
Terra menggeliat hebat sambil memegangi kepalanya. Teriakannya parau menyayat telinga. Akhirnya tubuh Terra hancur terurai. Jiwanya juga mengalami hal yang sama karena Rey sudah memantrainya.
Dengan bertumpu pada satu tangan, Rey mengarahkan bola cahaya memusnahkan butiran tubuh dan jiwa Terra. Setelah itu Rey ambruk ke lantai. Kemudian tubuhnya menghilang masuk ke ruang dimensi.
Dalam ruang dimensi, Zigaz yang masih menjadi buaya merasakan kehadiran Rey. Ia melompat keluar jadi burung dan terbang ke tepi danau. Dilihatnya Rey tergeletak di rerumputan. Zigaz berubah menjadi pria paruh baya.
" Tuan Putri.... ! "
Zigaz melihat pakaian Rey penuh rembesan darah. Diperiksanya denyut nadi Rey, normal. Diperiksanya mata Rey. Dengan curiga dicucukkannya jarinya ke darah yang merembes dilengan Rey dan dijilatnya sedikit.
" Aaarrgh.... ! " terasa panas menyakitkan dan pahit. Zigaz berlari ke tepi danau dan meraup air untuk minum. Ia meminum air danau sebanyak mungkin.
Kemudian cepat-cepat kembali pada Rey. Segera diangkatnya tubuh Rey dan berlari menggendongnya ke tepi danau. Zigaz berusaha meminumkan air ke mulut Rey. Merasa itu terlalu lama, Zigaz nekat membawa tubuh Rey masuk ke dalam danau, membawanya ke tengah-tengah dasar danau.
Dibaringkannya Rey dengan hati-hati. Air bercampur darah menyebar. Zigaz menjauhinya namun tetap mengawasi Rey dari jauh. Ia menjadi ikan biasa.
Sementara diluar, Asgar juga berlutut kelelahan. Wajahnya penuh keringat. Tubuh Terra sungguh alot diuraikan. Ia tidak tahu perihal Rey mengikat jiwa Terra Pada tubuhnya. Tubuhnya tersungkur ke depan. Tak sadar Asgar tidur karena energinya menipis.
Ketika pagi Asgar terbangun. Ia memandang ke depan, hatinya seketika terasa tercekat. Dimana junjungannya ? Asgar berlari ke tempat dimana Rey bertarung dengan Terra. Ia hanya melihat bekas rembesan darah Rey yang mulai kering. Tidak mungkin Rey diculik kan ? Tidak ada tanda-tanda bekas kehadiran orang lain disitu.
Asgar mencoba telepati.
( " Nona.... Anda dimana ? " )
Tak ada jawaban.
( " Nona.... Apakah anda baik-baik saja ? " )
Asgar mulai panik. Ia takut kematian Terra menyeret junjungannya.
" Nonaaaaaaa....... ! " Asgar berteriak sekuat tenaga. Ia menoleh kesana-kemari dengan perasaan yang campur aduk. Tiba-tiba satu tangan menepuk bahunya, membuatnya terjengit kaget. Matanya terbelalak menatap Lord Astraco.
__ADS_1
" My Lord....... ! Ampuni saya. Saya tidak tahu dimana Nona. Nona tadi pingsan disini saat saya menyelesaikan penguraian Terra. Tubuhnya banyak luka terkena duri-duri Terra. Saya sudah berusaha menghubungi Nona, tapi tidak ada jawaban " Asgar berlutut dihadapannya.
Kendrick mengerutkan alisnya. Ia menatap bekas darah di lantai batu kemudian berjongkok. Dicucukkannya jarinya ke bekas darah itu. Tahulah Kendrick bahwa Rey tercemar racun seribu. Itu berarti segala macam racun ada didalamnya, termasuk racun penidur.
" Dimana Zigaz ? " tanya Kendrick menatap sekelilingnya
" Sepertinya Nona memasukkannya ke ruang dimensi saat Terra terkena halusinasi " jelas Asgar
" Apa Rey sudah mengikat perjanjian dengannya ? " tanya Kendrick lagi.
" Ya, My Lord " Asgar mengangguk.
" Kita tidak dapat berkomunikasi dengan seseorang yang sedang pingsan atau.... mati suri. Tapi setidaknya Zigaz akan merawatnya diruang dimensi, entah untuk berapa lama " Kendrick memejamkan matanya.
( Jadi Nona ada di ruang dimensi ) pikir Asgar lega.
" My Lord.... saya pernah masuk di dunia jiwa Nona. Di sana ada danau jiwa yang berkhasiat menetralkan racun. Nona pernah membersihkan belati Zigaz yang ada darahnya Terra " kata Asgar mengingat kejadian waktu itu.
