
Rey terpesona menatap dada bidang Kendrick yang tidak mengenakan baju. Kendrick tersenyum kecil melihat reaksi Rey. Perlahan kakinya melangkah mendekati Rey.
" K...Ken...drick....... ? " Rey melangkah mundur pelan-pelan. Ia merasa gentar sedikit.
Kendrick terus mendekat. Rey menggigit bibirnya mencoba meredam debaran di jantungnya. Setelah dekat Kendrick tiba-tiba mendekapnya.
" Kau berani sekali menggodaku, hmmm ...... ? "
" A... apa maksudmu ? " Rey menatap Kendrick tak mengerti.
" Siapa yang memberimu saran memakai baju penggoda saat bertarung ? "
" Oh itu .... tak ada, ng..... aku sendiri yang memikirkannya " jawab Rey sambil berusaha melepaskan diri. Debat jantungnya begitu keras karena panik dan malu. Kendrick tersenyum menyeringai karena debarannya begitu terasa.
" Oh ya ...... ? " Kendrick mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Rey.
" Ah...... Kendrick ......... ! " seketika wajah Rey merona merah. Rey menunduk malu dan mencoba mendorong bahu Kendrick.
" Kau memang berhasil membuatku tergoda, Sayang ...... "
__ADS_1
Rey tertegun dan menatap Kendrick. Secepat kilat Kendrick mencium bibir Rey dan **********.
" Mmmmhhh........................ ! "
Rey terkejut dan mulai meronta. Namun apa daya kekuatan tak sebanding dengan Kendrick. Cukup lama akhirnya Kendrick melepaskan ciumannya dan menatap dalam pada Rey. Rey melengos malu sambil menggigit bibirnya sendiri. Ia sungguh menyesal telah melakukan kesalahan ini.
Kendrick tersenyum, ia tahu Rey menyesalinya. Namun ia masih belum puas menghukum Rey.
" Bagaimana jika kita mandi bersama ? "
Tentu saja Rey terkejut dan menoleh kaget. Matanya melotot kesal.
" Aku.... aku .. minta maaf .... " Rey menunduk. " Hmmm...............
aku harap kau tidak akan memakai gaun itu lagi kecuali seperti saat ini "
Kendrick memandang lekat Rey. Ia sedang berusaha meredam gairahnya sendiri. Rey bahkan tidak menyadari bahwa ia hanya mengenakan pakaian dalam.
Pada akhirnya Kendrick hanya mencium lembut telinga Rey dan melepaskan pelukannya sambil memejamkan mata. Rey segera mundur 2 langkah. Kemudian Kendrick perlahan menghilang.
__ADS_1
Rey langsung mengambil nafas panjang. Ia agak bingung mengapa Kendrick pergi dengan menutup mata. Tangannya menyentuh dada untuk meredakan debarannya jantungnya. Namun seketika ia berteriak tertahan.
" Aaaaaaaahhh.......... "
Rey terduduk lemas di lantai kamar mandi . Ia sekarang menyadari penyebab keagresifan Kendrick. Tangannya menutupi mukanya karena merasa sangat malu. Bagaimana mungkin ia lupa dengan kondisinya sendiri saat berhadapan dengan Kendrick. Ini pasti karena ia terpesona dengan penampilan Kendrick.
Tidak, oh tidak.... Rey menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sungguh memalukan. Ia menyembunyikan muka diantara dua kaki mengingat semuanya. Mencoba menenangkan diri.
................
Setelah beberapa waktu, Rey mengangkat mukanya. Ia bangkit menuju kolam mandi. Ia mencelupkan tangannya dan merasakan airnya sudah dingin. Mengambil nafas dan mulai menyalurkan panas ( tenaga api ) ke air . Setelah dirasa cukup hangat, ia masuk berendam hingga leher.
Dipejamkannya matanya. Semua kejadian tadi kembali berlintasan dibenaknya. Membuatnya terpaksa menggigit bibir untuk meredakan perasaan malunya.
Namun Rey akui ia juga sedikit tergoda pada Kendrick. Perlakuannya menimbulkan debaran-debaran aneh di tubuhnya. Apakah itu yang disebut tergoda ? Tak sadar pipinya memerah dan bibirnya menyunggingkan senyum.
Sungguh ..... Rey tampak seperti bunga yang baru mekar di pagi hari. Malu-malu dan lembut saat disinari matahari .
Tak terasa ia sudah berendam begitu lama. Pikirannya begitu kacau, antara senang, malu dan berharap sesuatu.
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan Kendrick ? Apakah dia baik-baik saja ? Tidak.... Ia sama galaunya dengan Rey. Mereka berdua sama-sama dimabuk kepayang.