
Para pelayan restoran segera menyiapkan meja dan kursi untuk Raja, Ratu dan Putri TREXODIA. semuanya digabung dengan meja Rey. Sudah biasa jika keluarga kerajaan makan disini dengan penampilan sederhana. Makanan dan minuman terbaik langsung disajikan tanpa diperintah.
Ratu Elena membuat pelindung suara agar percakapan mereka tak terdengar pengunjung lain.Mereka makan sambil membahas tentang kedatangan Rey.
" Kami merasa terhormat atas kunjungan anda Tuan Putri. Mohon maaf tidak mengadakan penyambutan selayaknya " ucap Ratu Elena.
" Tidak perlu repot-repot, Ratu " jawab Rey.
" Apakah ada hal penting yang membuat anda jauh-jauh datang ke wilayah ini ? " tanya Alexander
" Ya... Ini terkait dengan seorang penyihir yang berdiri dibelakang Destraco. Saya berusaha mencari jejaknya " kata Rey.
" Maksud Tuan Putri ? " tanya Elena
" Saya merasa ada seorang yang mengendalikan hidup Destraco selama ini. Mungkin sejak beribu tahun lalu. Ada yang menginginkannya melawan ASTRACO atau menginginkan hal lain "
" Mungkinkah............. Penyihir Terra ? " tanya Elena ragu.
" Penyihir Terra ? siapa dia ? " Rey ingin tahu.
" Waktu saya kecil, nenek pernah menceritakan tentang Kerajaan ASTRACO di masa lampau. Dikatakan bahwa kerajaan ASTRACO mempunyai 2 putra kembar namun berbeda sifat. Pangeran Destraco berkali-kali mencelakai Pangeran Astraco. Raja James akhirnya mengusir Destraco bersama pengasuhnya, Terra. Sebenarnya Terra adalah sahabat Raja. Namun ialah yang selalu mempengaruhi Destraco. Terra cemburu dan dendam karena tidak terpilih menjadi Ratu " Elena bercerita.
" Ooooh begitu...... "
Mereka semua yang mendengarnya sedikit merenung. Ternyata cinta yang bertepuk sebelah tangan membuat dunia jadi mual-mules....
He..he..he..he.....
" Sebaiknya Tuan Putri dan para pengawal menginap di istana saja malam ini " ucap Raja Alexander. Mereka melangkah bersama kembali ke istana.
Di istana, mereka berkumpul di ruang keluarga. Raja Alexander bermain catur dengan Asgar. Xenia dan Zigaz bermain ludo. Sedangkan Rey mengobrol dengan Ratu Elena.
" Ratu Elena, apakah ada lagi yang anda ketahui tentang Penyihir Terra ? "
" Tentu Tuan Putri, Penyihir Terra sudah lama menganut ilmu hitam. Ia diam-diam minum darah agar awet muda. Ia juga sering memberi racun di minuman Ratu. Tapi Ratu mengetahuinya dan menyimpannya dalam hati. Ia hanya berpura-pura sakit jika sedang mengobrol dengan Terra. Ratu tidak mau mengatakannya pada Raja, karena Terra adalah sahabat Raja sejak kecil. Pada akhirnya Destraco sendiri yang mengatakan tentang Terra pada Raja. Itulah sebabnya mereka diusir.
Kemudian lewat beberapa ribu tahun, seorang peramal kerajaan mengatakan bahwa jiwa Pangeran Astraco sudah menemukan tempatnya. Keluarga kerajaan dan para tetua segera mencari titisan Pangeran Astraco dan membangun kubah pelindung untuk menghindari penyihir jahat.
Kemudian beberapa ribu tahun lagi seorang peramal biasa mengatakan akan ada seorang bayi yang dilahirkan dengan kekuatan tak terbatas pada saat gerhana matahari. Saya rasa Terra dan Destraco sama-sama mendengar tentang hal itu dan menginginkannya "
__ADS_1
" Itu benar. Saya sudah memusnahkan jiwa Destraco. Namun belum menemukan Terra. Seseorang mengatakan bahwa kemungkinan Terra bersembunyi di tempat-tempat yang gelap. Saya mengira ia berada di TREXODIA, tapi semua wilayah yang terlewati tidak ada tanda-tandanya. Jadi kemungkinan ia ada di dalam hutan yang terbesar atau hutan terlarang "
" Itu dia , hutan terlarang..... ! Di perbatasan ada reruntuhan bangunan kuno. Kita tanyakan pada Alexander saja "
Mereka beranjak mendekat pada Raja dan Asgar. Raja melirik mereka.
