GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Axel Kalah Sedikit


__ADS_3

Axel ambruk ke rumput. Nafasnya tersengal-sengal. Dadanya sungguh sakit. Darah mengalir dari mulutnya. Matanya memerah karena marah. Ia gagal lagi mendapatkan Rey. Pemuda tampan itu ( Zigaz ) ternyata cukup tangguh . Siapa dua pemuda tampan yang selalu bersama Rey ? Tidak mungkin jika mereka saudaranya, wajah masing-masing tidak ada yang mirip. Tapi Rey selalu terlihat mengutamakan yang lemah ( Asgar ).


Mungkinkah pemuda itu yang dicintai Rey daripada Lord Kendrick ? Axel tersenyum miring. Jika begitu ia akan membunuhnya agar Rey tunduk padanya. O tidak........ ia akan menyiksanya untuk mengancam Rey. He..he..he..he...... Axel menyeringai sendiri.


" Aku rasa pukulan pria itu tidak sampai melencengkan otakmu kan....... ? " tanya seseorang sedikit mengejek.


Axel menoleh sambil mengusap darah di sekitar mulutnya.


" Hhhhhh........ Aku tidak akan mati begitu mudah. Lagipula tenagaku tadi hanya separuh saja yang terpakai untuk mengujinya " jawab Axel


" Hmmm........ " penyihir hitam itu mencebikkan bibirnya. Ia tahu Axel tidak mau mengakui kekalahannya.


" Kelihatannya cukup tangguh. Siapa pria tadi ? "


" Tidak tahu, mungkin temannya ? "


" Hmmm.... baiklah, sampai jumpa " penyihir itu berlalu pergi.


Axel bangkit dan terbang kembali ke istana. Tapi ia terhenti di jendela saat melihat ayah dan ibunya duduk bersama di dalam, menatapnya dengan aneh.


" Masuklah....... " tegur ayahnya tenang, tapi membuatnya tegang.


Axel menelan ludahnya sebelum masuk dan berdiri di hadapan mereka. Mereka mengerutkan alisnya menatap jejak darah di bawah dagu hingga dada. Bajunya yang kotor semakin menegaskan bahwa Axel telah terlibat pertarungan antar penyihir. Ratu tahu Axel terkena serangan tenaga dalam. Namun ia diam saja karena tidak berbahaya pada organ dalamnya. Hanya butuh istirahat saja.


" Adakah yang bisa kau jelaskan tentang keadaanmu saat ini ? " tanya Raja.


Axel melirik ibunya.


" Aku bertarung dengan...... penyihir hitam " Axel tak berniat mengatakan siapa.


" Bukankah penyihir hitam itu beracun ? tapi darah dibajumu itu merah, bukan hitam " kata Raja menunjuk dada Axel.


Axel diam-diam mengepalkan tangannya, memang tak mudah membohongi ayahnya.


" Apakah ini ada hubungannya dengan Putri Rey ? " tanya Ratu.

__ADS_1


Axel masih diam.


" Kamu menyukainya ? " tanya Raja.


Axel menunduk.


" Memang tidak salah kamu menyukainya. Tapi juga salah karena ia milik Penguasa Tertinggi saat ini. Apalagi jika merebutnya dengan cara yang tidak benar. Apa kamu punya kekuatan melebihi Lord Kendrick hingga berani melawannya ? " tanya Raja.


" Dia tidak mencintai Lord Kendrick... ! " sergah Axel ( Ia merasa cemburu, apalagi teringat 2 pria tampan yang selalu bersama Rey )


Raja tersenyum kecil.


" Atas dasar apa kamu berkata begitu ? "


" Re..... Putri Rey sendiri yang mengatakannya kepadaku saat di sungai " jawab Axel.


Raja dan Ratu mengerutkan alisnya.


" Bagaimana bisa Putri Rey pergi bersamamu ? " tanya Ratu. Seingat Ratu, Rey selalu didampingi pengawal. Entah satu atau dua.


" Aku...... aku....... " Axel tidak berani mengatakan bahwa ia menculiknya.


" Bukan..... aku....... "


" Mana mungkin Putri Rey mau pergi bersamamu, sedang ia tidak mengenalmu ? Apa kau menyamar menjadi seseorang yang dekat dengannya ? " tanya Ratu curiga. Tapi Ratu berpikir Axel menyamar sebagai pengawal Putri Rey, bukan Lord Kendrick.


" Ya, aku menyamar sebagai Lord Kendrick. Itulah sebabnya ia mengatakan ' tidak mencintainya ' " jawab Axel sinis.


