GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
147. Hilangnya Anak-Anak


__ADS_3

Hilangnya anak²


Semua orang menikmati percikan kembang api yang bertaburan di langit. Richard memeluk pinggang Katty. Katty merasa terharu. Baginya Ksatria Asgar sudah tidak indah lagi. Sekarang ia sadar bahwa lebih bahagia dicintai daripada mencintai. Ia menatap langit dengan senyum lebar. Tak sadar air mata menetes ke pipinya. Richard menghapus dengan saputangannya. Katty segera memeluknya.


Dari jauh ditempat yang agak gelap, seseorang mengeraskan rahangnya menatap Katty. Nafasnya sedikit memburu karena menahan marah. Ia marah dan kecewa karena gagal mendapatkan Katty. Ia tak menyangka Katty akan menikah dengan pria lain. Dia adalah Diego, (mantan) calon suami Katty.


Tadinya Diego sudah percaya diri karena Ksatria Asgar tak mungkin menikahi Katty. Ia berharap walikota akan datang memohon padanya agar meneruskan pernikahan itu. Dengan begitu ia bisa mengajukan syarat yang tak mungkin ditolak walikota dan Katty. Jelas syarat itu akan menguntungkannya.


Tapi siapa sangka ada pria lain selain Ksatria Asgar ? Sial.... ! Sekarang ia sudah tak punya muka untuk kembali bekerja pada walikota. Beruntung ia sudah mengumpulkan uangnya selama ini. Memang nasibnya terasa menyebalkan... ! Dengan geram ia melepaskan jasnya dan melemparnya ke tanah, lalu menginjak-injaknya cukup lama. Jujur saja ia tidak pernah mencintai Katty. Katty hanyalah jalan untuk menguasai harta dan kedudukan walikota di sini. Katty adalah anak tunggal Tuan Pedro. Jadi siapapun yang menikahi Katty kemungkinan akan dipilih warga untuk menjadi walikota berikutnya.


Akhirnya Diego pulang dan mengemasi barang-barangnya. Ia akan pergi ke kota lain malam ini juga dan mencoba peruntungannya disana. Mengapa Diego tidak mau menunggu besok pagi saja. Tentu saja Diego tidak ingin terlihat oleh warga kota atau orang-orangnya walikota. Itu akan membuatnya malu sekali. Jadi ia pergi bersama 2 orang bawahannya naik kereta.


Alice memeluk Asgar agak lama sebelum pergi. Kenzi sudah berubah menjadi dirinya sendiri, Kendrick. Lalu mereka menghilang. Tinggal Asgar dan Roy yang berjalan kembali ke penginapan.


Waktu sudah larut malam, banyak tamu dan pengunjung yang mulai pulang. Beberapa ibu baru menyadari kehilangan anaknya. Mereka mencari kesana-kesini, berlari dan berteriak.


Malam ini suasana kota sangat tidak nyaman. Di sisi lain kediaman walikota dipenuhi dengan kebahagiaan. Sedang di sisi lain beberapa ibu-ibu menangis karena kehilangan anaknya. Rata-rata semuanya berumur dibawah 5 tahun.


Para ayah berusaha mencari dengan membawa obor. Mereka saling berkelompok 4-5 orang berkeliling di tiap lorong perumahan sambil memanggil nama anaknya masing-masing.


Pagi menjelang. Beberapa pedagang dan pekerja pasar mulai berangkat. Mereka saling membicarakan kemeriahan pesta pernikahan putri walikota. Sudah biasa mereka bekerja sambil bercerita atau bercakap-cakap.


Seseorang menyela dengan memberi kabar tentang hilangnya anak-anak. Ada sekitar 15 anak yang hilang, laki-laki dan perempuan. Mereka terkejut. Beberapa orang yang sudah tua dan merasa punya cucu segera berlari pergi ke rumah anaknya untuk memeriksa apakah cucu mereka termasuk yang hilang.


Berita tentang hilangnya anak-anak mulai bergaung ke seantero kota. Pelayan kediaman walikota yang biasa ke pasar juga menyampaikan hal itu pada kepala pelayan. Namun kepala pelayan tidak berani membangunkan pak walikota saat ini. Tadi malam Tuan Pedro dan Tuan Richard membicarakan sesuatu di ruang kerja sampai lewat tengah malam. Kemungkinan hari ini mereka akan melewatkan makan pagi.


