
" Nah.... Tuan Asgar dan Tuan Kendrick, saya permisi akan ke istana sekarang. Sampai jumpa "
Asgar dan Kendrick melambaikan tangan.
Kendrick kembali termenung memikirkan Rey. Tiba-tiba 2 orang wanita cantik langsung duduk di kursi depan mereka, satu meja.
" Maaf tuan-tuan.... boleh kami duduk disini ? Meja lain sudah penuh " kata seorang dengan suara mendayu.
" Kami hanya minum teh sebentar kok..... " ucap seorang lagi dengan senyum legit.
" Hmmm..... " Asgar hanya mengangguk.
Kendrick masih mengunyah roti sambil melamun. Asgar meletakkan cangkir minuman arak putih (arak tak beralkohol) ke meja. Wanita di depan Asgar membelai tangannya yang masih memegang cangkir. Asgar meliriknya sambil mengerutkan kening.
Sementara wanita yang satu lagi menggesek-gesekkan kakinya ke kaki Kendrick. Kendrick melirik Asgar yang juga sedang digoda. Kendrick menyesap araknya.
" Asgar... arak putih ini terlalu putih untukku, rasanya kurang enak. Bisakah kamu menambahkan darah segar ke dalamnya ? rasanya pasti menyegarkan.... "
Asgar mencerna kata-kata Kendrick kemudian menyeringai. Ia menggenggam tangan wanita yang membelai tangannya, lalu tangan satunya lagi membelai pergelangan tangan wanita itu.
" Tentu My Lord. Saya rasa darah nona-nona ini begitu menggoda. Hsssrrrp....... " terdengar Asgar menghisap air liurnya.
Wanita itu cepat menarik tangannya lepas dari genggaman Asgar. Dengan gemetar ia bangkit berdiri dan menarik temannya. Kakinya sempat tersandung namun temannya segera menahannya agar tidak jatuh. Kendrick menyeringai memamerkan gigi taring panjang. Kedua wanita itu terpekik dan berlari keluar kedai.
Pelayan kedai menyusul sambil berteriak " Hai nonaaaa, kalian belum membayar tehnya ! "
Asgar dan Kendrick tertawa menyeringai. Mereka meneruskan sarapan pagi dengan tersenyum.
Satu kereta kuda berhenti di depan kedai roti. Dua orang turun dari kereta. Asgar mengenalinya. Ia menyongsong dua orang itu di pintu masuk.
" Tuan Bidoff, Marko....... mari bergabung dengan kami " Asgar menyapa dan mempersilahkan mereka ke mejanya.
Penasihat Bidoff dan Marko tersenyum pada Asgar dan Kendrick, lalu duduk. Asgar memesan roti dan arak putih.
__ADS_1
" Apa kabarmu, Asgar..... Dimana Nona Takdir ? " tanya Bidoff.
" Saya baik-baik saja, Urusan kami sudah selesai. Nona sedang beristirahat. Ada hal apa tuan Bidoff datang berkunjung ke ibukota ? " tanya Asgar.
" Saya mendapat panggilan dari istana. Sepertinya ini terkait dengan pemilihan penasihat baru. Namun saya sudah tua, ingin hidup tenang. Lebih baik mengajukan cucu keponakan untuk menggantikannya. Jikapun tidak diterima, tidak apa-apa. Asalkan saya tidak menolak panggilan istana secara langsung " jelas Bidoff.
Asgar mengangguk-angguk. Ia masih ingat keadaan politik semasa raja Higo.
" Bagaimana denganmu Marco, apakah sudah tahu resikonya bekerja di istana ? " tanya Asgar.
" Jika benar saya terpilih sebagai penasihat, paman akan membimbing saya untuk saat-saat awal " jawab Marco.
" Yakinlah kamu akan mampu menjadi lebih baik dan bijaksana " Kendrick memberinya semangat.
Marco tersenyum. Baginya adalah sebuah kehormatan jika berbakti pada kerajaan.
Sementara Zigaz sedang menatap air danau jiwa yang tercemar dengan rembesan darah Rey. Ia menatap was-was namun berharap air danau akan menetralkan racun dan menyucikan tubuh Rey.
Zigaz tidak berani mendekat bukan karena pengecut. Tapi jika ia sakit atau sekarat karena racun itu, lalu siapa yang akan mengurus nona Rey. Ia tak bisa menghubungi Lord Astraco atau Asgar. Portal ruang dimensi tertutup karena Rey kehilangan kesadaran. Beruntung nona Rey masuk ke ruang dimensi saat-saat terakhir. Beruntung juga nona menyuruhnya tinggal di ruang dimensi saat-saat awal.
