
Pelayan itu membelalakkan matanya. " Celaka 13, bagaimana aku bisa lupa dengan perintahnya ? Apa ya yang disuruhnya tadi ? " bathin pelayan itu.
" Pelayaaan .... ? siapa namamu ? " wanita itu mulai menggeram pelan. Ia mencoba menahan kemarahannya.
" A...anu.....nona...... Tadi saya... terjatuh...... jadi lupa pada perintah nona. Mohon... maaf nona...... " pelayan itu menjawab terbata-bata.
" Apakah kepalamu terbentur batu ? " tanyanya marah.
" Iya benar, nona....... eh, bukan. Kepala saya terbentur tiang kayu di.... di....... saya lupa nona, maaf...... " jawabnya bingung.
" Haiiish...... kau sungguh bodoh ! mulai nanti pekerjaanmu dirumah saja " wanita itu bangkit dengan amarahnya dan keluar dari restoran.
Pelayan-pelayannya segera mengiringi tanpa bicara. Lebih baik bagi mereka untuk diam saja saat kucing besar itu marah. Mereka tahu bagaimana sifat buruk majikannya jika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.
Wanita itu berjalan dengan kaki dihentak-hentakkan. Dilihatnya langit sudah mulai gelap. Ia terpaksa harus pulang jika tak ingin celaka. Besok ia akan menyuruh seseorang untuk mencari pria idamannya.
Malam ini berlalu dengan tenang. Tapi tidak untuk putri walikota, kali ini ia tidak bisa tidur. Ia seorang wanita dewasa yang belum menikah, tentu saja ia menginginkan teman hidup. Tapi ia seorang wanita yang pemilih. Banyak pria kaya yang sudah ia tolak. Kebanyakan mereka bermata minyak ( genit, tidak setia ) dan berperut gembul. Ayahnya sudah menyerah untuk menjodohkannya dengan para pedagang kaya yang ia kenal. Jadi akhirnya walikota tidak perduli lagi.
Saat pagi datang ia cepat-cepat mandi dan berdandan. Lalu menemui ayahnya.
" Ayah, bisakah kau menyuruh orang-orangmu untuk mencari seseorang ? "
" Katty .... ? siapa yang kau cari ? Apa ada yang mencari masalah denganmu ? " tanya ayahnya.
" E....... aku tidak tahu siapa namanya, ia seorang pria yang tinggi dan tegap. Kemarin aku bertemu dengannya di restoran ZANDO " jawab Katty malu-malu.
Walikota George tercengang. Untuk beberapa saat ia tak berotak.
" Ayah ......? " Katty agak kesal.
__ADS_1
" Eh...ya.... maksudmu kau menyukainya ? Seperti apa orangnya ? Apakah ia seorang berkedudukan tinggi ? " walikota mencoba menerka.
" Aku tak tahu dimana dia ayaaaah.... Aku hanya bertemu dengannya saat makan di ZANDO. Dia sedang terburu-buru keluar " jawab Katty gemas.
" Baiklah, ayah suruh orang mencarinya sekarang " walikota segera menyuruh salah satu bawahannya untuk bertanya pada pemilik rumah makan ZANDO.
Katty menyuruh pelayan membawakan cemilan dan teh ke taman. Karena bosan menunggu, akhirnya ia berjalan-jalan keluar. Kali ini ia hanya membawa 2 pelayan perempuan.
Saat melewati penginapan Erto, Katty melihat Rey sedang bercakap-cakap dengan seorang wanita tua. Cepat-cepat ia mendekati Rey dan mendorong bahunya.
" Kau...... ! mana lelakiku ? " bentak Katty.
Rey menatap Katty tenang. " Lelakimu ? yang mana ? siapa namanya ? " tanya Rey tersenyum.
Katty tak bisa menjawab. Ia sendiri memang belum tahu siapa nama pria pujaannya.
Para pelayannya menunduk menahan senyum. Majikannya ini benar-benar bodoh. Berani mengakui laki-laki milik orang tanpa tahu namanya. Wanita tua yang bersama Rey memandangnya penuh heran.
" Bukankah nona adalah putri walikota George. Sejak kapan nona memiliki lelaki ? Apakah nona sudah menikah ? " tanya wanita itu.
" Apa urusanmu ?! " tanya Katty.
