
Ratu Elena berdiam di kamarnya. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres tentang Axel. Jika benar ini terkait dengan kekuatan cahaya suci, maka ia harus menemui Lord Kendrick. Tapi bagaimana jika itu benar ? Ia tak mungkin melawan Penguasa Abadi. Tapi ia juga tak rela kehilangan putranya. Oh..... apa yang harus dilakukan ? Ia bahkan tidak berani membicarakan ini kepada suaminya. Ratu menutup muka dengan kedua tangannya. Ia merasa kalut dan bingung.
" Apa yang sedang kau pikirkan ? " tanya Raja lembut. Ia baru saja pulang dari gedung peradilan. Ratu menoleh menatap suaminya yang duduk di kursi kamar. Dan menatap cukup lama hingga akhirnya memberanikan diri bicara.
" Raja.... Apa yang akan anda lakukan jika putra anda melakukan kesalahan ? " tanya Ratu hati-hati.
Raja menatapnya lekat. Lalu menghela nafas.
" Tergantung kesalahannya. Jika itu hanya masalah keluarga atau perselisihan saudara, maka hukumannya masih bisa disepakati bersama. Tapi jika itu menyangkut masalah negara atau keselamatan semua warga. Maka hukumannya adalah penjara atau kematian "
Ratu menarik nafas panjang. Ia menunduk diam.
" Apakah ini tentang Axel ? " tanya Raja.
Ratu hanya mengangguk.
" Tentang dunia sihir atau negara Trexodia ? " tanya Raja lagi.
" Sihir "
Raja menghela nafas lagi.
" Jika tentang itu, aku tak punya kuasa. Lebih baik tanyakan langsung pada Lord Kendrick "
Ratu menatap sendu pada suaminya. Ia takut kehilangan Axel.
Raja bangkit dan duduk di samping Ratu.
" Jika memang putra kita membuat kesalahan, kau harus kuatkan hati untuk menerima keputusan Penguasa. Janganlah ikut melawan hanya karena cintamu pada anak. Ingat..... lebih baik kehilangan seorang anak, daripada seluruh keluarga musnah. Atau kehidupan orang lain terancam.
Kita sudah diberi tanggungjawab memelihara dan membesarkan anak-anak. Jika putra kita memilih sendiri jalan yang gelap. Kita wajib menegur dan memanggil dia kembali. Bukan kita mengikuti jalannya yang gelap. Coba bicaralah dulu dengan Axel. Jika gagal, temuilah Lord Kendrick, tapi jangan memohon pengampunan, karena Axel sudah berani memilih jalan gelap, yang berarti melawan Penguasa Abadi " Raja membelai punggung Ratu Elena. Ratu Elena bersandar sambil memejamkan mata.
Setelah makan malam, Raja dan Ratu menengok keadaan Axel. Ada tabib yang baru selesai meminumkan obat padanya dibantu seorang pelayan. Axel sendiri masih belum sadar. Tapi itu tak masalah bagi Ratu. Ia sedikit tenang jika Axel tetap tertidur selama beberapa hari ini agar cepat pulih.
__ADS_1
Esok paginya Ratu kembali menengok Axel. Kebetulan ia baru saja sarapan. Ratu menemaninya dan membantu meminumkan obatnya. Lalu duduk di samping Axel yang setengah terbaring.
Axel tahu ibunya ingin membicarakan sesuatu. Jadi ia diam menunggu.
" Apakah dadamu masih terasa sakit ? "
" ......... Tidak "
" Tabib bilang, kau tidak boleh mengerahkan tenaga dalam, setidaknya sampai luka di dalam dada sembuh "
" Hmmm.......... Aku bosan di kamar terus "
" Ibu mengerti......... Sebenarnya kau bertarung dengan siapa nak ? "
" ................ tidak ada "
" ...... ? Lalu bagaimana bisa kau mengalami luka dalam ? "
" Aku hanya kelelahan...... " jawab Axel sambil memejamkan mata "
Di depan pintu Raja sudah menunggu. Mereka saling bertatapan untuk beberapa waktu. Kemudian Ratu menggeleng sedih. Raja menggandengnya pergi. Mereka berjalan pelan ke arah taman belakang.
" Tak ada jalan lain, saya harus menemui Lord Kendrick..... " kata Ratu pelan.
