GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Nyonya Carlos


__ADS_3

Pagi ini di istana terjadi ketegangan. Nyonya Carlos datang menemui Ratu dan menceritakan apa yang terjadi pada Thalia. Ia meminta tolong Ratu untuk memulihkan rambut Thalia.


" Nyonya Carlos..... sihirku bukan untuk kepentingan pribadi seperti itu. Jika aku melakukannya pada Thalia, lalu bagaimana jika yang lain berpura-pura mengalami sesuatu dan meminta keajaiban juga ? " tanya Ratu.


" Anakku tidak berpura-pura.... ! " nyonya Carlos melotot pada Ratu.


" Beraninya kau membentak seorang ratu ?! " sergah Raja dari belakang nyonya Carlos. Ia datang bersama penasihat kerajaan.


" R....Raja........ bukan maksudku begitu.... " nyonya Carlos ketakutan.


" Pengawal...... ! Bawa dia ke ruang hukuman. Tampar dia 10 kali " ucap penasihat Raja.


" T.... tunggu..... Yang Mulia, saya mohon ampun " katanya segera bersujud.


Tapi Raja menggandeng Ratu pergi. Penasihat Raja memberi isyarat pada dua pengawal untuk mengurus nyonya Carlos.


" Yang Muliaaaaa.......... Ampuni saya Yang Mulia. Yang Muliaaaaa......... ! "


Pengawal terpaksa menyeret nyonya Carlos untuk menjalani hukuman. Sepanjang lorong nyonya Carlos memberontak dan berteriak. Akhirnya terdengar jeritan dan dan tangisan dari ruang hukuman.


Kemudian nyonya Carlos pulang dengan pipi bengkak dan merah. Ia menunduk sambil menahan malu karena dilihat banyak orang. Sampai di rumah ia mengamuk. Semua barang didekatnya ia sambar dan dibanting atau dilempar. Semua pelayan bersembunyi tidak ada yang mau mendekat.



Tapi Thalia yang mendengar keributan itu keluar dan berteriak pada ibunya.


" Ibuuuu........... ! Apa yang kau lakukan ? Mengapa melempar semua barang ?! "


" Kau...... ! Ini semua gara-gara kamu ! Kamulah yang membuat ibu jadi begini ! Yang Mulia menghukumku karena aku meminta Ratu untuk menolongmu ! " jawab nyonya Carlos.


" Apaaa...... ?! Aku tidak menyuruh ibu meminta tolong pada Ratu kan ? " sahut Thalia.


" Anak bodoh...... ! Ibu mana yang akan diam saja saat anaknya menderita ? Aku hanya meminta Ratu menumbuhkan rambutmu agar panjang seperti semula "


" Hhhhhh....... " Thalia kembali masuk kamar.


Nyonya Carlos juga mendengus dan masuk ke kamarnya sendiri. Beberapa pelayan segera membereskan kekacauan di ruang tamu sambil menggeleng-gelengkan kepala. Mereka sudah tahu sifat nyonya Carlos dan putrinya.


Sementara Raja dan Ratu pergi ke taman untuk menikmati waktu.


" Katakan padaku apa tujuan nyonya Carlos menemuimu pagi ini ? "

__ADS_1


" Dia minta tolong padaku untuk menumbuhkan rambut Thalia "


" Thalia..... ?! "


" Hmm..... Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, kata nyonya Carlos rambut Thalia terbakar hampir habis kemarin. Jadi ia memintaku menumbuhkan rambut yang panjang dan bagus untuk Thalia "


Raja menatap Ratu tanpa komentar. Ratu menunduk ingat hari kemarin.


" Mungkin ini ada hubungannya dengan Axel. Thalia melihat Axel bersama gadis lain. Ia kemarin pagi menangis padaku saat menceritakan kejadian pagi di sekitar pasar kota. Jadi aku memberitahu Axel tentang Thalia. Mungkin Axel tidak suka dengan pengaduan Thalia dan menghukumnya "


" Maksudmu........ Axel yang membakar rambut Thalia ? " Raja ingin memastikan.


" Saya yakin itu. Axel tidak menyukai Thalia. Tapi Thalia selama ini selalu ingin mendekatinya "


" Tccck...... ! Seharusnya kamu menegur Axel, jangan berlebihan dalam menghadapi gadis-gadis itu. Bisa jadi masalah " Raja menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghela nafas.


" Saya mengerti " Ratu juga menghela nafas.


Ia tahu Axel tidak menyukai semua putri bangsawan atau para Mentri. Kebanyakan mereka tumbuh sombong dan hanya mementingkan kecantikan. Sedang Axel suka wanita yang lembut atau pintar. Xenia saja sering ditegur Axel karena sifatnya agak kasar. Tapi Xenia wanita kuat dan pintar. Ialah yang menggantikan Axel sebagai panglima perang sebelum Xenia pergi ke Higresia mengejar Zacko.


