GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Thalia


__ADS_3

Axel mendekat hendak meraih tangan Rey. Tapi Rey mundur ke belakang Thalia.


Thalia menatap marah pada Axel.


" Katakan siapa dia, Axel ? "


" Dia kekasihku " jawab Axel mantap.


" Tidak..... ! aku bahkan tidak mengenalnya ! " Rey menjawab keras.


Thalia heran. Ia menatap Axel.


" Jika dia memang kekasihmu, siapa namanya ? " tanya Thalia menguji Axel.


" Kau tak perlu tahu namanya, minggirlah "


" Tidak Axel. Kau berbohong padaku. Dia bukan kekasihmu " Thalia melebarkan tangannya menutupi Rey.


" Lalu apa hakmu menghalangiku ?! " Axel mulai kesal.


" Aku mencintaimu Axel, kita sudah lama bersama "


" Persetan denganmu. Aku tidak pernah mencintaimu. Carilah orang lain "


Tiba-tiba Axel sudah di depan Rey.


" Sembarangan..... ! Aku takkan membiarkanmu ?! " Thalia menarik lengan Axel.


" Tccck.... ! " Axel menghempaskan Thalia ke samping.


" Aah...... "


" Bruuukk...... ! "


Seseorang segera menolong Thalia bangkit.


Axel menggenggam pergelangan tangan Rey kemudian memeluknya. Rey berontak.


" Lepas..... ! Aku bukan kekasihmu. Lepaskan..... ! " Rey memukul-mukul bahu Axel. Tapi Axel malah membawa Rey terbang.


" Axeeeeeell.................. ! Thalia berteriak memanggil. Orang-orang ikut menatap ke atas.


Rey terkejut menyadari Axel bisa terbang. Itu berarti Axel seorang penyihir. Ia berhenti meronta. Kemudian mengamati wajah Axel dan diam-diam mengukur kekuatan sihirnya. Ternyata Axel lebih tinggi darinya. ia harus hati-hati. Axel sedikit tersenyum mengira Rey terpesona menatap wajahnya.


Ia membawa Rey terbang ke bukit belakang istana. Ia pikir Rey diam karena takut jatuh. Biasanya gadis biasa pasti akan ketakutan saat dibawa terbang karena tidak bisa sihir. Ia tidak tahu bahwa Rey tadi sedang mengukur kekuatannya diam-diam.


Ketika mereka turun di bukit, Axel melepaskannya sambil tersenyum. Rey mundur 3 langkah. Ia mengusap lengannya seolah jijik dengan bekas pelukan Axel.


" Mengapa kau memaksaku. Aku tidak mengenalmu " Rey berkata ketus.


" Aku tidak peduli, kau akan tetap menjadi milikku ! " jawab Axel santai.


" Dalam mimpimu ! " Rey mencibir dan terus mundur.

__ADS_1


( " Kendrick..... Datanglah kemari dengan menyamar jadi seorang tua " ) Rey diam-diam memohon.


" Tak ada gunanya kau lari...... takdirmu bersamaku..... " kata Axel semakin mendekat.


" Tidak tanpa ijinku........ " sahut seseorang.


Axel berhenti dan menoleh ke belakang. Ia melihat seorang tua berjubah putih berdiri tenang. Rey segera masuk ke ruang dimensi. Ia pergi membersihkan diri di danau jiwa karena merasa jijik dipeluk pemuda lain. Baginya hati dan tubuhnya hanya untuk Kendrick, calon suaminya.


" Siapa kamu ?! " tanya Axel.


" Kamu berani membawa lari cucuku ? Memangnya siapa kamu ?! " Kendrick balas bertanya.


Axel menggertakkan giginya dan mengatur nafasnya. Jika bukan karena orang tua ini kakek gadis itu, sudah pasti akan dibunuhnya.


" Aku menginginkan dia menjadi istriku " jawab Axel sambil menunjuk ke arah Rey berdiri. Tapi ia terkejut melihat Rey tidak ada di situ atau dimana pun. Ia menatap marah pada kakek itu.


" Kau menyembunyikannya..... ?! " tanya Axel dengan nafas memburu.


Kendrick hanya tersenyum miring. Ia menghilang masuk ke dimensi Rey.


" Sayang..... " Rey memeluknya. Rambutnya masih basah. Kendrick menyentuh untuk mengeringkan rambutnya. Ia menatap dalam mata Rey.


" Kenapa tidak mau melawannya ? " tanya Kendrick ingin tahu.


" Diakah penyihir yang kau maksud itu ? "


" Hmmm...... " Kendrick mengangguk kecil.