Raja menghela nafasnya. Axel adalah Pangeran Mahkota. Seharusnya ia akan menggantikannya sebagai Raja suatu saat nanti. Jika dia benar-benar dihukum Penguasa Abadi, maka itu berarti Trexodia kehilangan penerus. Dan mungkin, Xenia terpaksa sekali lagi menggantikan kakaknya. Dengan Zacko sebagai Raja Baru.
Mereka duduk di gazebo. Pelayan segera datang membawakan teh dan cemilan.
" Jangan terburu-buru. Biarkan aku mencoba berbicara dengannya. Tapi jelaskan dulu padaku masalah apa yang dilakukan Axel "
Ratu menghela nafasnya lambat.
" Sesuai dengan saran Raja, saya mencari sesuatu di kamar Axel. Dan menemukan buku kuno tentang kekuatan tertinggi atau kekuatan tak terbatas. Kekuatan itu di dapat dari bulan purnama suci atau gerhana matahari suci.
__ADS_1
Menurut buku, itu terjadi setiap seribu tahun sekali. Dan hanya salah satu keturunan leluhur cahaya ( Astraco / Cronos ) yang berhak menerimanya. Lord Kendrick sudah menerima keduanya, karena itu ia menjadi Penguasa Abadi "
" Wah..... ! Itu berarti Lord Kendrick sudah tua ? "
Ratu mengangguk.
" Keturunan cahaya biasanya hidup ribuan tahun. Itupun jika tidak melakukan kesalahan atau ritual gelap. Raja ingat tentang penyihir Terra ? Ia bahkan lebih berumur dari Lord Kendrick "
" Waaaahhh.............. Apakah itu berarti kau juga akan hidup lebih lama dariku ? "
" Hanya sampai 500 tahun, jika tidak melakukan kesalahan atau terbunuh. Karena kita berdua sudah melakukan ikatan sihir saat menikah, maka separuh milikku ( umur, kekuatan, dll ) berbagi dengan Raja "
Raja mengangguk-angguk.
" Lalu bagaimana dengan Xenia dan Zacko. Mereka sama-sama keturunan penyihir "
" Sebenarnya itu tidak perlu. Biasanya ikatan sihir dilakukan untuk menguatkan pasangan atau keluarga angkat yang bukan keturunan penyihir. Tapi sesama penyihir juga boleh melakukanya agar saling menguatkan "
" Aku mengerti. Jadi apa sebenarnya yang diinginkan Axel ? "
" Ia ingin mendapatkan kekuatan tak terbatas "
" ............ ! "
" Bukankah ia akan menggantikanku menjadi Raja Trexodia ? Apakah itu kurang ? "
Ratu hanya menghela nafas dengan sedih. Akhirnya mereka berdua termenung dengan pikiran masing-masing. Raja mengerti sekarang yang diinginkan Axel bukan hanya kedudukan dalam istana. Tapi semesta ini.
Bukankah menjadi penguasa semesta itu lebih besar tanggung jawabnya, lebih luas kekuasaannya dan lebih agung dari siapapun ? Julukannya sebagai Hakim Agung telah membuatnya melambung tinggi. Hingga ia menginginkan yang lebih tinggi lagi.
Di Kerajaan Astraco, Kendrick sedang berada di taman belakang bersama Martin. Sementara ia duduk diam memikirkan sesuatu, Martin berlatih menguasai air sungai kecil berserta ikan-ikannya. Ia teringat percakapannya dengan Rey tentang pria penyihir muda.
Jalan hidup seseorang memang tidak bisa ditebak. Ibarat pakaian dari kain putih, pemilik berhak memberinya warna atau hiasan. Akan tetapi, jika pakaian itu terkena noda atau kotoran, pemilik harus segera mencucinya. Kecuali jika kotoran itu tidak bisa hilang, jalan satu-satunya adalah membuangnya ( tak pernah dipakai lagi sebagai pakaian ). Mungkin pakaiannya akan dibongkar jadi lap atau hal lain.
__ADS_1
Dia sendiri sebagai penguasa, hidupnya amat membosankan. Hanya berjalan lurus sambil membenahi masalah di sekeliling. Sedang untuk masalah di sekeliling, ia mempunyai Tetua, Prajurit,Pelayan dan banyak lagi sesuai bidangnya. Mereka akan melakukan tugas masing-masing dan memberikan laporan. Ia akan turun tangan jika mereka tidak sanggup mengatasi masalah.