
Pagi ini Asgar menemui Kendrick di ruang kerjanya.
" My Lord, mohon maaf saya mengganggu. Tapi saya harus kembali ke kota Bronche dan mengambil kuda kami. Jika tidak pemilik penginapan akan menjualnya karena kami sudah tidak menginap lagi disana "
" Hmmm.... Aku akan mengurusnya. Kau cobalah berlatih dengan para prajurit disini "
" Baik, My Lord "
Sebelumnya Kendrick sepakat dengan para Tetua bahwa mereka akan menahan Rey dan Asgar selama beberapa hari disini. Kemudian Asgar dan Tetua menuju basis prajurit. Tetua menjelaskan siapa Asgar.
Mereka berlatih walaupun Asgar belum bisa sihir. Asgar melawan sihir dengan bantuan perisai dan pedangnya. Tetua juga mengajarkan penyerapan energi dan sihir dasar pada Asgar. Juga cara mengatasi serangan sihir.
Sementara Rey juga menjalani pelatihan keras dibawah Kendrick sendiri. Rey bahkan mampu menggunakan elemen angin untuk membawanya terbang. Mereka bisa bertarung diudara. Menggunakan semua macam elemen. Hari-hari itu digunakan untuk pelatihan.
🌸🌸🌸
Selama beberapa malam Destraco berusaha mencari jejak aura Gadis Takdir, namun tidak menemukannya. Ia sudah mencoba membuat masalah di kota itu untuk memancing keluarnya Gadis Takdir, tapi tidak ada tindakan apapun.
__ADS_1
Destraco heran. Hal terakhir ia merasakan ledakan sihir adalah saat seorang penyihir menengah bertarung. Tapi saat malam datang ia menyisir kota itu tidak mendapati yang ia cari.
Ia berpikir, mungkinkah Gadis Takdir sudah pergi ke kota lain ? Atau kembali ke ibukota Higresia ? Baiklah ia ke ibukota Higresia malam ini.
Alun-alun tampak sepi. Bola sihir itu sudah hilang. Tampak beberapa jejak kaki para prajurit di sekitar itu. Samar-samar tercium bau busuk. Sepertinya Raja Higo sudah mati. Destraco melayang ke area istana. Meneliti semua ruangan berharap menemukan tanda-tanda.
Dengan kecewa ia kembali ke kastilnya. Di kastil Destraco melampiaskan kekesalannya pada para budaknya. Ia menjadikan mereka mainan sihirnya, menyerangnya atau melemparnya.
Pada akhirnya, ia teringat dengan kerajaan Astraco. Ia mendengar kerajaan itu sudah punya penguasa yang baru dan masih muda.
" Torron .... ! " satu asap hitam melayang turun.
" Baik, Tuan "
Segera asap itu melayang pergi ke arah Timur. Menyisir danau Darkwish. Melintasi area danau, tapi tidak dapat menyelam masuk seolah ada kaca pelindung. Berkali-kali berputar mencari celah namun sia-sia. Torron segera kembali melapor.
" Mohon ampun Tuan, saya tidak dapat memasuki Kerajaan Astraco "
__ADS_1
" .................... Hhhhhhhh ! "
Dengan marah Destraco melesat ke arah danau Darkwish. Meluncur ke air danau.
" Blaaaammmm....... ! "
Kendrick seketika mendongak dan berdiri. Para Tetua Astraco saling memandang. Rey dan Asgar berhenti bertarung. Para penyihir petarung segera bersiaga di pos-pos dan pelataran depan.
Kendrick menatap para Tetua. Ia memberi isyarat untuk menunggu. Ia merasa yakin Dinding pelindung yang dibuat dengan darahnya takkan bisa ditembus Destraco. Kecuali ia sudah mati.
Rey menggunakan teleport ke ruangan Kendrick. Kendrick hanya tersenyum simpul menatapnya.
" Itu Destraco ingin masuk ke wilayah Astraco "
Rey tertegun. Ia tak menyangka Destraco berani datang kesini.
" Ia tidak akan berani masuk ke sini. Ia hanya sedang memancing kita keluar. Siapapun yang keluar dari Astraco akan digunakan sebagai sanderanya "
__ADS_1
" Blaaaammmm.... ! " kembali terdengar dentuman keras.
Kendrick merengkuh Rey dan menghilang. Mereka muncul di udara terus melesat ke atas. Berhenti di jarak satu pandangan. Tampak bayangan Destraco diatas. Kendrick mendongak dan mengulurkan telapak tangannya seperti menyentuh sesuatu.