
Rey mengunyah pelan kuenya sambil menunggu Kendrick.
" Oh.... Nona cantik. Kau sungguh mempesonaku. Marilah berdansa denganku.... " seorang pria tampan bermata minyak ( lelaki hidung belang ) berlutut setengah kaki mengulurkan tangannya pada Rey.
Rey hanya tersenyum sedikit menatap pria itu, tanpa menyambut uluran tangannya. Ia tetap diam sambil terus mengunyah kuenya.
Seorang laki-laki lain datang memeluk perutnya dan mencium pipi Rey sekilas. Rey tahu itu Kendrick. Ia tersenyum makin cantik.
Pria tampan yang berlutut itu seketika cemburu. Dengan marah ia bangkit dan mendorong bahu Kendrick sambil menudingnya.
" Hei... ! siapa kamu, berani memeluk dan menciumnya. Ia milikku.... ! " katanya marah.
Kendrick tertawa tanpa suara.
" Kamu sendiri siapa berani mengakui dia milikmu ? "
" Aku Devano, putra Baron Carxen " katanya menepuk dada dengan bangga.
" Mmmm..... Baron Carxen ? sepertinya ia tidak mendidik putra-putrinya dengan baik. Suka merebut milik orang lain" jawab Kendrick santai.
" Apa maksudmu, ia adalah tunanganku. Aku akan membunuhmu jika kau berani menyentuhnya lagi "
" Oh, tunanganmu ? siapa namanya ? " tanya Kendrick penasaran. Devano mendesah karena tak tahu siapa nama gadis itu, namun ia tak kurang akal.
" Sayang, kemarilah... ! " Devano mengulurkan tangannya hendak menarik Rey. Namun Rey malah berpindah ke belakang Kendrick dan merangkul Kendrick dari belakang sambil menyandarkan kepalanya.
Devano semakin marah. Tak pernah sekalipun ia gagal merayu gadis-gadis cantik. Ia akan memberi pelajaran pada si cantik ini setelah memberi pelajaran pada laki-laki ini.
Devano melayangkan tendangannya ke arah dada Kendrick. Kendrick menahan dengan tangan kiri dan mendorongnya balik. Devano terjatuh mundur. Rey mengintip dari belakang.
Devano bangkit dan meninju ke arah muka. Kendrick kembali menahan dan mendorong balik. Devano terhuyung-huyung ke belakang. Ia tak menyangka laki-laki ini mampu menahan tendangan dan tinjunya. Padahal Devano menguasai beladiri dari timur. Ketika masih belia, ayahnya pernah tinggal di negara timur selama 5 tahun.Hati Devano kesal, ia menyerang Kendrick bertubi-tubi dengan rasa marah. Namun Kendrick hanya menahan dan mendorongnya terus karena Rey sengaja tidak mau melepaskan pelukannya ( lagi pingin manja ).
Orang-orang yang menonton mulai berbisik. Mereka menduga Kendrick bukan lelaki biasa. Jika tidak, takkan mampu menahan serangan Devano yang menguasai beladiri negeri timur.
Asgar dan Zigaz tertarik melihat sebuah kerumunan. Mereka menyelip diantara penonton dan melihat Lord Kendrick sedang berhadapan dengan seorang pemuda. Dengan kesal Asgar menarik tangan pemuda itu dan menamparnya hingga terjerembab.
" Apa yang kau punya, hingga berani menantang Lord Astraco ? " tegur Asgar keras.
__ADS_1
Tentu saja pemuda itu dan orang-orang yang menonton terkejut. Lord Astraco adalah Penguasa Abadi negeri cahaya. Berarti nona cantik yang bersamanya adalah Gadis Takdir yang telah mengalahkan iblis dan penyihir di Kerajaan HIGRESIA.
Segera orang-orang berlutut menunduk. Mereka tak berani lagi berkata-kata. Devano tercengang melihat orang-orang berlutut. Ia bangkit namun Zigaz menendang keras punggungnya hingga tersungkur.
Kemudian Asgar dan Zigaz pergi mencari tuannya. Kendrick dan Rey tadi sudah berpindah ke meja lain saat orang-orang berlutut.
Sementara Devano mengerang tak berdaya karena tak bisa bergerak. ( Zigaz menendang tepat di tulang punggungnya, menyebabkan kelumpuhan ). Orang-orang bangkit setelah melihat pasangan Astraco tidak ada lagi di tempat itu. Mereka mencibir dan membiarkannya seperti itu.
Hingga seorang gadis bergaun merah menyala melihatnya.
" Delisa..... " Devano berteriak parau.