" Ada apa ? "
" Suamiku, bisakah kau menceritakan tentang reruntuhan kuno di hutan terlarang ? "
Raja Alexander menatap istrinya dengan alis berkerut. Elena nyengir.
" Bukan aku.... tapi Tuan Putri Rey.... "
" Panggil aku Rey saja, Ratu... "
" Ehm...... Putri Rey. Dia ingin tahu tentang reruntuhan kuno "
Raja Alexander menghela nafasnya.
" Itu adalah tempat pemujaan kuno. Beratus tahun lalu para penyihir hitam membunuh gadis-gadis muda atau bayi setiap bulan purnama untuk diambil darahnya. Pada akhirnya mereka dimusnahkan oleh para penyihir dari negeri cahaya. Kemudian hutan itu disegel oleh Raja Cahaya pada masa itu supaya tidak seorangpun manusia masuk ke sana "
" Itu berarti penyihir masih bisa masuk ? "
Rey dan Elena saling berpandangan.
" Putri Rey mencari siapa ? " tanya Raja Alexander sambil meneguk anggur merah penghangat badan (alkohol rendah).
" Penyihir Terra "
" Bruussst...... Uhuk-uhuk.......... "
Elena segera menepuk-nepuk punggung Raja. Sementara Rey memberikan sapu-tangannya pada Asgar untuk mengelap wajahnya yang terkena semburan.
" Maaf..... uhuk-uhuk..... maafkan aku tidak sengaja " Raja meminta maaf pada Asgar. Asgar hanya bisa meringis. Rey dan Elena menunduk tertawa geli.
" Hi..hi..hi..hi.... "
Zigaz dan Xenia duduk bergabung. Setelah tenang, Raja melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
" Ada beberapa penyihir tua yang lolos saat itu. Salah satunya adalah Penyihir Terra. Wujudnya seperti nenek-nenek jika tidak mendapatkan darah gadis suci atau bayi. Kulitnya akan menghitam dan berbau seperti bangkai. Dulu banyak sekali gadis-gadis TREXODIA yang jadi mayat kering. Ada juga bayi-bayi yang baru lahir. Tapi sekarang sudah lebih baik. Seluruh wilayah TREXODIA selalu menyalakan obor saat malam hari. Mungkin hanya hewan ternak atau pengelana yang tersesat di hutan yang jadi korban. Kadangkala ia akan muncul di sore hari saat matahari akan tenggelam. Anak-anak kecil bisa jadi sasaran "
Mereka berempat diam merenung.
" Apakah Putri Rey bermaksud pergi ke reruntuhan kuno ? " tanya Elena khawatir.
" Apakah itu jauh ? " tanya Rey.
" Hutan terlarang berada di perbatasan barat Kerajaan TREXODIA dengan Kerajaan ARZANTE. Melewati 5 kota dan 4 desa dari sini. Reruntuhan itu berada di tengah-tengah hutan dekat sungai dan tebing. Sungai itulah pembatas negara kami " Raja Alexander menjelaskan secara rinci.
" Baiklah, ini sudah larut. Kita lanjutkan pembicaraan besok " kata Elena.
Mereka semua bangkit menuju kamar masing-masing.
* * * * *
Keesokan paginya mereka bertemu lagi di meja makan sambil berbincang ringan. Setelahnya Raja mengajak mereka ke ruang kerja.
" Apakah Tuan Putri jadi pergi ke reruntuhan itu ? " tanya Raja Alexander.
" Ya.... "
" Kami akan mengantar anda sekalian kesana.... " kata Ratu Elena.
" Tidak... jangan..... Saya tak akan membawa kalian dalam bahaya "
" Jadi bagaimana Tuan Putri akan kesana ? Itu terlalu jauh.... "
" Bolehkah saya meminjam mata dan ingatan Raja Alexander menuju ke sana ? "
" Oh.... bagaimana caranya ? "
" Ehm, Ratu Elena tolong pegang tangan Raja Alexander " kemudian Rey memegang sebelah tangan Ratu Elena.
" Xenia, tolong ambil alih tugas kerajaan sementara. Asgar dan Zigaz, tolong halangi siapapun mengganggu kami " perintah Rey.
Mereka bertiga segera keluar sambil menutup pintu.
" Raja, tolong tutup mata anda dan berpegangan pada Ratu. Bayangkan kita semua terbang bersama melewati satu persatu kota, desa dan hutan menuju reruntuhan kuno "
__ADS_1
Mereka melayang melewati banyak orang di kota, hutan kecil dan desa. Semua pemandangan sesuai dengan ingatan Raja saat di perjalanan.