GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
32. Bruno


__ADS_3


Bruno terkejut mendengar apa yang terjadi pada Raja Higo. Ia segera menuju alun-alun kota untuk melihat Raja. Dan Ia tercengang melihat Raja Higo terkurung dalam bola kaca.


Para prajurit berusaha memecahkan dengan menggunakan pedangnya. Masyarakat banyak yang menonton tapi mereka tak satupun mau membantu karena Raja Higo bukanlah Raja yang baik pada rakyatnya, ia selalu sewenang-wenang.


Seorang ibu yang pulang dari pasar melihat kerumunan itu dan menyeruak ke depan. Ia mencibir melihat keadaan Raja Higo (anak gadisnya adalah salah satu korban seksual Raja Higo ) . Ia mengambil telur dan melemparnya ke arah bola kaca sambil berteriak.


" Rasakan hukumanmu, kau telah memperkosa anakku sampai mati. Semoga kau cepat membusuk disitu ! "


Orang-orang disekitarnya terkejut karena keberanian ibu itu.


Tapi akhirnya mereka mengikuti perbuatannya, melempar apapun ke arah bola kaca sehingga para prajurit terpaksa menyingkir.


" Benar ..... Dia Raja biadab. Biarkan dia mati membusuk "


" Ya.... bunuh saja "


Segera teriakan dan caci-maki bersahut-sahutan.

__ADS_1


Bruno tak berani mendekat. Ia melihat Penasihat Bidoff di antara para prajurit. Segera ditariknya Penasihat Bidoff menjauh dari kerumunan. "


" Apa yang terjadi dengan Baginda Raja ? Bagaimana bisa Dia ada di dalam bola kaca "


Penasihat menghela nafas panjang sebelum menjawab Bruno.


" Raja berseteru dengan Gadis Takdir "


" Apa ...... ?! Seperti apa Gadis Takdir itu ? "


" Ia punya kekuatan sihir dan cahaya. Raja tertusuk pedangnya sendiri saat terlempar jatuh "


Seketika Penasihat Bidoff tercenung mendengar kata-kata Bruno. Ia tak mengetahui jika Bruno adalah orang bayangan Raja Higo. Bruno memang tak pernah menampakkan diri secara terang-terangan saat di istana. Ia akan menemui Raja Higo diam-diam.


Bruno mengeluarkan pedangnya. Ia membentak dan mengusir orang-orang itu. Kemudian dengan sekuat tenaga ia menghantam bola kaca itu dengan pedangnya yang berat.


" BAAAANGGGG .......! "


Banyak orang terkejut dan menutup telinganya saat terjadi benturan. Bruno sendiri untuk sesaat merasa tuli karena posisinya paling dekat. Ia jadi agak linglung. Ia menggedikkan kepalanya untuk menghilangkan efek tulinya.

__ADS_1


Setelah sadar ia meraba pinggangnya untuk mencari pedangnya. Ia tak menyadari bahwa pedangnya tadi menancap di bola kaca. Seorang prajurit menunjukkan pedangnya. Bruno terheran. Pedangnya menancap tapi tidak terlihat ada retakan disekelilingnya.


Tangannya terulur untuk mencabut pedangnya. Ia mengira akan sukar jadi mengerahkan tenaga untuk mencabutnya.


Siapa sangka pedang itu dengan mudah tercabut sehingga Bruno terjengkang karena kelebihan tenaga.


" Ha...ha...ha...ha....... " seketika orang-orang mentertawakan Bruno.



Tentu saja Bruno malu dan marah karenanya. Ia segera bangkit berdiri dan sekali lagi menghunjamkan pedangnya penuh kemarahan. Orang-orang segera berlarian mundur, mereka tak ingin telinga mereka tuli.


" Bbbuuaaaannnngggg.........! " suaranya begitu memekakkan telinga siapapun.


Bruno jatuh terduduk. Mulutnya mengeluarkan darah. Pedangnya patah dengan separuh bagian masih menancap di kaca. Ia merasakan ada suatu kekuatan menyerang balik lewat pedangnya saat menghunjamkan pedang.


Orang-orang terpekik dan berbisik-bisik membicarakan keadaan Bruno . Namun tak satupun yang berani mendekat. Penasihat Bidoff pun terkejut melihat yang dialami Bruno.


Sementara Raja Higo duduk bersandar dalam bola kaca. Ia pun terguncang karena benturan serangan Bruno. Darah kembali keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Raja Higo saling berpandangan dengan Bruno. Dan sama-sama menggelengkan kepalanya, meski gerakan Raja Higo lebih lemah.


__ADS_2