
Kisi berlanjut
Ketika malam sudah larut. Semua berkumpul di tempat duduk dekat Podium. Raja dan Ratu Alexander berpamitan pada Raja Greg, Kemudian Kendrick dan Rey.
" Greg.... Kami akan kembali sekarang. Jika butuh bantuan atau ada sesuatu, katakan saja pada Xenia " kata Raja Alexander.
" Tentu Raja Alexander, terima kasih atas kedatangannya " jawab Raja Greg.
" My Lord, Tuan Putri, kami pamit. Sampai jumpa " kata Raja Alexander dan Ratu Elena bersamaan.
" Sampai jumpa Raja, Ratu " semua menjawab bersama.
Raja Greg kembali ke istana diiringi para menteri. Rey, Kendrick, Asgar dan Zigaz kembali ke markas. Tak lama Zacko dan Xenia juga kembali bersama beberapa anggota lainnya. Mereka semua beristirahat di aula kecuali Rey dan Xenia.
Ketika pagi datang, para pelayan markas segera menyiapkan teh panas dan cemilan di meja aula. Rey dan Xenia segera mandi, kemudian duduk bersama di halaman belakang. Pelayan mengantarkan sarapan dan teh hangat pada mereka.
Di aula, Asgar masih tidur memeluk Zigaz. Kendrick sedang mengobrol dengan kelima pemimpin markas yang menemuinya. Kemudian Kendrick memberikan masing-masing cincin sesuai fungsinya.
Cincin ruang, untuk Yezhi menyimpan koin, perbekalan atau apapun yang penting.
Cincin energi, untuk Jansen sebagai petarung dan Biago sebagai pelaksana.
Cincin Pengetahuan, untuk Tarzea dan Zando.
Mereka semua mengucapkan terima kasih dan segera pergi mandi. Asgar dan Zigaz juga mandi lalu berkumpul di aula untuk sarapan bersama.
Beberapa anggota meminta Zigaz berubah menjadi serigala Cronos. Zigaz menatap Kendrick untuk meminta izin. Kendrick tersenyum menggangguk.
Semua menatap takjub pada Zigaz. Ukurannya setara dengan kuda besar. Salah satu memberanikan diri memeluk Zigaz. Yang lain segera mendekat dan berebut memeluknya. Ada juga yang membelai kepala Zigaz. Zigaz menjilat pipi anggota tersebut membuat ia ditertawakan semua anggota.
" Ha..ha..ha..ha.... "
Namun ia tidak malu, ia malah memeluk leher Zigaz dan membisikkan sesuatu. Namanya Arden. Zigaz mengangguk, duduk dan Arden menaiki punggungnya. Lalu Zigaz bangkit mengelilingi aula dengan Arden tertawa bangga sambil melambai-lambaikan tangannya. Semua bersorak gembira.
Rey dan Xenia masuk ke aula, tersenyum melihat kegembiraan mereka. Kendrick langsung menarik Rey duduk di kursi yang tersedia dekat meja kerja. Xenia bergabung dengan Zacko dan Asgar.
" Setelah ini kau akan kemana ? " tanya Kendrick.
" Menyelusuri seluruh daerah HIGRESIA. Masih banyak penyihir dan iblis yang tersebar. Aku yakin ini ada hubungannya dengan seseorang dari Astraco. Sebenarnya apa yang ia inginkan ? " Rey termenung sejenak.
" Mungkin... kekuatanmu.... dan Astraco " jawab Kendrick sendu.
Rey terdiam.
__ADS_1
" Kendrick... berapa lama kau mengenal Tetua Outter ? "
" Dia sudah ada sebelum aku datang ke Astraco "
" Apa elemennya ? "
" Ia menguasai semuanya. Itulah sebabnya ia memilih bertugas diluar "
" Kapan terakhir bertemu denganmu ? "
" Kalau tidak salah saat kerajaan HIGRESIA dikuasai iblis "
" Berapa lama ia tinggal di Astraco, setelah melaporkan tugasnya ? "
" Ia tak pernah mau menginap di Astraco. Hanya datang melapor lalu keluar lagi "
" Cari tahu penyebab ia lebih memilih tugas diluar. Suruh Zigaz menjadi binatang apa saja saat menyamar, jangan boleh menampakkan wujud manusianya kepada siapapun "
" Hmmm.... Berhati-hatilah. Hubungi aku jika perlu. Aku mencintaimu "
Kendrick mencium dahi Rey, kemudian melambai pada Zigaz. Rey memeluknya sebentar. Lalu Kendrick menyentuh Zigaz ( memasukkannya ke ruang dimensi ) sebelum menghilang.
Zacko, Xenia dan Asgar mendekat.
