GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
44. Senjata Api


__ADS_3

Besoknya Rey pergi ke pasar, ia ingin membeli beberapa baju ganti untuknya dan Asgar. Setelahnya baru akan pergi ke toko senjata mengecek pesanan Asgar.


" Awaaaaaassss......... !!! "


Asgar menoleh dan melihat ada kuda berlari cepat ke arah mereka. Secepatnya ia berlari merangkul Rey tapi mereka malah terpelanting berguling-guling. Bungkusan belanjaan Rey terlempar agak jauh.


" Praaaang ....... ! " kuda itu menerjang masuk ke toko di depannya.


" Aaaaaaahhh......, awaaaaaassss......, ada kudaaaaa........ "


Segera terdengar teriakan dan kegaduhan karena kuda itu mengamuk di dalam. Asgar segera bangkit mendekati Rey.


" Nona..... anda tidak apa-apa ? maaf saya terlambat menolong "


" Aku tidak apa-apa, Asgar. Bagaimana denganmu ? "


" Saya baik-baik saja, Nona "

__ADS_1


Asgar memunguti belanjaan Rey. Sedang Rey masih mengibas-ngibaskan gaunnya yang terkena tanah. Tiba-tiba kuda tadi berlari keluar dari toko.


" Eeeh.... awaaaaaassss...... ! "


Asgar menarik Rey cepat-cepat ke tempat aman. Kuda itu berlari kesana kemari menerjang apa saja. Ia mengerutkan keningnya berpikir sambil bergumam .


" Sepertinya ada yang tak beres dengan kuda itu "


Sementara pemilik toko marah-marah dan mengomel, ia menyuruh pelayannya mencari tahu kuda siapa itu dan meminta ganti rugi.


Rey menghela nafas menunggu di kursi. Rey duduk mengingat hal semalam. Aura gelap itu ternyata berkeliaran di kota ini juga. Ia harus waspada. Apalagi Kendrick berkata penduduk sini banyak yang bersekutu dengan penyihir.


Asgar menimang-nimang senjata apinya. Senjata itu agak berat. Menggunakan bubuk mesiu dan batu api. Bagian belakangnya harus didorong sambil dihentakkan agar menabrak (melempar) bubuk mesiu. Sedang bagian depannya ada alat yang terkait kawat per ke belakang sehingga memercikkan api yang akan membakar bubuk mesiu yang melewatinya.


" Tuan, saya sudah mencobanya dan bola api yang keluar cukup untuk membakar sesuatu. Masalahnya anda harus mengisi dahulu bubuk mesiu sebelum menggunakannya. Itu berarti anda harus selalu membawa persediaan bubuk mesiu untuk mengisinya "


" Hmmm.... setidaknya satu bola api bisa melenyapkan satu penyihir "

__ADS_1


" E.... Tuan...... Bolehkah saya memperbanyak senjata ini untuk dijual kepada yang lain. Saya yakin banyak yang membutuhkan saat harus bepergian di malam hari "


" Ya , itu benar. Tapi bagaimana jika yang membeli adalah orang-orang yang bertujuan jahat ? "


" Itu..... berarti saya harus meminta surat ijin dari petugas keamanan negara untuk setiap pembeli "


" Bukan begitu.... Tapi setiap pembeli harus punya surat ijin dari petugas keamanan negara. Dan kau harus menyimpan data setiap pembelinya jika suatu saat terjadi penyalahgunaan, tinggal dilaporkan saja "


" Aaah yaaa...... Tuan benar. Jadi sekarang saya mengajukan penawaran untuk berbagi hasil dengan anda Tuan. Bagaimana ? "


" Itu tidak perlu. Aku adalah seorang pengelana. Belum tentu aku kembali ke kota ini lagi. Berikan saja bagianku pada anak-anak terlantar yang kelaparan atau tidak punya tempat tinggal "


" Aaah...... Anda ingin membangun Rumah Penampungan Anak-anak Terlantar ? Akan saya wujudkan tuan. Saya akan segera membangun rumah penampungan itu atas nama Tuan. Anda sungguh mulia, Tuan Asgar. Semoga anda diberkati dengan kebahagiaan "


" Sama-sama Tuan "


Asgar tersenyum lebar. Ia tak menyangka pembuatan senjatanya akan berakhir dengan rumah penampungan anak-anak. Hatinya terasa bahagia. Mereka keluar dan menuju rumah makan.

__ADS_1


__ADS_2