" Sangat luas dan kelihatannya dalam " sahut Asgar.
Kendrick mengangguk-angguk. " Semoga ia segera pulih " katanya sendu. Ia menghela nafas panjang.
Kendrick berjalan ke arah altar. Dilihatnya ada darah kering yang cukup banyak di meja altar.
" Ini darah siapa ? " tanya Kendrick sedikit cemas.
" Darah Terra, My Lord. Seorang penduduk desa bernama Quidro menusuknya dengan belati sihir dari CRONOS, karena Terra menyamar jadi kelelawar dan menghisap darah putrinya hingga hampir habis " jelas Asgar melegakan Kendrick. Kendrick mengira itu darah Rey.
" Belati dari CRONOS ? apa Quidro keturunan dari sana ? " Kendrick menebak.
" Kami tidak tahu My Lord. nona bermaksud mencari tahu setelah ini " jawab Asgar.
Kendrick mengeluarkan bola cahaya dari tangannya, lalu menyinari bekas darah Terra hingga menjadi abu dan meniupkan angin untuk membersihkannya. Kemudian Kendrick berdiri melamun.
__ADS_1
" My Lord.... ? " Asgar menyadarkan Kendrick. Ia melihat Kendrick sedikit ling-lung.
" Bagaimana jika kita ke ibukota HIGRESIA ? " tanya Asgar. Asgar tahu Lordnya sedang mencemaskan Rey. Ia sendiripun cemas.
" Ayolah " Kendrick menyambar lengan Asgar. Mereka langsung berpindah tempat ke alun-alun HIGRESIA.
Alun-alun HIGRESIA terasa ramai. Banyak pekerja lalu-lalang, kios-kios didirikan. Sepertinya akan ada pasar malam. Mereka berjalan santai menyusuri jalanan.
Asgar berkali-kali membalas sapaan orang-orang yang mengenalinya. Beberapa wanita bangsawan terpesona pada Kendrick. Namun mereka tidak berani mengajak bicara karena Asgar memasang wajah garang. Tentu saja Asgar tidak rela mereka menggoda pasangan Nonanya. Apalagi saat ini Nonanya sedang terkena racun seribu dan harus berada dalam ruang dimensi.
" Hei....Tuan Asgar. Kemana saja anda belakangan ini tak terlihat ? " si tua Brandon mengulurkan tangannya.
" Aaah, Pak tua Brandon.... Apa kabar ? " Asgar segera menjabat tangannya.
" Aku baik-baik saja. Aku terpilih jadi Menteri Senjata " ujar Brandon sambil menepuk dada.
" Waaah, selamat ? Apakah itu berarti Rajanya sudah terpilih ? Siapa ? " tanya Asgar ingin tahu.
" Kami memilih Raja Greg, sepertinya ia seorang yang berpikiran panjang walaupun berasal dari TREXODIA. Lagipula Nona Xenia tidak mengizinkan Zacko menjadi Raja. Sebab jika Zacko menjadi Raja dan menikah dengan Nona Xenia, maka kerajaan HIGRESIA akan dibawah TREXODIA ( Zacko dan kawan-kawannya adalah orang TREXODIA , dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya pergolakan politik. Jadi Nona Xenia hanya mengijinkan Zacko menjadi Ksatria HIGRESIA selama beberapa tahun saja, kemudian menikah dan menjadi Raja TREXODIA, menggantikan Raja Alexander " pak Tua Brandon menjelaskan panjang lebar.
" Mmm..... " Asgar manggut-manggut. Kemudian Asgar memperkenalkan Kendrick dengan pak tua Brandon.
Pak tua Brandon mengajak mereka berdua untuk sarapan di kedai roti sambil mengobrol.
" Tuan Asgar.... dimana Nona Takdir ? " tanya Brandon tua sambil mengunyah roti.
" Nona berada dirumah neneknya untuk sementara waktu " jawab Asgar tenang.
" Tadi di alun-alun ada persiapan pasar malam ? " tanya Kendrick.
" Oh, ya benar, tuan. Untuk peresmian istana yang baru. Juga pengumuman secara sah tentang Raja baru dan para menteri. Kali ini para menteri tidak diambil dari bangsawan tak becus tapi siapapun yang ahli di bidangnya. Untuk perbaikan dalam beberapa bidang yang diperlukan, akan diadakan kerjasama dengan kerajaan TREXODIA dengan Nona Xenia sebagai penghubung ( duta/diplomat ) " jelas si tua Brandon.
" Itu bagus.... HIGRESIA akan lebih baik dan makmur " Kendrick setuju.
__ADS_1