" Nona akan kemana ? " tanya Zacko.
" Melanjutkan tugasku " Rey menjawab setengah merenung. Ia tak tahu harus kemana.
Rey seketika tersenyum. Zacko dan Asgar bertepuk tangan kecil ( agar tak mengundang perhatian yang lain ).
" Ibumu memang bijak " Rey mengacungkan jempolnya.
" Baiklah kami harus pergi, yuk Asgar.... " Rey memeluk Xenia.
Sementara Asgar memeluk Zacko dan menepuk pundaknya " Jadilah Ksatria yang hebat "
Kemudian mereka melambaikan tangan dan keluar markas. Rey mengeluarkan kedua kuda dari ruang dimensi. Mereka menuju timur.
Keluar dari ibukota, Rey memilih jalan ke kiri. Mereka memacu kudanya melewati jalan sepi hingga masuk ke pemukiman. Rey mampir ke kedai kecil untuk beristirahat sejenak.
Di situ ada beberapa orang tua mengobrol. Rey mendengar pembicaraan mereka tentang seorang tua yang mengundang para gadis merayakan malam bulan purnama. Katanya ia akan mengabulkan keinginan siapapun yang terpilih olehnya. Rey dan Asgar saling menatap kemudian mengangguk pelan.
Seorang tua mendekati Rey.
" Nona.... anda cantik sekali. Datanglah ke pesta malam bulan purnama nanti malam di lapangan desa. Ada seorang sakti yang akan mengabulkan permohonan gadis yang terpilih "
" Oh... memangnya apa syarat untuk itu ? " tanya Rey tertarik.
" Tidak ada, nona. Datang saja memakai gaun terbaik " katanya.
__ADS_1
" Mmmm...... aku pasti datang " jawab Rey mengangguk.
Rey dan Asgar keluar. Rey menarik tangan Asgar dan memantrai cincin Asgar.
" Sekarang cincinmu sudah ada ruang dimensi sesuai dengan kekuatanmu. Masukkan kuda kesana " perintah Rey.
Asgar mendekati kuda-kuda dan menyentuhnya satu-satu sambil berkata " masuk ". Maka kuda-kuda itu lenyap dari pandangan.
" Kita akan mengikuti pesta " kata Rey sambil mengubah Asgar menjadi seorang wanita. Wajahnya tak terlalu beda jauh dari wajah Asgar sendiri.
" Aku harus memanggilmu apa ? " tanya Rey.
" Ouhh..... perkenalkan.... namaku As... Axie...... " kata Asgar sambil berlenggak-lenggok.
Rey menutup mulutnya tertawa. Tangan satunya memegang perut. Asgar segera menariknya karena beberapa orang mulai memperhatikan mereka.
" Asgar eh, As... Axie..... jangan terlalu cepat berjalan... pasang senyummu "
" Mmmm..... " Axie menahan kecepatannya.
" Bagaimana jika kita ke toko pakaian ? "
" Mmmm..... " Axie tersenyum manis. Rey tertawa tanpa suara.
Beberapa pria dan pemuda terpesona menatap mereka. Ada juga yang mengikuti jarak jauh. Sebuah kereta mewah berhenti. Rey dan Axie terus berjalan.
" Nona-nona, tunggu... " panggil pemuda yang baru saja turun dari kereta.
" Kenalkan, nama saya Ramos. Nona-nona hendak kemana ? " tanyanya.
" Kami akan ke toko pakaian. Kami harus membeli gaun baru untuk pesta nanti malam " kata Axie. Rey hanya mengangguk.
" Oh... kebetulan. Saya tahu toko yang menjual gaun-gaun indah. Mari saya antar.... " kata Ramos.
Rey diam-diam menggaruk lengan Axie. Axie hanya tersenyum dan memainkan alisnya.
Di dalam toko, Rey dan Axie sedang memilih gaun. Tiba-tiba seorang gadis tak sengaja menabrak Ramos. Ramos terpaksa memeluknya agar tidak jatuh.
" Ouw.... maaf tuan tampan. Aku tersandung gaunku sendiri " kata gadis itu.
" Ah tidak masalah " Ramos hendak menyusul Rey dan Axie.
" Tunggu tuan, anda sendirian. Kenalkan, namaku Teana " Teana mengulurkan tangan, namun Ramos sedang memandang sekeliling mencari Axie dan Rey.
" Tuan.... siapa nama anda ? " Teana masih mengulurkan tangan. Namun raut wajahnya sudah mulai masam.
" Oh, aku Ramos " jawab Ramos menjabat tangannya. Lalu pergi tanpa kata.
__ADS_1
Teana kesal, ia terus menatap ke arah Ramos. Mengikutinya agak jauh.