Zigaz tidak mengerti mengapa ia tidak merasakan sakit ditubuhnya. Padahal ia adalah hewan pendamping nona. Seharusnya ia merasakan apa saja yang dialaminya tuannya. Bukankah nona sudah mencap darah di dahinya ?
Ada beberapa lapangan rumput yang menguning, banyak pohon daunnya sedikit layu. Zigaz terus terbang memeriksa semuanya. Dua kuda hitam putih berlari mengikutinya. Tepat 50 hitungan, Zigaz kembali lagi masuk ke dalam danau, menunggui Rey.
Namun Zigaz cepat-cepat naik lagi ke tepi danau. Ia berubah menjadi gajah. Disedotnya air danau banyak-banyak dan disiramkan ke rumput yang menguning. Zigaz berdiri diam mengamati. Sebentar kemudian rumputnya segar menghijau.
Zigaz berteriak senang (gajah meniup belalai) " Toeeeeeeeeeett "
Kemudian berlari ke tepi danau dan menyedot air danau, lalu disiramkan ke pohon apel dan tanaman lain. Begitu terus ia lakukan sampai Zigaz kecapean. Ia masuk ke danau dan menjadi kerang yang tidur dalam cangkangnya.
Setelah beberapa waktu, Zigaz terbangun. Badannya sudah segar kembali. Ia berenang ke atas dan kembali menjadi gajah pembawa air untuk disiramkan pada beberapa tanaman. Begitu terus ia lakukan untuk sekeliling dunia jiwa Rey. Zigaz tak tahu sudah berapa lama ada diruang dimensi karena dunia jiwa tak mengenal waktu. Ia hanya beristirahat dalam danau saat kecapekan.
Di markas pengiriman Kendrick dan Asgar disambut dengan gembira. Namun beberapa tidak ada diantara mereka tidak ada karena terpilih menjadi pegawai istana termasuk Greg dan Zacko. Pelayan menyediakan roti dan anggur terbaik untuk mereka berdua.
" Bagaimana keadaan kalian semua, apakah ada keluhan ? " tanya Asgar.
__ADS_1
" Kami baik-baik saja, tuan Asgar. Greg memimpin kami dengan bijak. Ia akan disahkan jadi Raja akhir pekan ini dan Zacko menjadi Ksatria utama "
" Lalu siapa yang memimpin disini ? " tanya Asgar.
" Ada beberapa orang yang cocok dari antara kami, tapi kami belum memutuskan siapa "
" Bawalah mereka ke hadapanku, aku ingin melihatnya " kata Kendrick.
" Baik My Lord "
Tak lama 5 orang berdiri di hadapan Kendrick : Yezhi, Tarzea, Jansen, Zando, Biago.
Kendrick mendekati satu-satu sambil membalikkan telapak tangan mereka.
" Yezhi : keuangan "
" Tarzea : penyelidik "
" Jansen : petarung "
" Zando : pemikir "
" Biago : pelaksana "
Mereka semua saling memandang kurang paham.
" My Lord...., Apakah itu berarti.... "
" Ya, kalian tidak punya pemimpin, tapi satu tim yang saling berkaitan. Jika ada masalah, kalian hanya datang pada orang yang tepat sesuai keahliannya. Jadi jika ada pembelian sesuatu, bicarakan dengan Yezhi. Jika butuh senjata, bicarakan dengan Jansen. Jika itu tentang pengawalan pengiriman barang, kalian bicarakan dengan semuanya. Pastikan 5 orang ini berada dalam satu ruang kerja karena saling berkaitan. Tidak bisa hanya Zando yang berpikir sendiri. Keputusan disetujui bersama " jelas Kendrick.
" Kami mengerti My Lord "
" Jika barang yang dibawa sangat berharga, kirim satu tim bayangan untuk berjaga-jaga " kata Asgar.
" Jangan menginginkan orang lain lebih bijak, tapi berusahalah masing-masing menjadi lebih bijak dan saling menjaga " Kendrick tersenyum.
__ADS_1
" Dan jangan pernah memaksa atau berebut wanita, biarkan wanita itu memilih sendiri. Setiap orang sudah punya pasangan masing-masing tanpa harus berebut "
Mereka semua menunduk merenungkannya. Masalah pribadi memang terkadang merusak hubungan mereka.