" Devano..... ? " gadis itu berjongkok membalikkan badan Devano.
" Aaarrgh..... ! "
" Apa yang terjadi ? Bangunlah " Delisa berusaha menopang Devano, namun tidak kuat.
" Pergi.... panggilan orang-orang ayah "
" Tapi kamu...... "
" Baik " Delisa bangkit dan berlari pulang.
Tapi Delisa tak menemukan ayahnya dirumah. Sudah tentu ayahnya tak pernah ada dirumah saat malam, entah kemana. Delisa menghela nafas kesal. Ia menyuruh salah satu pelayan mencari ayahnya. Dan menyuruh beberapa pekerja laki-laki untuk membawa Devano pulang. Kemudian memanggil tabib untuk memeriksa Devano.
Sementara Delisa menunggu diluar kamar. Ayahnya datang dengan wajah marah.
" Mengapa kau menyusahkanku ? Apa yang terjadi pada Devano ? "
" Aku tidak tahu. Ayah tanya sendiri padanya " jawab Delisa sebal lalu masuk ke kamarnya sendiri. Ia sudah tidak berminat lagi kembali ke pesta Raja. Pasti sebentar lagi akan ada gempa bumi di rumah ini terkait masalah Devano. Devano adalah putra kebanggaannya. Ia pandai beladiri dan berdagang. Sedangkan dirinya hanya putri cantik tak berguna. Delisa berbaring di ranjang menunggu badai.
Carxen masuk ke kamar Devano. Tampak putranya berbaring miring tanpa baju sedang diperiksa tabib.Ia duduk di kursi menunggu pemeriksaan selesai.
Setelah memasang kembali baju Devano, tabib berdiri dihadapan Carxen.
" Tuan, putra anda mengalami kelumpuhan "
" Apa.... !! " Carxen berdiri terkejut. Tabib mundur sedikit.
__ADS_1
" Ia hanya bisa disembuhkan oleh ahli tusuk jarum ( akupuntur ), saya hanya bisa menyarankan agar putra anda dilarang memakan makanan berat ( berkalori ) dan manis selama proses pengobatan "
" Berapa lama ? "
" Saya kurang tahu tuan, silahkan bertanya pada ahlinya " jawabnya gugup. Sebenarnya tabib tahu bahwa pemuda itu akan lumpuh selamanya. Namun ia tak berani mengatakannya karena beresiko pada keselamatannya sendiri mengingat tuan Carxen adalah seorang pemarah yang selalu menyalahkan orang lain.
" Minggir.... ! " Carxen menyingkirkan tabib agar ia bisa berbicara dengan Devano. Tabib menepi ke dekat pintu. Ia ingin cepat-cepat pulang, namun tak berani berpamitan. Baginya lebih baik tak usah dibayar asalkan boleh pulang.
" Katakan apa yang terjadi, Devano " tanya Carxen menahan marah.
Devano menelan ludahnya. Ia sadar siapa Lord Kendrick dan Gadis Takdir. Tapi ia tak berani menceritakan yang sebenarnya pada ayahnya. Ia yakin ayahnya akan menghajarnya dengan keras jika melakukan kesalahan.
" Aku... Seorang pria merebut gadis pilihanku ayah. 2 anak buahnya memukuli dan menendang punggungku " Devano berbohong.
" Bukankah kamu bisa beladiri timur ? Lalu apa gunanya kamu belajar selama 5 tahun ? " tanya Carxen gusar.
" Mereka licik ayah. Aku dikalahkan " jawab Devano dengan muka pura-pura sedih.
" Siapa laki-laki itu "
" Maaf aku tidak tahu namanya, ayah "
" Hmmmph..... ! " Carxen membalikkan badan dan memberi isyarat pada tabib untuk mengikutinya. Mereka pergi ke ruang kerjanya. Carxen memberi 100 keping perak.
" Terima kasih, tuan " tabib cepat-cepat pergi.
Selepas tabib pergi, Carxen berteriak memanggil kepercayaannya.
" Pedrooo..... "
Seorang pria agak tua berlari ke ruang kerjanya.
" Saya, tuan "
" Cari tahu siapa yang berurusan dengan putraku. Kalau perlu bantai semua keluarganya. Dan bawa gadis pilihannya kemari. Aku akan menjualnya ke rumah bordil sebagai ganti biaya perawatan anakku "
Pedro menarik nafas panjang.
" Saya mohon tuan pikirkan lagi tindakan tuan. Saya sudah mencari tahu tentang hal yang terjadi pada tuan Devano tadi di pesta Raja "
__ADS_1
" Ceritakan padaku dengan jelas " Carxen menatap Pedro.