Raja dan Ratu tercengang.


" Astagaaa...... " Raja mendesah pelan.


" Anak bodoh..... Apa kau pikir Putri Rey tidak tahu penyamaranmu ?! perempuan lebih mengenali kekasihnya sendiri melalui banyak hal " ejek Ratu.


" Nak..... Kau sungguh-sungguh menabur pecahan kaca dalam hidupmu. Jika Penguasa Tertinggi menghukummu, ayah dan ibu tidak akan bisa menahannya " tegur Raja.

__ADS_1


" Aku tidak akan melibatkan ayah dan ibu. Aku akan buktikan bahwa aku mampu merebut hati Putri Rey "


" Putri Rey adalah Gadis Takdir. Apa kau tak dengar yang terjadi pada Raja Higo.... ? Destraco ? Penyihir Terra ? mungkin juga penyihir-penyihir lain ? Kekuatannya jauh diatasmu..... " kata Ratu.


" Omong kosong. Ia hanyalah Putri biasa yang tidak bisa melawanku. Tetapi dua orang yang selalu bersamanya memang pengawal Putri. Dan sepertinya Putri mencintai salah satu dari mereka " kata Axel.


" Jangan sembarangan omong.... ! " sergah Ratu. Ia sudah jengkel karena Axel tetap pada keinginannya.


" Jadi kau bertarung dengan Pengawalnya ? " tanya Raja.


" Ya...... Putri Rey mencintai pengawal yang lemah "


" Tccck...... Kau pasti salah mengira. Putri Rey tidak seperti yang kau pikir. Ia hanya mencintai Lord Kendrick sebab Lord Kendrick memang titisan Lord Astraco sebelumnya " tegur Ratu ingin menyadarkan Axel.


" Sudahlah ibu. Ibu tidak melihat kenyataannya secara langsung. Aku lelah. Tolong keluarlah..... Aku mau istirahat " usir Axel dengan kesal.


" Kau...... ! "


Raja menahan Ratu yang hampir marah karena tersinggung. Ia menggandeng tangan Ratu dan menariknya keluar kamar Axel.


Axel menahan kesalnya menatap pintu yang tertutup pelan. Ia segera membersihkan dirinya dan membakar bajunya yang terkena darah. Ia tidak suka pelayan membicarakan kondisinya jika sedang terluka.


Axel membaringkan tubuhnya sejenak. Namun segera duduk bersila untuk mengembalikan kekuatannya yang menurun.


Di lorong Raja dan Ratu berjalan bergandengan dalam kebisuan. Hati mereka dilanda rasa gundah. Bagaimana tidak ? Putra Mahkota memilih jalan perseteruan dengan Penguasa Tertinggi. Bahkan berani menyamar sebagai Lord Kendrick untuk menculik Putri Rey. Hingga Putri Rey memberinya hukuman ringan yang memalukan. Tapi ternyata tidak membuatnya jera. Malah bertarung dengan pengawal Putri Rey.


" Istriku......... pergilah beristirahat. Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri minum teh pahit. Supaya ketika terkena racun, kau tidak langsung mati " kata Raja menghibur dengan kalimat kiasan.


Ratu hanya bisa menangis tanpa suara. Bagaimana pun, hatinya tidak bisa rela jika sesuatu terjadi pada Axel meski sudah jelas bersalah. Ratu menyusut air matanya dan masuk ke kamar. Sedang Raja pergi menemui penasehat.


Di dalam kamar Ratu masih termenung sambil sesekali menangis. Ia merasa gagal mendidik Axel. Diingatnya semua tentang Axel sedari bayi hingga sekarang. Menurutnya pertumbuhan sikap Axel tidak terlalu melenceng saat remaja. Meski Axel tidak suka bergaul dengan putra-putri bangsawan.


Bahkan saat bekerja sebagai Hakim Agung , ia dekat dengan Thalia putri Mentri Carlos. Mereka bekerjasama cukup baik saat mengadili banyak perkara.


Jadi apa yang membuatnya jadi begini ? Mungkinkah Putri Rey penyebabnya ? Apakah ini yang dinamakan cinta buta ? Tidak perduli benar atau salah, tetap nekat ?

__ADS_1


Memang benar kata Raja. Tidak salah Axel jatuh cinta pada Putri Rey. Hanya saja ia terlambat karena Putri Rey lebih dulu menjadi calon milik Lord Astraco.


Jika saja Axel menemukannya lebih dulu, ia tak menolak punya menantu secantik dan sekuat Putri Rey. Aaah........ sungguh takdir tak bisa ditebak.


__ADS_2