensi. Ia tak ingin kehilangan nyawa anak kecil lagi .
Sementara Asgar langsung menarik dan memeluk yang satu lagi. Laki-laki itu bangkit dan hendak menyerang Asgar. Tapi Rey kembali melempar petir. Laki-laki itu bangkit lagi dan kembali maju ke arah Asgar. Asgar terpaksa menyembunyikan anak kecil itu di belakangnya dan memasang perisai angin.
" Jdeeerrrr....... ! "
Laki-laki itu membentur keras perisai Asgar. Rey melemparkan bola cahaya ke arah punggung laki-laki itu.
Laki-laki itu berbalik. Ia menatap marah pada Rey yang sedari tadi menyerangnya, membuat ia kesulitan merebut anak kecil yang berada di tangan Asgar.
Tiba-tiba ia secepat kilat menerjang Rey hingga Rey terjengkang dan tertindih. Ia langsung menancapkan cakarnya di lengan Rey.
" Aaah..... ! "
Orang-orang yang melihat itu menjerit. Asgar juga terkejut.
" Nona.... ! "
Asgar mendorong anak kecil itu menyingkir " Bersembunyilah "
Lalu mengirim tembakan angin secepatnya
" Blaaass.... ! "
Laki-laki itu terpental ke samping. Orang-orang lari bersembunyi ke dalam toko sekitar. Mereka tahu itu pertarungan penyihir.
Asgar kembali mengirimkan serangan pisau-pisau angin. Sementara Rey bangkit berdiri. Ia sempat melirik anak kecil yang didorong Asgar masuk ke toko pakaian. Lengan Rey berlumuran darah.
Rey membaca mantra dan melepaskan bola cahaya bercampur petir. Laki-laki itu melesat menerjang Asgar. Namun bola serangan Rey menerpa tubuhnya lebih dulu.
Tubuh laki-laki itu mengejang hebat. Kilatan cahaya dan petir menyelimuti tubuhnya. Perlahan tampak sosok iblis bertanduk dua keluar dari tubuh laki-laki itu.
" Asgar.... persiapkan dirimu. Iblis ini 2 kali lebih ganas dari iblis pemangsa. Aku akan membangun kubah perisai besar agar ia tak dapat melukai orang lain " Rey berlindung di belakang Asgar sementara waktu.
" Mengapa tidak memindahkannya ke tempat lain ? "
" Masih ada Odex dan yang lain di sekitar hutan Mazox "
" Oh.... "
Kubah perisai Rey berfungsi untuk mencegah iblis itu lari atau melukai warga kota. Juga mencegah penyihir atau iblis lain ikut campur dan mengambil keuntungan kotor.
Asgar mengamati proses keluarnya iblis itu dari tubuh si lelaki.
" Apakah laki-laki ini sudah mati ? "
" Ya, sekitar 3 putaran jam pasir yang lalu. Ia diracuni seseorang "
" Jadi sudah tidak dapat ditolong ya.... "
" Hmmm..... "
__ADS_1