
Pembersihan reruntuhan istana sudah selesai. Tidak ada barang apapun yang tersisa. Namun beberapa ruangan yang ada akses bawah tanah jadi terungkap. Mereka mencoba mengintip ke bawah ingin tahu. Tapi Zacko melarang siapapun masuk ke bawah tanah. Dikhawatirkan ada iblis atau penyihir yang masih bersembunyi. Greg menyarankan untuk memanggil Tuan Asgar agar memeriksanya. Sementara yang lain berjaga-jaga di sekitarnya.
Tak lama Asgar datang bersama Rey naik kuda masing-masing. Asgar menjelaskan sesuai posisi lubang di istana. Lubang di dapur adalah gudang penyimpanan perbekalan makanan mentah. Lubang di halaman belakang adalah penjara bawah tanah untuk penjahat dengan hukuman berat atau mati. Sedang lubang di kamar raja adalah jalan pelarian jika terdesak pemberontakan.
Mereka saling memandang. Mereka khawatir masih ada iblis atau penyihir yang bersembunyi. Asgar meminta banyak obor. Rey menyuruh orang-orang berjaga disekitar lubang pelarian dan lubang penjara dengan dihalangi obor. Sementara Rey, Asgar dan Zacko akan mengecek lubang dapur terlebih dahulu.
Asgar melangkah turun dengan membawa obor. Di sisi bawah tangga ia menyalakan obor di dinding. Rey melihat ada banyak perbekalan makanan yang mulai membusuk. Ia menyuruh Zacko mengeluarkan semuanya. Zacko cepat naik ke atas dan turun membawa 10 orang. Hanya dalam 30 hitungan ruangan itu sudah bersih. Mereka keluar dan berlanjut memeriksa lubang penjara. Obor di bawah gudang perbekalan dibiarkan menyala. Rey berpesan agar selalu mengganti dengan obor baru setiap pagi dan malam untuk mencegah iblis masuk.
Sekarang mereka bersiap mengecek lubang penjara. Begitu turun 10 langkah, Rey menahan bahu Asgar. Ia merasakan aura gelap di sana. Tangan kiri Rey mengarah ke atas tangga sebentar lalu ditangkupkan dengan tangan kanannya. Segera terbentuk bola cahaya seukuran kepala orang dewasa. Bola itu menerangi jalan ke bawah.
Lalu tangan Rey seperti memegang nyala api dan menempelkannya ke dada Asgar. Seketika seluruh tubuh Asgar terbalut api.
" Woaaah......api.... ! " Zacko berteriak terkejut.
Namun Rey tetap tenang dan melakukan hal yang sama kepada Zacko.
Zacko terkekeh senang dan dengan semangat mendahului Asgar masuk ke bawah. Asgar menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Zacko. Rey memasang perisai api di tengah tangga agar tidak ada yang lolos keluar.
Zacko memeriksa beberapa penjara yang kosong, hanya ada tulang-tulang. Bola cahaya berada didepan menerangi lorong. Asgar memperhatikan jauh ke lorong. Ia menyeringai merasakan banyak yang bersembunyi disana.
Disiapkannya pedang perak di tangan kanannya.
" Tuan Asgar, mengapa harus memakai pedang ? Bukankah tinggal membakar saja dengan api ? " tanya Zacko bingung.
__ADS_1
" Yang bersembunyi di sini setengah manusia. Mereka adalah para prajurit yang tubuhnya sudah dikuasai iblis "
Zacko tercengang sesaat. Kemudian diambilnya golok perak dari pinggangnya dan mulai waspada. Rey berada di belakang dengan tenang.
Bola cahaya bergerak terus. Terdengar suara-suara gumaman dan geraman tidak jelas. Tiba-tiba seorang prajurit menebas dari samping. Zacko menghadangnya.
" Traangg.... ! " Zacko menatap prajurit itu. Matanya merah, kulitnya pucat tinggal kulit dan seragamnya sudah banyak robek dan kotor. Keadaannya lebih tepat disebut sebagai mayat hidup.
" Traangg....! " pedang Asgar menangkis tebasan prajurit iblis. Zacko tersadar.
" Zackooo........ jangan terpesona ! " ujar Asgar mendorong mundur prajurit iblis dan memotong tangannya.