" Kekuatannya sebenarnya diatasmu jauh. Tapi sejak terluka, dia sudah tidak boleh berlebihan mengeluarkan Kekuatannya. Jadi jangan khawatir, kekuatan cahaya sucimu pasti mampu mengalahkannya. Hanya saja, kamu harus lebih licik dan waspada dengan tipu dayanya........... "


Rey mengangguk-angguk mengerti.


" Dimana Asgar dan Zigaz ? " tanya Kendrick.


" Zigaz menemani nenek Wilma mencari saudaranya. Asgar mencari tahu siapa saja keturunan penyihir di kota ini selain keluarga istana "


" Lebih baik Asgar tidak berhadapan langsung dengannya, ia masih kalah jauh "


" Aku akan berusaha untuk tidak melibatkannya "


" Hmmm..... hati-hati. Pahami dulu seperti apa dia supaya tidak salah perhitungan "


Kendrick mengecup dahi Rey sebelum menghilang.


" Aaarrggh...... sialan ! " Axel marah ketika kakek tua dan gadis pilihannya menghilang. Ia mencoba mencari jejak Rey, namun tidak ada dimanapun.


" Sial...... siaaaaaalll............ ! "


Axel bermaksud teleportasi ke istana. Tapi ternyata ia memuntahkan darah.


" Tccck....... ! "


Terpaksa ia terbang biasa untuk kembali ke istana.

__ADS_1


Rey masih berada di ruang dimensi. Ia mengamati Axel lewat cermin pelihat. Rey heran mengapa Axel menuju ke istana Trexodia. Ia pikir Axel akan menyerang atau menemui seseorang ? Rey tidak dapat melihat lebih lanjut karena ada tabir pelindung yang menutupi istana. Rey yakin itu buatan Ratu Elena.


Tabir pelindung ini tak terlihat oleh mata biasa. Tapi lewat cermin, itu benar-benar berupa kabut putih yang menutupi istana. Sehingga para penyihir tidak dapat mengintip apapun yang ada dalam istana. Rey meletakkan cerminnya dan berbaring di rumput.


Axel masuk lewat jendela di kamarnya dan langsung berbaring di ranjang. Ia masih kesal karena kehilangan Rey. Tak tahu kenapa ia langsung jatuh cinta pada gadis cantik itu. Ia bahkan belum tahu namanya.


Gara-gara Thalia semua jadi kacau.


" Axel....... ? "


Terdengar panggilan dari luar kamarnya. Itu ibunya. Axel enggan menjawab. Tapi pasti ibunya takkan pergi begitu saja.


" Klik, krriiieeett...... "


Benar kan ? Axel menatap malas ke arah pintu. Ratu Elena masuk dan duduk di pojok pembaringan.


" Kau tadi kemana, nak ? Apa kau tak mendengar kejadian pagi ini diatas istana ? " tanya Ratu Elena.


" ............. ?! Kejadian apa ? " Axel menatap ibunya dengan alis berkerut.


" Penjaga bilang ada elang raksasa berputar-putar di atas istana lalu menghilang " jelas Ratu.


Axel diam menelaah. Ini aneh. Tak biasanya ada kejadian seperti ini. Apakah itu seorang penyihir yang menyamar ? Atau hewan milik seseorang yang sedang mengamati istana ?


" Apa ayah sudah tahu ? " tanya Axel.


" Ya, ia masih rapat militer dari tadi pagi "


" Oh...... Ya sudah..... Ibu tunggu kabar dari ayah saja " kata Axel bermaksud mengusir ibunya.


Ratu Elena mengangguk dan bangkit berdiri.


" Ehm...... Kau tadi dari mana ? " tanya Ratu.


Axel diam sejenak. Ia menebak ibunya pasti tadi kesini saat dia keluar.


" Hanya berjalan-jalan sebentar. Aku bosan di kamar terus...... "


" Thalia tadi menemui ibu dan menangis, ia bilang bahwa kau sudah punya kekasih. Siapa..... ? Apakah putri salah satu menteri ? "


" Tccck........ ! Aku tak tahu. Aku baru mengenalnya "


" Oh..... Jika ada kesempatan, bawalah ia menemuiku. Ibu juga ingin mengenalnya "


Kata Ratu keluar sambil menutup pintu.


Axel menggertakkan giginya dengan kesal.


" Thalia sialan..... ! sudah mengacau rencanaku, malah mengadu pada ibu. Gadis menyebalkan. Aku harus memberi pelajaran padanya " Axel menggerutu. Ia bangkit keluar istana dan menyusup ke kediaman Mentri perkebunan . Menyamar jadi pelayan Thalia. Terlihat Thalia sedang


duduk di taman sambil makan kacang rebus. Axel menatap sambil berpikir apa yang akan dilakukan untuk menghukum Thalia.


__ADS_1


__ADS_2