Ketika matahari sudah benar-benar muncul, beberapa warga berdatangan ke rumah walikota. Mereka bermaksud memohon bantuan pencarian. Pelayan mempersilahkan duduk di kursi-kursi tamu tadi malam yang belum dibereskan.

__ADS_1


Kepala pelayan terpaksa dengan berat hati mengetuk pintu kamar Tuan Pedro.


" Tuaaaan...... " suara kepala pelayan itu sedikit tercekat. Belum pernah ia mengganggu tidur walikota. Namun karena di luar banyak orang menunggu ingin bertemu, ia terpaksa memberanikan diri.


" Tuan Pedrooo............ "


" . . . . . . "


" Ceklek..... " pintu terbuka. Tampak wajah walikota yang masih mengantuk. Ia diam saja menatap kepala pelayan.


" Mohon maaf mengganggu, tuan. Diluar ada banyak warga yang ingin bertemu. Mereka melaporkan anak-anak mereka yang hilang " kepala pelayan berkata sedikit gemetar.


Walikota mengerutkan alisnya mencoba memahami laporan kepala pelayan. Lalu alisnya terangkat dan matanya terbelalak.


" Katakan pada mereka untuk menunggu. Aku akan cuci muka dulu " walikota menutup pintu agak keras. Tapi terbuka lagi.


Kepala pelayan menghela nafasnya dan membelai dadanya sendiri karena tegang. Untunglah Dewi keberuntungan berpihak padanya sehingga selamat dari murka walikota. Ia cepat-cepat ke dapur untuk membuat teh. Tapi belum sampai ke dapur, ia berlari ke depan untuk memberitahu para warga yang masih menunggu. Lalu kembali ke dapur dan memerintahkan pelayan membuat banyak teh untuk tamu.


Tak lama walikota keluar menemui mereka. Kepala pelayan membawakannya teh herbal khusus untuknya. Walikota meminum dulu beberapa teguk sebelum berbicara.


Ia mempersilahkan salah satu warga untuk bicara.


" Pak Walikota, kami semua datang kesini memohon bantuan untuk mencari anak-anak kami yang hilang " kata ayah Marcos.


Walikota mengangguk-angguk.


" Berapa anak yang hilang, apa mereka saling mengenal, maksud saya : teman bermain ? " tanya walikota.

__ADS_1


Beberapa orang saling bertanya.


" Mereka memang saling kenal, Pak Walikota. Tapi tadi malam anak-anak tidak sedang bermain bersama, tapi menonton pesta kembang api dengan kami (orang tua masing-masing). jawab ayah Cindy.


Alis walikota berkerut.


" Lalu........ bagaimana anak-anak itu bisa menghilang ? " tanya walikota heran.


" Sejujurnya kami sangat menikmati pesta kembang api hingga tak menyadari anak kami terlepas dari pegangan " jawab ayah Marcos.


" Apakah kalian sudah mencari di sekitar rumah dan tempat-tempat lain ? " tanya walikota.


" Kami sudah mencarinya dari semalam di sekitar sini. Kami datang ke sini memohon bantuan orang-orang anda untuk mencari ke hutan Mazox " jawab ayah Cindy.


" Bukankah kita tahu bahwa di hutan itu ada banyak iblis ? Apakah kalian tidak memberitahu anak-anak agar tidak pergi ke sana ? " walikota mulai was-was.


" Anak-anak sudah tahu dan tak seorangpun berani kesana. Tapi kami curiga ada seseorang yang membawa mereka ke sana. Mungkin.....mungkin untuk...... persembahan ? " Kata ayah Marcos agak tersendat.


Seketika suasana menjadi hening. Walikota tercenung mendengar kata-kata Marcos. Ia meminum habis tehnya dengan gugup. Lalu bangkit berdiri dan berteriak.


" Geraaaard...... ! "


Seorang pria tegap berkulit gelap datang terburu-buru ke hadapan walikota.


" Siapkan 10 orangmu dan bawa anjing-anjing pencari. Kita ke hutan Mazox... ! " perintah walikota dengan suara tegas. Lalu ia masuk ke dalam untuk berganti baju dan bersiap bersama warga pergi ke hutan Mazox.


__ADS_1


Orang-orang Gerard berada di depan bersama 5 anjing kepunyaan walikota. Anjing walikota selama ini sudah dilatih oleh Gerard sebagai penjaga. Jadi bisa diandalkan saat dibutuhkan.


__ADS_2