" Eh..... ? Aku tak ada urusan dengan nona. Tapi.... kalau boleh tahu, siapa nama lelaki nona ? " jawab wanita tua itu mengejek.
Tentu saja Katty gelagapan. Rey hanya tersenyum simpul menatapnya. Katty akhirnya mendengus kesal sebelum pergi.
Rey menyudahi pembicaraan dengan wanita tua itu lalu masuk ke penginapan. Ia mencari Asgar. Mereka harus segera meneruskan perjalanan ke ibukota.
Sementara orang suruhan walikota ( Diego ) sedang menanyai pemilik restoran ZANDO. Pak Zando berusaha mengingat kejadian kemarin sore saat putri walikota makan ditempatnya.
" Nona besar memang makan disini kemarin, tapi ia tidak bersama siapapun selain dengan para pelayannya " jelas pak Zando.
__ADS_1
" Apakah kau melihat dia berbicara dengan seorang pria sebelum atau sesudah makan ? " tanya Diego
" Oh ya.... ia sempat berbicara dengan sepasang suami-istri sebelum makan " jawab pak Zando
" Suami-istri ? siapa ? " Diego mengerutkan keningnya.
" Maaf, saya tidak menanyakan namanya, mereka adalah pendatang, menginap di penginapan Erto, dekat rumah walikota " ujar pak Zando.
Diego segera pergi ke penginapan yang dimaksud. Ia mencari langsung pemilik penginapan dan bertanya tentang sepasang suami-istri yang menginap kemarin sore. Diketahui penginapan ternyata menerima tiga pasang suami-istri hari kemarin. Sedangkan Rey dan Asgar tidak dianggap suami-istri karena memesan kamar terpisah. Diego mencatat nama-nama suami-istri yang dimaksud lalu kembali ke rumah walikota untuk melapor.
Di ruang kerja walikota, Diego segera memberikan kertas bertuliskan nama-nama pasangan suami istri yang menginap di penginapan. Walikota mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.
" Ini apa maksudnya, Diego " tanya walikota.
" Tuan, saya bertanya pada pemilik restoran tentang siapa yang bertemu dengan nona sebelum makan kemarin sore. Katanya nona berbicara sebentar dengan suami-istri yang sedang mencari penginapan. Jadi saya pergi ke penginapan Erto menanyakan tentang mereka. Pemilik penginapan mengatakan ada tiga pasang suami-istri yang menginap kemarin. Karena saya tidak tahu yang mana yang dimaksud nona, jadi saya tulis nama-nama mereka. Untuk lebih jelasnya tuan silahkan tanya langsung pada nona Katty saja " jelas Diego.
" Oh astaga.......! berarti Katty menyukai suami orang lain ? " walikota memegang dahinya. Merasa tidak nyaman, Diego berpamitan mengundurkan diri.
" Pelayan....! panggil Katty kesini " seru walikota.
Lalu ia duduk mengambil nafas panjang. Katty sulit dikendalikan setelah kematian istrinya. Ia sendiri tak punya waktu untuk Katty karena kesibukannya sebagai walikota. Apalagi belakangan ini banyak kasus kematian karena penyihir. Tak jarang para pedagang jadi korban juga.
" Ayah " tegur Katty saat melihatnya melamun.
Walikota menatap Katty sebentar lalu menyerahkan kertas bertuliskan nama-nama pengunjung yang menginap di penginapan Erto.
" Jadi dia menginap di Erto. Aku tidak tahu namanya yang mana ayah, tapi aku pasti mengenalinya jika melihatnya langsung " kata Katty.
" Maksudmu, kau ingin merebut suami orang ? Apa kau ingin mencoreng namaku untuk sebuah cinta ? " tanya walikota terdengar sinis.
Katty terdiam mendengar pertanyaan ayahnya. Ia merasakan nada tidak suka dari kalimat itu. Ditatapnya mata ayahnya. Merasa ayahnya tidak menyukai tindakannya, Katty segera membalikkan badan sambil berkata " Ayah tidak perlu lagi peduli padaku, aku akan berusaha sendiri ".
__ADS_1
" Lebih baik bagimu untuk kujodohkan dengan Diego dari pada merebut suami orang " jawab ayahnya keras.
Katty melangkah pergi tanpa menjawab. Walikota seketika mengamuk, ia melemparkan semua yang ada di meja kerjanya. Lalu keluar mencari Diego. Sementara Katty pergi ke penginapan Erto mencari idamannya.