Pagi ini Asgar menemui Rey sebelum waktu makan pagi.


Nona, bisakah saya bertukar tempat dengan Zigaz ? "


" Saya malas bertemu Carol lagi.... "


" Oooooh, baiklah.... Kalau begitu kau gantikan tugas Zigaz menemani nenek Wilma saja "


" Baik Nona "


Rey segera menghubungi Zigaz. Zigaz setuju, ia menemui nenek Wilma dan mengatakan Asgar akan menggantikannya. Lalu Zigaz melakukan tukar teleportasi dengan Asgar. Asgar sedikit terkejut ketika tiba-tiba muncul didepan nenek Wilma.


" Waaaaahh......... kau hebat Zigaz..... " puji Rey.


Zigaz membungkuk hormat " Ini semua berkat kekuatan cahaya suci pemberian Nona. Kekuatan saya sebagai naga jadi bangkit. Kemungkinan Nona akan benar-benar setara dengan Lord Kendrick setelah menerima kekuatan seluruh semesta saat gerhana matahari suci " jelas Zigaz.


" Gerhana matahari suci.... ? Kapan itu ? " tanya Rey ingin tahu.


" Maaf saya kurang tahu Nona. Leluhur juga mengatakan gerhana matahari suci adalah rahasia semesta. Itu akan muncul sendiri pada waktunya "


" Oooo....... Apakah Kendrick juga mempunyai hewan penjaga ? "

__ADS_1


" Seharusnya ada Nona. Kalau tidak salah Naga Langit. Umurnya sudah berpuluh-ribu tahun. Naga itu mempunyai semua elemen semesta. Ia sudah ada sebelum Lord Kendrick menjadi penguasa "


" Oooo. Tentang kekuatan cahaya suci itu, siapa saja yang akan mendapatkannya ? Apakah Kendrick sudah ? " tanya Rey.


" Hanya yang terpilih saja yang akan mendapatkan kekuatan itu. Lord Kendrick sudah berumur seribu atau mungkin lebih. Saya yakin beliau sudah mendapatkan haknya "


" Bagaimana jika ada yang merebut posisinya saat kekuatan cahaya suci itu turun ? "


" Saya kurang tahu Nona, tapi waktu saya dan Lord Kendrick menjaga Nona, dua orang penyihir terluka dalam, sedang iblis menjadi abu. Lord Kendrick bilang serangan balik sesuai dengan niatan awal penyerang. Jika hanya ingin melukai, maka ia terluka baik. Jika berniat membunuh, maka jadi abu. Jika hanya meminta sedikit kekuatan, maka tidak akan mati "


Rey mengangguk-angguk.


" Mari kita mencari makan pagi "


Rey dan Zigaz melangkah keluar. Rey tetap menyamar sebagai nenek, sedang Zigaz tetap menjadi dirinya, pria setengah baya.


Mereka melangkah di sisi deretan pertokoan. Ternyata bertemu dengan Carol yang akan berangkat ke kantor penduduk.


" Eh..... nek...... ? mau kemana ? " tanya Carol sopan.


" Kami mau mencari makan pagi nak.... "


" Oh..... Ehm..... Dimana tuan Asgar ? " tanya Carol ingin tahu.


" Ia pergi berkunjung ke rumah temannya "


" Dimana itu ? Apakah masih dikota ini ? " Carol mulai cemas.


" Maaf aku tidak menanyakannya nak " jawab Rey tersenyum.


" Kapan ia kembali ? " tanya Carol setengah murung.


" Aku juga tidak tahu..... "


" Ehmmmm...... ya sudah nek, sampai jumpa " Carol pamit.


" Sampai jumpa " sahut Rey dan Zigaz.


Mereka kemudian masuk ke kedai roti. Rey memesan roti manis selai coklat dan minuman coklat hangat. Asgar makan roti lapis daging dan minum arak.


Axel diam-diam keluar dan berkeliaran di sekitar pasar kota Trexodia. Ia berharap dapat bertemu gadis itu lagi. Tak sengaja ia juga masuk ke kedai roti yang sama dan duduk di pojok.

__ADS_1


Rey mengedipkan mata pada Zigaz. Zigaz mengangguk perlahan. Axel baru menyadari setelah mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Ia mengerutkan alisnya menatap pada nenek tua itu. Masih ada bayangan kabut putih menyelimuti nenek tua itu. Sedang pria paruh baya didepannya tidak ada penyamaran. Tapi Axel merasakan samar-samar aura agung dari mereka berdua.


__ADS_2