" Aaaaarrrggghhh....... " ia meraung. Zacko segera melompat sambil menebas lehernya.
" iiiiiiiih........ " Rey menghindari kepala yang menggelinding.
Lalu Rey mengeluarkan api dari tangannya membakar mayat itu.
Mereka terus masuk. Ada segerombol prajurit iblis menyerang bersama . Beberapa segera mengambil kesempatan lari saat mereka bertiga sibuk. Salah satu prajurit iblis itu ada yang nekat menjangkau Rey. Namun Rey terlindung oleh perisai cahaya sehingga tangan prajurit itu seketika menjadi abu.
Zacko dan Asgar bekerja sama saling menebas. Prajurit iblis itu tidak mati sepenuhnya jika hanya dipotong tangan dan kaki atau ditusuk. Mereka seperti mayat hidup.
" Potong kepalanya....! " teriak Rey.
__ADS_1
Asgar dan Zacko mencoba mengincar kepala sambil menendang. Bagaimanapun, prajurit iblis itu masih bisa berpikir walau tubuhnya dikuasai iblis. Mereka berkelit dan melawan. Sebenarnya Rey bisa saja langsung memusnahkan mereka, namun ia sengaja membiarkan mereka berjuang, terutama Zacko yang masih baru mengenal sihir.
Cukup lama juga mereka membereskan gerombolan prajurit iblis. Zacko menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada lagi. Namun mereka mendengar keributan dan teriakan di lorong pintu keluar. Zacko berlari kesana. Asgar dan Rey menyusul.
Tampak 1 prajurit iblis sedang terbakar berputar-putar. Sedang prajurit lainnya juga berputar-putar berusaha menghindar. Zacko tertawa sambil menepuk perutnya yang keras.
" A..ha..ha..ha..ha..ha..ha........... "
Mereka yang mendengarnya tertawa segera menyerbunya. Zacko melompat dan menghindar. Ia membacok salah satu kaki prajurit iblis hingga prajurit itu terjatuh. Secepatnya Zacko menebas kepala prajurit yang terjatuh.
" Traangg... ! "
Asgar menahan pedang prajurit iblis yang mengarah punggung Zacko. Namun tangan prajurit iblis itu mencengkeram tangan Asgar. Tentu saja tangan itu segera terbakar karena menyentuh perisai api yang membalut Asgar. Prajurit iblis itu cepat mundur sambil berusaha memadamkan api di tangannya. Asgar membiarkannya dan menangani prajurit lainnya.
Sementara prajurit iblis yang terbakar melihat Rey dan mencoba memeluk Rey agar ikut terbakar. Itu adalah satu pikiran yang salah....
Rey yang tahu gelagat prajurit itu hanya menunjukkan tangannya ke bawah kaki prajurit iblis. Seketika tanah muncul membelenggu kaki prajurit itu sehingga tidak bisa bergerak. Ia berteriak dan meraung-raung sampai terbakar habis.
Suara-suara itu terdengar oleh orang-orang yang berada di atas. Mereka beringsut mundur ketakutan. Greg dan orang-orangnya menghunus senjata bersiap menghadapi hal yang tak terduga.
Kira-kira pada hitungan ke 10, Zacko keluar disusul Rey dan Asgar. Rey sudah mencabut energi api yang menjadi perisai Asgar dan Zacko sebelum mereka keluar dari bawah tanah. Jadi warga kota tidak ada yang tahu tentang hal itu.
Semua yang menunggu bernafas lega dan bersorak. Ya... mereka memang khawatir terjadi sesuatu pada tiga orang tersebut. Syukurlah mereka keluar dalam keadaan selamat.
__ADS_1
Sekarang tinggal satu lubang lagi yang belum diperiksa. Asgar yakin lubang di kamar Raja berujung di tempat lain yang agak jauh. Kemungkinan bisa tembus di hutan atau luar kota. Sedang hari sudah sore. Akan sangat beresiko karena mereka tidak tahu berapa banyak penyihir atau iblis yang ada di lorong itu.
Akhirnya Rey memasang perisai api di bawah tangga untuk mencegah siapapun keluar masuk lorong itu. Namun sebelumnya Rey diam-diam mengirim bola cahaya kecil melalui lorong itu. Ia hanya ingin mengetahui lorong itu sampai dimana.