
Seseorang tiba-tiba hadir berdiri disampingnya. Rey menoleh mendapati Kendrick tersenyum memandangnya. Segera saja pipinya merona merah. Rey tak pernah tahan melihat senyum Kendrick. Ia menunduk malu. Kendrick memeluk dan menngangkat dagu Rey. Kemudian mencium bibirnya sebelum menghilang.
Terdengar sorak-sorai berhenti. Kerumunan orang mulai bubar. Menyisakan dua orang tergeletak pingsan di tanah. Asgar berdiri menepiskan tanah dari bajunya. Ia melirik ke arah pemuda itu yang ketakutan pergi tanpa memperdulikan dua pengawalnya.
Asgar segera kembali ke tempat Rey berada. Rey mengulurkan tangannya ke arah Asgar. Seberkas cahaya mengelilingi tubuh Asgar sesaat. Asgar merasakan aliran hangat mengembalikan kekuatannya. Lebam-lebamnya juga menghilang. Segera Asgar setengah membungkuk mengucapkan terima kasih. Rey mengangguk sedikit.
Rey bermaksud mencari penginapan di belakang pasar. Asgar bertanya pada seorang pedagang. Pedagang itu menunjuk sebuah bangunan yang agak kumuh.
Asgar menggelengkan kepalanya. Rey pun ternganga melihatnya. Tapi Rey tetap kesana dengan Asgar mengikutinya. Ketika mereka masuk ke halaman, datang seorang pelayan tergopoh-gopoh menawarkan diri untuk mengurus kuda-kuda mereka.
Asgar menatap ragu pada Rey. Rey hanya tersenyum sedikit. Kemudian Rey dan Asgar melangkah masuk. Pemilik penginapan adalah seorang yang sudah tua. Istri dan menantu perempuannya mengantar Rey dan Asgar ke kamar masing-masing.
Sebelum beristirahat, Rey meminta disediakan makan malam untuk 7 orang. Ia memberikan beberapa keping emas pada istri pemilik penginapan. Kemudian Rey beristirahat sambil menunggu waktu makan malam.
__ADS_1
Asgar keluar memeriksa sekeliling penginapan. Ia sedikit khawatir dengan keamanan di sekitarnya. Ia juga memeriksa kuda apakah diberi makan petugas penginapan. Kemudian ia duduk di ruang tamu penginapan setelah memastikan semua baik-baik saja.
* * * * *
Waktu makan malam tiba. Pelayan dan menantu penginapan menyiapkan banyak makanan di meja makan panjang.
Istri pemilik penginapan segera pergi ke kamar Rey. Ia mengetuk pintu pelan .
" Nona, bangunlah. Waktunya makan malam "
" Ya ........ "
" Tetapi tidak ada orang lain yang sedang menginap disini kecuali anda berdua, Nona "
" Aku tahu, panggil istri, menantu dan dua pelayanmu untuk makan bersama dengan kami sekarang "
__ADS_1
" Eh, b... baiklah ... Nona "
Asgar pun ikut memanggil pelayan laki-laki yang mengurus kuda mereka. Keluarga dan pelayan penginapan berdiri berjajar sebelum dipersilahkan duduk.
" Tak perlu sungkan. Ada yang perlu kubicarakan dengan kalian semua setelah ini. Duduk dahulu dan makanlah yang kenyang "
Asgar mengangguk-anggukkan kepalanya. Pemilik penginapan melirik istrinya dan ikut menganggukkan kepalanya. Begitupun dengan menantu dan para pelayan. Merekapun duduk dengan canggung dan mulai makan bersama.
Di sela makan, Rey memuji masakan istri penginapan. Ia menyarankan agar istri penginapan membuka restoran di bagian samping penginapan. Ia juga meminta pemilik untuk mengecat penginapan dan mendekorasi penginapan dengan warna merah supaya menarik perhatian.
Kemudian Rey mengeluarkan sekantong koin emas dan memberikannya kepada pemilik penginapan. Segera pemilik penginapan berlutut diikuti istri dan menantunya.
" Terima kasih, Nona. Anda sungguh baik. Semoga diberkati dengan kebahagiaan dan umur panjang "
" Tak perlu berlutut Pak Tua. Pergunakanlah itu dengan benar, tambahkan beberapa pekerja jika perlu. Jangan lupa mencari orang untuk menambah keamanan "
__ADS_1
" Baik Nona, saya akan segera lakukan sesuai saran Nona "
Kemudian Rey kembali ke kamar dan beristirahat.