GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
43. Kecurigaan Destraco


__ADS_3

Seorang berjubah hitam datang berlutut di hadapan sosok bertudung hitam .


" Apa ada berita baru ? "


" Tuan , di kota Bronche banyak penyihir rendahan yang menjadikan manusia sebagai budaknya "


" Lalu ...... ? "


" Bagaimana jika tuan menggunakan cara itu untuk memancing Gadis Takdir ? "


" Hmmm........ idemu bagus juga Torron, aku akan memikirkannya "


Kemudian sosok itu berubah menjadi kabut hitam. Bergerak cepat ke arah kota Bronche. Melayang rendah melewati setiap rumah dengan perlahan, mencari aura sihir . Ia hanya menyeringai mendapati beberapa aura sihir rendahan yang menguasai penduduk.

__ADS_1


Terus mendekati penginapan terbesar. Ia berhenti sebentar diatas kamar Asgar. Ia mengenali cincin perak di jari Asgar. Tapi tidak terdapat aura sihir di tubuh Asgar. Ia ingat Asgar adalah orang yang sama yang menginap di kota Higresia. Berpikir Asgar hanyalah pedagang atau pengelana, asap hitam itu berlalu pergi.


Tapi sesaat kemudian asap hitam itu kembali, membubung tepat di atas kamar Rey. Menatap kamar Rey yang masih terang. Merayap ke celah jendela. Tapi asap itu tak dapat masuk. Sosok itu sedikit heran. Siapa penghuni kamar ini. Dan mengapa ia tidak dapat masuk ke dalam ? Cukup lama asap hitam itu berkeliling mencoba mengintip ke kamar Rey, tapi seolah ada penghalang. Apakah mungkin, penghuni kamar ini terikat sihir dengan penyihir lain ? (pikir sosok tersebut). Seberapa besar kekuatan penyihir lain itu ? Karena tak tahu jawabannya, asap itu akhirnya pergi.


🌸🌸🌸


Malam ini Rey tidak ingin keluar kemanapun. Ia menyuruh Asgar membelikan makan malam. Sementara menunggu, Rey duduk-duduk bersama yang lain. Mereka membicarakan tentang kejadian hari ini. Pengunjung penginapan kebanyakan berasal dari kota lain. Jadi mereka tidak tahu jika penduduk asli kota ini banyak yang menjadi budak sihir.


Tengah malam Asgar merasa tidak nyaman, ia bangun tapi tetap menutup matanya. Ia merasakan aura mencekam sama seperti waktu berada di penginapan Higresia.


Rey juga merasakan hal yang sama. Ia tahu ada aura gelap yang cukup kuat di luar atap kamarnya. Namun Rey tetap berpura-pura tidur. Digigitnya bibirnya untuk meredakan kecemasan. Ia ingin memanggil Kendrick, tapi ditahannya.


Asap hitam itu merayap di jendela, mencoba mencari celah untuk masuk. Kemudian berpindah ke sisi lain dan kembali lagi ke atap. Sungguh.... begitu cemasnya Rey sampai *******-***** selimut yang menutupinya.

__ADS_1


Sementara di tempat lain Kendrick sedang berdiri di luar balkon kamarnya. Tampak ia berdiri tapi memejamkan matanya. Ia merasakan aura penyihir hitam tingkat tinggi berada di sekitar Rey. Sekalipun Rey tidak memanggilnya, tapi ikatan darah membuat Kendrick dapat merasakan kecemasan Rey. Ia waspada jika sewaktu-waktu penyihir itu menyadari siapa Rey.


Kemudian Kendrick menoleh ke bawah, tampak Tetua Astraco berjalan di taman depan istana. Kendrick berteleport kesana.


" Ah.... My Lord ..... maafkan saya jika mengganggu waktu istirahat anda. Saya hanya merasa gelisah sedikit. Sepertinya tadi saya merasakan aura Destraco berkeliaran "


" Kau benar Tetua. Ia sekarang berada di sekitarnya (Rey) "


" Apa ...... ! apakah anda tidak khawatir jika Destraco menemukannya ? " Tetua Astraco mengerutkan keningnya.


" Tentu saja aku khawatir, Tetua. Tapi aku tidak bisa muncul disana begitu saja, sementara tidak terjadi apapun pada Rey "


" Ah ...ya, My Lord. Anda benar. Semoga Tuan Putri tidak melakukan kesalahan kecil saat-saat seperti ini " Kendrick mengangguk-angguk.

__ADS_1


__ADS_2